Tren Vaksinasi Perlu Diiringi Transparasi ke Masyarakat
Perlu transparansi agar masyarakat tahu. (Foto: Unsplash/National Cancer Institute)
VAKSINASI saat ini sedang berlangsung di beberapa kota di Indonesia untuk meminimalisasi penularan COVID-19. Tren pelaksanaan vaksinasi publik yang kian digenacarkan oleh pemerintah dan sektor lain pun harus diiringi dengan transparansi kepada masyarakat.
Hal ini diungkapkan oleh Director of Center for Policy and Public Management, Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), Yudo Anggoro. Ada pun transparansi yang dimaksud adalah bahwa masyarakat berhak mengetahui orang yang ia ajak berinteraksi sudah divaksinasi atau belum.
Baca juga:
Jokowi Janji Vaksinasi Pekerja Publik Seluruh Wilayah Indonesia Setelah Jakarta
Salah satu contohnya seperti keterangan vaksinasi bagi mitra pengemudi transporatasi daring yang bisa diketahui oleh pengguna.
“Informasi itu harus transparan dan akuntabel. Terutama bagi masyarakat yang terpaksa harus keluar rumah dan menggunakan layanan transportasi online, maka harus ada informasi tentang orang yang interaksi dengan pengguna itu bisa diakses di aplikasi,” kata Yudo mengutip ANTARA.
Lebih lanut, Yudo berpendapat bahwa akses yang terbuka dapat mengunggah kepercayaan masyarakat sebagai pengguna layanan transportasi tersebut.
“Akses informasi itu harus dibuka sebesar-besarnya oleh masyarakat. It’s withinn your hand, di ponsel kita. Kalau bisa mengakses, seperti ada info soal vaksinasi, itu membuat masyarakat lebih percaya kepada partner berpergiannya, dan yang penting ada mutual trust di sini,” jelasnya.
Baca juga:
Masyarakat Tionghoa Gelar Vaksinasi COVID-19 untuk Warga Bandung
Ia kemudian memaparkan hasil riset yang menunjukkan sektor transportasi yang terdampak paling terasa di antara sektor lainnya.
“Selama pandemi walaupun stay at home tapi kalau terpaksa ke luar rumah, modalnya harus aman seperti jalan kaki atau kendaraan pribadi. Kalau misalkan tidak tersedia, yang digunakan adalah fasilitas transportasi online,” kata Yudo.
Meski lanjut vaksinasi Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara-negara seperti AS dan Kanada, Yudo optimis dengan adanya kolaborasi dan dukungan pemerintah serta sektor swasta, program vaksinasi nasional akan bisa menjangkau masyarakat lebih luas lagi.
“Yang jelas, pandemi ini sudah berjalan setahun lebih dan masyarakat semakin aware, dan edukasinya akan itu juga gencar dilakukan. Harapannya ada divaksin. Semua lapisan masyarakat mengharapkan semuanya dapat,” tutup Yudo. (and)
Baca juga:
Masuk Vaksinasi Tahap 2, Jabar Belum Dapat Jatah Alokasi Vaksin COVID-19
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk