MerahPutih.com - Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta menilai tugas berat menanti calon Kepala Baintelkam Polri Irjen Rycko Amelza Dahniel dan Kepala BNPT Irjen Boy Rafli Amar.
Menurut Stanislaus, tugas yang bakal dihadapi mereka adalah mencegah adanya aksi terorisme di tanah air. Apalagi, komitmen Kapolri Jenderal Idham Azis terhadap pemberantasan terorisme sangat kuat.
Baca Juga
Kapolri Beberkan Sejumlah Polwan yang Bakal Jabat Kepala Kepolisian
Salah satunya mengantisipasi angka kambuh bagi mantan napi untuk kembali menjadi pelaku teror masih cukup tinggi. Selain itu napiter juga melakukan radikalisasi di Lapas.
"Ini harus dicegah supaya tidak muncul sel-sel baru," kata Stanislaus kepada MerahPutih.com di Jakarta, Minggu (3/5).
Stanslaus yakin Rycko di internal Polri sengaja ditempatkan untuk mengantisipasi bentuk serangan terorisme. Rycko punya pengalaman reserse dan intelijen. Rycko juga pernah mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Bareskrim melumpuhkan teroris Dr Azahari di Kota Batu, Malang tahun 2005.
"Jabatan menjadi Kepala Baintelkam kemungkinan besar diterima oleh Rycko karena kemampuannya yang mumpuni di bidanh kepolisian termasuk manajerial," jelas dia.
Baca Juga
Rotasi Pati Polri: Argo Yuwono Isi Kadiv Humas, Boy Rafli Amar Jadi Kepala BNPT
Sementara, Boy Rafli mempunyai riwayat penugasan yang cukup lengkap untuk bertugas sebagai Kepala BNPT. Boy pernah bertugas di Bosnia. Di dalam negeri Boy pernah bertugas di daerah-daerah rawan seperti Papua dan Maluku. Boy juga pernah bertugas di Densus 88.
"Rekam jejak penugasan Boy mendukung penunjukkannya sebagai Kepala BNPT," imbuh Stanislaus.
Stanislaus yakin, sebagai kepala BNPT Boy harus memperkuat pencegahan terorisme dengan program kontra radikalisasi sehingga paham radikal bisa dilawan.
"Namun juga tidak bisa mengesampingkan program deradikalisasi yaitu mengubah orang yang berpaham radikal menjadi tidak radikal, terutama bagi para napi terorisme," tutup dia.
Seperti diketahui, Institusi polri kembali melakukan mutasi sejumlah pejabat tinggi (pati).
Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius dimutasikan menjadi Analis Kebijakan Utama Bareskrim Polri. Posisi Suhardi, kini digantikan oleh Irjen Boy Rafli Amar yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Wakalemdiklat) Polri. Posisi Boy Rafli Amar digantikan oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan.
Baca Juga
Kombes Roma Hutajulu Jabat Dirkrimsus, Kapolres Trenggalek Isi Wadirkrimum Polda Metro Jaya
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel dimutasikan menjadi Kepala Badan Intelijen Keamanan Polri (Kabaintelkam) Polri. Posisi dia digantikan oleh wakilnya, Brigjen Ahmad Luthfi. Kepala Densus (Kadensus) 88 Anti-Teror Polri juga dimutasikan sebagai Analis Kebijakan Utama Bareskrim Polri. Posisinya kini diisi oleh wakilnya Brigjen Marthinus Hukom. (Knu)

