MERAHPUTIH.COM - GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan duka cita atas meninggalnya Wakil Presiden Keenam Republik Indonesia Try Sutrisno. Ia wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada Senin (2/3) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Pramono mengatakan bangsa Indonesia pasti kehilanga sosok Try Sutrisno.
"Kita semua kehilangan orang yang sampai akhir hayatnya mendedikasikan hidupnya untuk bangsa dan negara. Kita semua pasti kehilangan Pak Try Sutrisno," ucapnya.
Mantan Menteri Sekretaris Kabinet ini mengenang mendiang Try Sutrisno sebagai tokoh bangsa yang bisa merangkul semua kalangan, tanpa pandang latar belakang. "Karena beliau ini ialah sosok bapak bangsa yang merangkul semua orang," tuturnya.
Pramono mengaku sudah mengenal mendiang Try Sutrisno sejak 1995. Ia menegaskan ia dan almarhum sudah mengenal cukup lama. Pramono menyebut terakhir bertemu dengan almarhun sekitara enam bulan yang lalu, saat Try Sutrisno masih aktif di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
"Beliau kalau urusan Pancasila kemudian apa, konstitusi kita itu selalu dipegang teguh. Jadi itulah yang membedakan Pak Try Sutrisno dengan tokoh-tokoh yang lain. Memang beliau urusan konstitusi itu sesuatu yang dalam, inheren dalam hidupnya," imbuhnya.
Baca juga:
Presiden Prabowo Kenang Try Sutrisno: Prajurit Sejati, Pemimpin Sederhana
Pramono mengakui terakhir bertemu Try Sutrisno saat kondisi kesehatannya mengalami penurunan di usia yang menyentuh 90 tahun. Lebih lanjut, Pramono mengatakan almarhum memiliki kedekatan dengan Presiden Kelima Indonesia sekaligus Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
"Ya memang, eh saya juga pernah ke kediaman beliau. Kondisinya memang terakhir-terakhir ini kan beliau mengalami penurunan, tetapi semangatnya enggak pernah turun," tuturnya.
"Dalam usia beliau pada waktu hampir 90 tahun, semangatnya enggak pernah turun. Itulah yang apalagi beliau mempunyai kedekatan pribadi dengan Bu Mega, saya sering kali diskusi juga bertiga ya," sambungnya.(Asp)
Baca juga: