TV Dominasi Belanja Iklan Paruh Pertama 2022

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Jumat, 12 Agustus 2022
TV Dominasi Belanja Iklan Paruh Pertama 2022

TV masih mendominasi dengan porsi belanjag iklan sebesar 79,2 persen. (Foto: Unsplash/Glenn Carstens-Peters)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

LEMBAGA pengukuran audiens, data, dan analitik Nielsen Indonesia mengungkapkan TV masih mendominasi dengan porsi belanjag iklan sebesar 79,2 persen. Angka tersebut tumbuh lebih daripada delapan persen jika dibandingkan dengan semester 1 di 2019.

Laporan Nieseln Ad Intel juga mengungkapkan belanja iklan digital meningkat 15,2 persen dengan kenaikan lebih dari enam persen dengan belanja iklan mencapai Rp 20,5 triliun. Akan tetapi, kontraksi terjadi pada media cetak (4,8 persen) dan radio (0,3 persen).

"Semester pertama tahun ini mengindikasikan bahwa pengiklan sudah mulai menunjukkan rasa percaya diri untuk beriklan. Hal ini menunjukkan industri mulai pulih setelah pandemi," kata Director Client Lead Nielsen Indonesia Selly Putri, di Millenium Centennial Center, Kuningan, Jakarta, Kamis (11/8).

Data angka belanja iklan yang dihimpun Nielsen dihitung berdasarkan gross rate card, tidak termasuk diskon, promo, paket, dan lain-lain. Media yang dimonitor meliputi 15 stasiun TV, 161 media cetak, 104 radio, 200 situ, 3 media sosial, dan roadside di Jakarta.

Baca juga:

Survei Nielsen: Televisi Jadi Saluran Iklan Pilihan Brand

nielsen indonesia
Director Client Lead Nielsen Indonesia, Selly Putri. (Foto: Merahputih.com/Andreas Pranatalta)


Selly mengatakan terdapat lima kategori yang mengambil porsi sebesar 35 persen dari total angka belanja iklan, tiga di antaranya naik signifikan. Pertama, ada layanan daring dengan total belanja iklan hingga 69 persen atau sebesar Rp 28,5 triliun, hair care naik 20 persen di angka Rp 6,9 triliun, facial care turun tujuh persen di angka Rp 6,5 triliun, seasoning and condiments turun dua persen di angka Rp 4,5 triliun, dan government and politic organization meningkat 13 persen di angka Rp 4,4 triliun.

Pihaknya juga mencatat penurunan tertinggi semester 1 2022, yakni communication and equipment (28 persen) dan health drink (20 persen).

Beberapa nama besar di industri fast-moving consumer goods (FMCG) menjadi top pengiklan di TV paruh pertama 2022. Mereka adalah meliputi Unilever, Mayora, P&G, Wings, Indofood, dan Nestle. Sedangkan untuk top pengiklan di digital pada paruh pertama 2022 adalah Valorant, Lazada, Blibli, Garena (Shopee), dan Nestle.

Baca juga:

Nielsen Tambah Jumlah Pengukuran Penonton Indonesia

TV Mendominasi di Belanja Iklan Paruh Pertama 2022
FMCG yang mengandalkan TV. (Foto: Nielsen Indonesia)


"Secara keseluruhan angka belanja iklan mengalami kenaikan seiring dengan kenaikan rate card, semester pertama 2022 ini bisa dikatan pengiklan mulai percaya diri, namun ada kehati-hatian dalam meluncurkan produk baru," kata Selly.

"Faktor yang paling penting dalam belanja iklan adalah mereka yang punya uang, yaitu advertiser-nya. Tapi mereka juga melihat kondisi-kondisi konsumennya. Ini kan kita COVID sudah dua tahun, pasti ada adjustment yang dilakukan," tutupnya. (and)

Baca juga:

Nielsen Tingkatkan Sistem Identitas untuk Layanan Digital di Indonesia

#Bisnis
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Lifestyle
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Summarecon Discovery menampilkan perjalanan lima dekade perusahaan properti Indonesia ini.
Dwi Astarini - Jumat, 28 November 2025
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Indonesia
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Pengangkatan akan diajukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 17 Desember 2025.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Indonesia
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
BRIN menyoroti ketidaksesuaian antara produk yang dikembangkan startup dengan kebutuhan masyarakat sebagai faktor utama.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Oktober 2025
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
Indonesia
FLEI 2025 Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global, Kadin Sebut Potensi Ekspor maki Terbuka
Dengan peluang yang sangat potensial, ajang tahunan ini menjadi magnet bagi pelaku usaha waralaba dan kemitraan.
Dwi Astarini - Sabtu, 11 Oktober 2025
FLEI 2025 Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global, Kadin Sebut Potensi Ekspor maki Terbuka
Indonesia
Dharma Jaya Catat Lonjakan Bisnis 190 Persen Sambil Jaga Ketahanan Pangan
Dharma Jaya mencatat lonjakan bisnis 190 persen sambil menjaga ketahanan pangan.
Soffi Amira - Jumat, 03 Oktober 2025
Dharma Jaya Catat Lonjakan Bisnis 190 Persen Sambil Jaga Ketahanan Pangan
ShowBiz
‘KPop Demon Hunters’ Mewarnai Lorong Camilan di Korea Selatan, dari Mi Instan hingga Cake Bikin Perusahaan Cuan Besar
Perusahaan makanan berebut menggandeng megahit Netflix tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Oktober 2025
 ‘KPop Demon Hunters’ Mewarnai Lorong Camilan di Korea Selatan, dari Mi Instan hingga Cake Bikin Perusahaan Cuan Besar
Lifestyle
Tersangkut Kasus Pajak, Ketua Ferrari Jalani Hukuman Kerja Sosial
John Elkann dan saudara-saudaranya, Lapo dan Ginerva, akan membayar 183 juta euro atau sekira Rp 3,53 triliun kepada otoritas pajak Italia.
Dwi Astarini - Rabu, 10 September 2025
 Tersangkut Kasus Pajak, Ketua Ferrari Jalani Hukuman Kerja Sosial
Indonesia
Unsur Politis Harus Dihindari Dalam Rencana Bisnis Kopdes, Bisa Gagal Jika Ambil Alih Bisnis Eksisting
Kopdes adalah program besar yang mahal dan berisiko, sehingga pemerintah perlu test the water dengan melakukan piloting
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 Juli 2025
Unsur Politis Harus Dihindari Dalam Rencana Bisnis Kopdes, Bisa Gagal Jika Ambil Alih Bisnis Eksisting
Indonesia
Pendapatan KAI Melonjak 29 Persen, Catatkan Laba Bersih Rp 2,21 T di 2024
Sejalan dengan itu, kinerja operasional KAI terus menunjukkan tren perbaikan yang konsisten dan berkelanjutan.
Dwi Astarini - Selasa, 01 Juli 2025
Pendapatan KAI Melonjak 29 Persen, Catatkan Laba Bersih Rp 2,21 T di 2024
Indonesia
Indonesia Ingin Ada Peluang Bisnis Baru Dengan Prancis
Prancis dan Indonesia dapat memberi sumbangan yang baik kepada stabilitas geopolitik dan geo ekonomi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Mei 2025
Indonesia Ingin Ada Peluang Bisnis Baru Dengan Prancis
Bagikan