Merahputih.com - Pengamat transportasi Edison Siahaan mengkritik langkah kepolisian menutup jalan di sejumlah titik jelang pelantikan Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin 20 Oktober mendatang. Apalagi, yang ditutup adalah jalan protokol seperti kawasan Gedung DPR/MPR dan Istana Negara.
Menurut Edison, penutupan jalan ini membuat masyarakat kesulitan beraktivitas hingga macet di mana-mana. Penutupan jalan karena pelantikan ini, kata dia, tidak pernah dilakukan pada pemerintahan sebelum era Jokowi.
Baca Juga:
Pakar Intelijen Percaya Mahasiswa Bisa Dilobi Lancarkan Pelantikan Jokowi
Edison melihat pelantikan Presiden yang harusnya menjadi pesta demokrasi, malah seperti menebar ketakutan, ketegangan dan kesusahan bagi masyarakat. Menurut dia, pemerintah terutama Kepolisian terlihat seperti orang yang terlalu paranoid ketakutan bakal terjadi sesuatu.
"Semua itu akibat kegugupan dan kegagapan serta kegagalan melindungi rakyatnya untuk melakukan aktifitas khususnya pengguna jalan raya," kata koordinator Indonesia Traffic Watch itu, kepada MerahPutih.com, Kamis (17/10).
Dia juga menyesalkan pemerintah dan kepolisian seperti tak memiliki terobosan yang baik. Penutupan total jalan itu bukti Pemerintah sedang mempertontonkan ketidakmampuannya. "Dengan cara mengorbankan rakyat;" jelas Edison.
"Kalau pemerintah sudah melakukan semua upaya yang diakui sebagai solusi efektif untuk mengatasi berbagai masalah, maka tidak perlu menutup jalan seperti sebuah tindakan atau sikap frustasi," ungkap.
Baca Juga
Mulai 1 Oktober, ETLE Diberlakukan di 12 Koridor Transjakarta
Edison mendesak agar penutupan jalanan itu segera dibuka. "Jangan lagi menyengsarakan masyarakat. Kasihan semua orang bisa terganggu hanya karena persiapan pesta pelantikan Presiden," tutup Edison. (Knu)

