Tren Baru Wisata Pascapandemi

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Minggu, 14 Agustus 2022
Tren Baru Wisata Pascapandemi

Sejak program vaksinasi digulirkan pemerintah, dunia wisata mulai membaik. (Unsplash/Jacek Dylag)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ANGKA infeksi COVID-19 di Indonesia tergolong tinggi hingga Agustus 2022. Tercatat infeksi harian mencapai 5 ribu kasus. Meski begitu, aktivitas ekonomi seperti berwisata juga terlihat menonjol dan perlahan bangkit.

"Pada bulan Maret 2022, permintaan kunjungan ke Indonesia hampir pulih sepenuhnya, yakni mencapai 94% dibandingkan saat awal pandemi," tulis laporan Xendit, perusahaan payment gateway yang telah bermitra dengan berbagai perusahaan agen travel online.

Pariwisata Indonesia sempat babak belur dihajar COVID-19. Ini terlihat dari penurunan drastis wisatawan mancanegara, dari 4 juta wisatawan pada 2020 menjadi hanya 1,5 juta wisatawan pada 2021 (turun 61,57%). Tapi sejak program vaksinasi digulirkan pemerintah, dunia wisata mulai membaik. Bahkan pariwisata pascapandemi menciptakan tren baru seperti berikut ini.

Baca juga:

Bisnis Desa Wisata Membaik, Pemesanan Airbnb Capai Rekor Tertinggi

tren wisata pascapandemi
Pariwisata pascapandemi menciptakan tren baru. (Unsplash/Shlomo Shalev)

1. Peningkatan perjalanan bisnis

Perjalanan bisnis diprediksi akan mengalami kenaikan yang stabil tahun ini, tapi belum mencapai angka sebelum pandemi. Berdasarkan data SAP Concur, 68% wisatawan bisnis di seluruh dunia berencana untuk melakukan perjalanan bisnis pada 2022.

Pengeluaran perusahaan untuk perjalanan bisnis diperkirakan akan menyamai 36% bujet tahun 2019 (pra-pandemi) pada Q2 tahun 2022. Angka ini diperkirakan terus meningkat hingga mencapai 55% pada akhir tahun.

Berdasarkan data Deloitte, angka pengeluaran perjalanan bisnis ini akan kembali menyentuh titik normal sebelum pandemi dalam jangka waktu dua tahun ke depan.

2. Tren workstation (bekerja dan berlibur)


Saat ini, wisatawan ingin berlibur dalam jangka waktu lebih lama. Buktinya, pemesanan akomodasi liburan di kalangan wisatawan Asia Tenggara meningkat lebih dari 1.000% dari tahun ke tahun.

Ini didukung oleh fakta bahwa 16% perusahaan di seluruh dunia telah memberlakukan kerja jarak jauh, banyak perusahaan yang mengimplementasikan work-from-anywhere dan meningkatnya jumlah digital nomad, yaitu karyawan yang memilih untuk bekerja dan berlibur dengan workstation.

3. Pentingnya sanitasi dan ketersediaan informasi keselamatan yang mudah

Selama pandemi, wisatawan menghabiskan lebih banyak waktu untuk mempersiapkan rencana berlibur yang lebih aman dari kejadian tidak terduga. Mereka khawatir terhadap penularan COVID atau perubahan rencana mendadak karena adanya regulasi pembatasan mobilitas di negara-negara tertentu.

Google mencatatkan kenaikan tajam (lebih dari 165%) untuk pencarian kata kunci terkait “asuransi perjalanan”, terutama di Asia Tenggara. Wisatawan pun mencari cara untuk mengurangi kontak langsung selama liburan.

Berdasarkan data Amadeus, 41% wisatawan memanfaatkan self-service check-in, 41% lebih suka melakukan pembayaran tanpa kas, dan 40% memilih jasa pariwisata yang lebih fleksibel terhadap pembatalan atau perubahan jadwal.

Baca juga:

W20 Indonesia Bawa Perempuan dan Pariwisata Indonesia Merdesa

tren wisata pascapandemi
Wisatawan menghabiskan lebih banyak waktu untuk mempersiapkan rencana berlibur yang lebih aman dari kejadian tidak terduga. (Unsplash/Courtney Cook)

4. Liburan ramah lingkungan


Laporan Perjalanan Berkelanjutan 2021 dari Booking.com menemukan bahwa 83% dari 29.000 responden menganggap liburan ramah-lingkungan sangat penting untuk dilakukan. Selain itu, 61% wisatawan juga berencana melakukan perjalanan yang lebih ramah lingkungan karena adanya pandemi.

5. Wisata mewah sebagai sebagai bentuk “balas dendam”


Expedia menyebut tahun 2022 sebagai tahun GOAT (greatest of all trips) atau perjalanan terbaik. Dari 12 ribu wisatawan di 12 negara yang disurvei, 65% diantaranya berencana menyiapkan bujet ekstra untuk merencanakan wisata mereka berikutnya.

6. Wisata domestik dan lokasi pedesaan lebih disukai


Sebuah survei terbaru oleh AirBnB mengungkapkan bahwa lebih dari setengah (57,6%) wisatawan di seluruh Asia-Pasifik berencana merogoh kocek lebih besar untuk pariwisata domestik atau dalam negeri. Hal ini terjadi karena berbagai faktor seperti:


- Wisatawan cenderung lebih berhati-hati karena pandemi dan banyak ketidakpastian.

- Pariwisata domestik lebih diincar karena wisatawan khawatir menghadapi kesulitan saat berlibur di luar negeri.

- Populasi di lokasi pedesaan umumnya lebih sedikit, sehingga mengurangi kemungkinan tertular COVID-19.

Terkait perilaku bertransaksi wisatawan, Xendit juga mencatat ada perubahan. Sejauh ini metode pembayaran yang paling banyak digunakan wisatawan adalah virtual accounts (>26%), QR Code (>25%), e-wallets (>20%) ,gerai ritel atau over the counter (>20%), dan kartu kredit sebanyak lebih dari 4%.

Dengan pulihnya pariwisata dan perubahan permintaan wisatawan, ada banyak peluang baru yang bisa dimanfaatkan oleh para pemain di industri pariwisata sehingga mereka dapat berkembang kembali pascapandemi. (dru)

Baca juga:

Pulau Komodo dan Padar, Dari Pasir Merah ke Wisata Mewah

#Travel #Wisata
Bagikan
Ditulis Oleh

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.

Berita Terkait

Indonesia
Menpar Widiyanti Bantah Bali Sepi Wisatawan, Data 2025 Tunjukkan Tren Positif
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan Bali tidak sepi wisatawan. Sepanjang Januari–November 2025, kunjungan mencapai 12,2 juta wisatawan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Menpar Widiyanti Bantah Bali Sepi Wisatawan, Data 2025 Tunjukkan Tren Positif
Travel
Resorts World Genting Jalin Kemitraan Kemitraan Strategis dengan Stakeholder Pariwisata, Bersiap Kenalkan Eufloria
Resorts World Genting melakukan penguatan kehadirannya di pasar Indonesia melalui penandatanganan kerja sama strategis.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Januari 2026
Resorts World Genting Jalin Kemitraan Kemitraan Strategis dengan Stakeholder Pariwisata, Bersiap Kenalkan Eufloria
Indonesia
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Jumlah penumpang Whoosh WNA mencapai 401.282 orang, naik 60 persen dibandingkan tahun 2024 sebanyak 251.525 penumpang.
Wisnu Cipto - Senin, 26 Januari 2026
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Indonesia
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Ancol kini menggelar promo tiket masuk seharga Rp 35 ribu. Nantinya, pengunjung mendapatkan voucher makan senilai Rp 20 ribu.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Indonesia
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Larangan pergerakan kapal pada malam hari di wilayah perairan Taman Nasional (TN) Komodo.
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Indonesia
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Menjadi representasi transformasi layanan kereta api dari sekadar moda transportasi menjadi bagian dari ekosistem pariwisata.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Indonesia
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Aktivitas perjalanan di Cirebon selama Nataru mencerminkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus meningkatnya minat perjalanan wisata berbasis kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Indonesia
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Perjalanan dengan kereta api kini dimaknai sebagai momen menikmati waktu, suasana, dan keindahan alam di sepanjang jalur rel.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Januari 2026
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Foto Essay
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Suasana warga piknik bersama keluarga menikmati matahari terbenam di Pantai Pattaya, Chonburi, Thailand, Sabtu (20/12/2025).
Didik Setiawan - Sabtu, 27 Desember 2025
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Indonesia
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Untuk itu, ia mendesak Pemprov DKI agar lebih masif dalam menyebarkan informasi pembukaan ini melalui berbagai kanal resmi pemerintah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 26 Desember 2025
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Bagikan