TV Dominasi Belanja Iklan Paruh Pertama 2022
TV masih mendominasi dengan porsi belanjag iklan sebesar 79,2 persen. (Foto: Unsplash/Glenn Carstens-Peters)
LEMBAGA pengukuran audiens, data, dan analitik Nielsen Indonesia mengungkapkan TV masih mendominasi dengan porsi belanjag iklan sebesar 79,2 persen. Angka tersebut tumbuh lebih daripada delapan persen jika dibandingkan dengan semester 1 di 2019.
Laporan Nieseln Ad Intel juga mengungkapkan belanja iklan digital meningkat 15,2 persen dengan kenaikan lebih dari enam persen dengan belanja iklan mencapai Rp 20,5 triliun. Akan tetapi, kontraksi terjadi pada media cetak (4,8 persen) dan radio (0,3 persen).
"Semester pertama tahun ini mengindikasikan bahwa pengiklan sudah mulai menunjukkan rasa percaya diri untuk beriklan. Hal ini menunjukkan industri mulai pulih setelah pandemi," kata Director Client Lead Nielsen Indonesia Selly Putri, di Millenium Centennial Center, Kuningan, Jakarta, Kamis (11/8).
Data angka belanja iklan yang dihimpun Nielsen dihitung berdasarkan gross rate card, tidak termasuk diskon, promo, paket, dan lain-lain. Media yang dimonitor meliputi 15 stasiun TV, 161 media cetak, 104 radio, 200 situ, 3 media sosial, dan roadside di Jakarta.
Baca juga:
Selly mengatakan terdapat lima kategori yang mengambil porsi sebesar 35 persen dari total angka belanja iklan, tiga di antaranya naik signifikan. Pertama, ada layanan daring dengan total belanja iklan hingga 69 persen atau sebesar Rp 28,5 triliun, hair care naik 20 persen di angka Rp 6,9 triliun, facial care turun tujuh persen di angka Rp 6,5 triliun, seasoning and condiments turun dua persen di angka Rp 4,5 triliun, dan government and politic organization meningkat 13 persen di angka Rp 4,4 triliun.
Pihaknya juga mencatat penurunan tertinggi semester 1 2022, yakni communication and equipment (28 persen) dan health drink (20 persen).
Beberapa nama besar di industri fast-moving consumer goods (FMCG) menjadi top pengiklan di TV paruh pertama 2022. Mereka adalah meliputi Unilever, Mayora, P&G, Wings, Indofood, dan Nestle. Sedangkan untuk top pengiklan di digital pada paruh pertama 2022 adalah Valorant, Lazada, Blibli, Garena (Shopee), dan Nestle.
Baca juga:
"Secara keseluruhan angka belanja iklan mengalami kenaikan seiring dengan kenaikan rate card, semester pertama 2022 ini bisa dikatan pengiklan mulai percaya diri, namun ada kehati-hatian dalam meluncurkan produk baru," kata Selly.
"Faktor yang paling penting dalam belanja iklan adalah mereka yang punya uang, yaitu advertiser-nya. Tapi mereka juga melihat kondisi-kondisi konsumennya. Ini kan kita COVID sudah dua tahun, pasti ada adjustment yang dilakukan," tutupnya. (and)
Baca juga:
Nielsen Tingkatkan Sistem Identitas untuk Layanan Digital di Indonesia
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
FLEI 2025 Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global, Kadin Sebut Potensi Ekspor maki Terbuka
Dharma Jaya Catat Lonjakan Bisnis 190 Persen Sambil Jaga Ketahanan Pangan
‘KPop Demon Hunters’ Mewarnai Lorong Camilan di Korea Selatan, dari Mi Instan hingga Cake Bikin Perusahaan Cuan Besar
Tersangkut Kasus Pajak, Ketua Ferrari Jalani Hukuman Kerja Sosial
Unsur Politis Harus Dihindari Dalam Rencana Bisnis Kopdes, Bisa Gagal Jika Ambil Alih Bisnis Eksisting
Pendapatan KAI Melonjak 29 Persen, Catatkan Laba Bersih Rp 2,21 T di 2024
Indonesia Ingin Ada Peluang Bisnis Baru Dengan Prancis