MERAHPUTIH.COM - BEBERAPA bagian ruas Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, akan ditutup hingga tahun depan karena adanya pengerjaan sistem tata air pompa. Hal itu mengharuskan adanya rekayasa lalu lintas. Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana, pada Kamis (21/5), mengingatkan Pemprov DKI untuk mengatur rekayasa lalu lintas akibat penutupan itu secara serius.
Menurut dia, tanpa adanya proyek-proyek, Jalan Daan Mogot itu sudah terkenal macet. Masyarakat pasti jadi menderita adanya proyek sistem tata air pompa itu. Oleh karena itu, rekayasa lalu lintas dan penutupan-penutupan jalan ini harus direncanakan secara serius dan dijalankan dengan baik.
Pasti akan terjadi kemacetan sehingga itu harus dimitigasi agar kemacetannya tidak menjadi terlalu parah. Apalagi, kalau berjalan sesuai dengan rencananya, penutupan tersebut bisa dilakukan hingga tahun depan.
Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana
Di antara langkah-langkah mitigasi yang perlu diambil, William menyarankan peningkatan frekuensi layanan transportasi umum (transum) selama rekayasa lalu lintas dan penutupan-penutupan jalan itu dilakukan.
"Pemprov DKI mungkin dapat meningkatkan frekuensi layanan transportasi umum. Di sepanjang Jalan Daan Mogot itu ada Transjakarta, kemudian ada angkot-angkot Jaklingko juga. Untuk sementara waktu pembangunannya berjalan, mungkin layanannya bisa ditambah," ujarnya.
Baca juga:
Aksi Pengendara Motor Lawan Arus Warnai Lalu Lintas Jalan Daan Mogot Jakarta Barat
Menurut dia, hal itu penting untuk memberikan masyarakat alternatif. Jangan sampai nanti warga hanya diminta untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi menekan kemacetan. Tetapi dari Pemprov DKI sendiri juga tidak ada solusinya.
William juga mewanti-wanti agar proyek pembangunan sistem tata air pompa yang mengakibatkan penutupan di beberapa bagian Jalan Daan Mogot itu diselesaikan secara tepat waktu dan tidak larut.
"Juga jangan sampai pengerjaannya berlarut-larut. Kalau memang hanya diperlukan sampai tahun depan, maka pelaksanaannya juga cukup sampai tahun depan saja. Rekayasa lalu lintas dan penutupan jalanan ini tidak dapat dilakukan terlalu lama," pungkasnya.(Asp)
Baca juga:
Pemerintah Bakal Bangun Flyover di Jalan Daan Mogot Buat Atasi Banjir dan Macet