Trik Investasi Kripto saat Market Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin
(Cover) Kondisi market kripto sulit untuk diprediksi. (Foto Unsplash Nick Chong)
SEPANJANG Mei 2022, market aset kripto terus tertekan dan cenderung mengalami penurunan atau bearish. Di tengah kondisi pasar tersebut, terjadi drama stablecoin TerraUSD (UST) yang menambah panik investor akan masa depan investasi kripto. Lalu, apa yang perlu dicermati?
Trader Tokocrypto Afid Sugiono mengatakan ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan investor ketika kondisi pasar sedang bearish. Kondisi pasar kripto yang naik-turun menjadi siklus yang biasa dan juga terjadi pada instrumen investasi lainnya.
BACA JUGA:
Market Kripto Berangsur Membaik, Pertanda akan Terjadi Tren Reli?
"Penting bagi investor untuk tidak panik dan tetap berkepala dingin. Kondisi market yang bearish masih bersifat sementara. Market kini sudah mulai stabil dan nilai pasar pun akan kembali menguat," kata Afid, dalam keterangan resmi Tokocrypto yang diterima Merahputih.com, Jumat (20/5).
Terkait dengan kekhawatiran investor terhadap stablecoin yang dianggap sudah terlalu volatil untuk saat ini sebagai salah satu portofolio investasi, Afid yakin hal itu juga akan bersifat sementara dan berdampak dalam jangka pendek.
"Stablecoin memang sentimennya lagi negatif. Namun, stablecoin ini masih jadi inovasi terkuat di dunia kripto. Stablecoin bisa menjadi media investasi yang baru bagi pasar. Stablecoin yang memiliki underlying aset mata uang fiat, seperti rupiah dan dolar AS menjadi pembeda dari aset kripto lain, dari segi nilai praktis dan kegunaannya," ungkapnya.
Bagi para investor, Afid menyarankan untuk memahami terlebih dahulu risiko sebelum berinvestasi. Investor harus memahami bagaimana transaksi dicatat dalam database terdistribusi, dan bagaimana blockchain yang berbeda mendukung koin kripto yang berbeda.
"Misalnya, dalam kasus crash UST baru-baru ini, stablecoin seharusnya tetap stabil, bahkan jika pasar kripto berfluktuasi. Jangan kaget jika kamu melihat nilai kripto naik atau turun dengan selisih yang signifikan, karena market ini masih baru dengan segala inovasinya," kata Afid.
Sebaiknya jangan berinvestasi ketika hanya ingin fokus untuk menjadi kaya dalam waktu cepat. Fokuslah pada pendekatan jangka panjang untuk berinvestasi dan asumsikan bahwa setiap aset yang dibeli saat ini akan terus dipegang selama beberapa tahun mendatang.
Lakukan juga strategi buy the dip ketika harga sedang turun. Hal yang paling sering dilakukan dalam perdagangan aset kripto ialah mengambil keuntungan dari harga rendah sebagai titik masuk yang baik di market bearish. Harapannya ialah investor tetap bisa mendapatkan keuntungan ketika harga kembali pulih. Namun, tetap pelajari teknikal analisis setiap aset kripto yang dipilih.
Meskipun masih diterpa sentimen negatif UST, stablecoin masih menjadi portofolio yang tergolong aman saat kondisi pasar bearish. Sebelum memilih investasi di stablecoin, lakukan riset terlebih dahulu, karena ada banyak jenis dengan dukungan aset yang berbeda, ada yang didukung uang fiat, aset kripto dan komoditas, seperti emas. Semuanya ada keuntungan dan kekurangannya.(and)
BACA JUGA:
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Ramalan Zodiak, 29 Desember 2025: Keuangan dan Asmara Diuji, Ini Kendala dan Tipsnya
Ramalan Zodiak 28 Desember 2025: Keuangan dan Asmara Sedang Diuji
Pengguna Pintu Futures Naik 37 Persen di Tengah Penurunan BTC 2025
Strategi Buy The Dip Kripto 2025, Begini Cara Cuan Saat Harga Turun
DCA Jadi Solusi Sederhana Tapi Efektif Tanpa Takut Terjebak Volatilitas Ekstrem
Pintu Gandeng OJK Edukasi Aset Kripto di Kampus Binus
Refleksi Akhir Tahun 2025: Apa Kata Zodiak tentang Karier, Cinta, dan Keuangan
Ramalan Zodiak 3 Desember 2025: Keuangan Naik Turun, Asmara Ada Kejutan!
Genius Act Stablecoin dan Tokenisasi RWA Dinilai Bakal Jadi 'Game Changer' Kripto 5 Tahun ke Depan
5 Aplikasi Terbaik untuk Beli Saham Global 2025: NVIDIA, Tesla, Apple, hingga Meta