Try Sutrisno: Tanpa TNI, PKI akan Menang, Kamu Semua Hilang!

Thomas KukuhThomas Kukuh - Jumat, 27 Oktober 2017
Try Sutrisno: Tanpa TNI, PKI akan Menang, Kamu Semua Hilang!

Wakil Presiden keenam RI Jenderal (Purn) Try Sutrisno. (MerahPutih.com/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Presiden keenam RI Jenderal (Purn) Try Sutrisno angkat bicara mengenai isi dokumen yang belum lama ini dibuka Kedutaan Besar Amerika Serikat soal keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam peristiwa 1965.

Mantan Panglima ABRI di era Orde Baru itu menepis isi dokumen Kedubes AS yang menyebut TNI terlibat dalam pembantaian anggota atau simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) pasca peristiwa 1 Oktober 1965.

"Loh bukan terlibat pemberontakannya, TNI yang memberantas PKI. Tanpa TNI, PKI menang, kamu semua ini hilang. Lalu negara kita jadi komunis," ujarnya usai memberikan kuliah umum bertajuk "Setelah Perppu Ormas: Menjaga Konstitusi dan Merawat Demokrasi" di Kantor PARA Syndicate, Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Kamis (26/10).

Pemerintah Amerika Serikat disebut mengetahui rangkaian upaya Angkatan Darat (AD) untuk menghancurkan Partai Komunis negara (PKI) dan menggulingkan Sukarno mulai tahun 1965. Pengungkapan itu didasarkan oleh rangkaian kawat diplomatik kedutaan Besar AS di Jakarta.

Sebanyak 39 dokumen dengan total 30 ribu halaman tentang AD dan PKI itu dipublikasikan oleh lembaga non-profit National Security Archive (NSA), lembaga National Declassification Center (NDC), dan lembaga negara National Archives and Records Administration (NARA) pada 17 Oktober.

Rangkaian dokumen yang berbentuk catatan harian dari tahun 1964-1968 itu menyebutkan, di antaranya, tentang upaya AD untuk menyingkirkan Sukarno dan menghancurkan gerakan kiri di Indonesia.

Alumni Akademi Tekni Angkatan Darat (Atekad) ini mempersilakan pihak negeri Paman Sam membuka dokumen terkait Gerakan 30 September 1965, yang menyebutkan informasi keterlibatan militer Indonesia kala itu.

"Silakan saja, kita juga punya dokumen. Dokumen apapun dari luar kita siap untuk menghadapi, mau apa," tegasnya.

Try menegaskan, peristiwa itu sudah selesai sehingga tak perlu diungkit kembali. Dia juga membantah telah terjadi pembantaian massal yang dilakukan oleh pihak TNI kepada anggota dan simpatisan PKI pada kurun waktu 1965-1968.

"Tidak ada pembunuhan massal, dalam keadaan pemberontakan seperti itu. Apalagi setelah dikejar (setelah 1965) sudah dilarang, PKI masih punya kekuatan di Pantai Selatan Jawa Timur, masih eksis, masih melawan, ditindas kita. Lalu masih ada lagi Tri Panji. Jadi kita harus waspada," pungkasnya. (Pon)

#Partai Komunis Indonesia (PKI) #G30S/PKI #Try Sutrisno
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kisah 7 Pahlawan Revolusi yang Gugur saat Peristiwa G30S/PKI, Diceritakan dalam Film
Sebanyak tujuh pahlawan revolusi gugur dalam peristiwa G30S/PKI. Kisahnya pun diangkat ke dalam film.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
Kisah 7 Pahlawan Revolusi yang Gugur saat Peristiwa G30S/PKI, Diceritakan dalam Film
Lifestyle
Alasan Film 'Pengkhianatan G30S PKI' Selalu Dicari Menjelang 1 Oktober
Film garapan Arifin C Noer tersebut seolah memiliki tempat tersendiri dalam ingatan publik, terutama menjelang 1 Oktober.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Alasan Film 'Pengkhianatan G30S PKI' Selalu Dicari Menjelang 1 Oktober
ShowBiz
Sinopsis Film 'G30S/PKI': Kisah Penculikan Jenderal hingga Peristiwa Lubang Buaya
Sinopsis film Pengkhianatan G30S/PKI menceritakan tentang penculikan jenderal hingga peristiwa Lubang Buaya.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
Sinopsis Film 'G30S/PKI': Kisah Penculikan Jenderal hingga Peristiwa Lubang Buaya
Indonesia
Sejarah Kelam Gerakan 30 September PKI, 3 Jenderal Dibunuh di Rumah
Menurut catatan sejarahnya, pemberontakam ini terjadi pada 30 September 1965 yang diinisiasi partai politik terbesar saat itu, Partai Komunis Indonesia (PKI).
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Sejarah Kelam Gerakan 30 September PKI, 3 Jenderal Dibunuh di Rumah
Lifestyle
1 Oktober Hari Apa? Ini Sejarah dan Makna Hari Kesaktian Pancasila
1 Oktober hari apa? Simak sejarah Hari Kesaktian Pancasila 2026, tema, makna, dan apakah 1 Oktober termasuk tanggal merah.
ImanK - Rabu, 30 September 2026
1 Oktober Hari Apa? Ini Sejarah dan Makna Hari Kesaktian Pancasila
Indonesia
Megawati Berduka, Kenang Momen Kedekatan Bersama Try Sutrisno di BPIP
Try Sutrisno memiliki kedekatan dengan Megawati karena keduanya bersama-sama menjadi Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Wisnu Cipto - Senin, 02 Maret 2026
Megawati Berduka, Kenang Momen Kedekatan Bersama Try Sutrisno di BPIP
Indonesia
Jokowi Kenang Try Sutrisno sebagai Sosok Sederhana dan Tegas
Jokowi mengaku mengenal almarhum sebagai seorang yang berdedikasi sangat baik, sederhana, dan tegas.
Dwi Astarini - Senin, 02 Maret 2026
Jokowi Kenang Try Sutrisno sebagai Sosok Sederhana dan Tegas
Indonesia
Pramono Kenang Almarhum Try Sutrisno sebagai Sosok Bapak Bangsa yang Merangkul Semua Orang
Pramono mengaku sudah mengenal mendiang Try Sutrisno sejak 1995.
Dwi Astarini - Senin, 02 Maret 2026
Pramono Kenang Almarhum Try Sutrisno sebagai Sosok Bapak Bangsa yang Merangkul Semua Orang
Indonesia
Wiranto Sebut Mendiang Try Sutrisno Layak Disebut Negarawan Sejati, Taat Konstitusi
Try Sutrisno merupakan figur yang selalu memikirkan langkah terbaik untuk masyarakat selama menjalankan tugas kenegaraan.
Dwi Astarini - Senin, 02 Maret 2026
Wiranto Sebut Mendiang Try Sutrisno Layak Disebut Negarawan Sejati, Taat Konstitusi
Indonesia
Presiden Prabowo Kenang Try Sutrisno: Prajurit Sejati, Pemimpin Sederhana
Presiden Prabowo Subianto pimpin pemakaman militer Wapres ke-6 RI Try Sutrisno di TMP Kalibata dan menetapkan Hari Berkabung Nasional 2-4 Maret 2026.
Wisnu Cipto - Senin, 02 Maret 2026
Presiden Prabowo Kenang Try Sutrisno: Prajurit Sejati, Pemimpin Sederhana
Bagikan