MerahPutih Politik - Guru Besar Universitas Petahanan, Bogor Jawa Barat, Salim Said memberikan apresiasi terhadap keputusan Presiden Jokowi yang menunda pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri menggantikan Sutarman. Sementara Plt Kapolri saat ini dijabat oleh Badrodin Haiti
"Jokowi cerdas, sampai kemarin orag masih bingung, bisa lolos enggak ya orang (Komjen Budi Gunawan) itu," kata Salim saat menjadi pembicara pada acara diskusi di Jl. Gereja Theresia No. 41, Menteng - Jakarta Pusat, Sabtu (17/1).
Menurut Salim, tidak ada pihak yang berkepentingan dikecewakan dari keputusan Presiden Jokowi yang menunda pelantikan Komjen Budi Gunawan yang juga mantan ajudan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri tersebut. Kendati demikian, rakyat tetap saja kecewa pada keputusan Jokowi yang juga mantan Gubernur DKI, Jakarta itu.
BACA JUGA: Terkait Komjen Budi Gunawan, Jokowi Terjepit Empat Penjuru Kepentingan
"Menurut saya keputusan tadi malam bagus sekali. DPR tidak dihinakan, KPK dan bu Mega juga tidak dihina," pungkasnya.
Lebih jauh Salim juga mengatakan tetang kekuatan politik Jokowi. Meski memiliki hak proregatif dalam mengambil keputusan terkait pergantian Kapolri, Jokowi berbeda dengan SBY yang menjabat Ketua Umum Partai Demokrat dan kekuatan politik di Parlemen bersama partai koalisinya. Oleh karena itu, wajar apabila ada yang mengatakan keputusan Jokowi adalah kekuatan Megawati.
"Jokowi adalah Presiden dan populer, tapi tidak punya partai. Dia enggak menguasai DPR, beda dengann SBY, apalagi sama pak Harto (Soeharto). Mega ketum partai besar. Jangan salahkan Megawati. Yang jelas sekarang yang sangat menentukan bu Mega, yang buat mereka jadi Presiden-Wapres itu Mega. Emang ini gratis, jangan dipikir ini gratis," katanya. (Hur)
Follow Twitter kami di @Merahputihcom
Like FanPage Facebook kami di Merahputih.com