Transaksi B2B Jadi Lebih Mudah dengan Fitur Teranyar
Merancang berbagai fitur dalam antarmuka yang ramah bagi pengguna. (Foto: Unsplash/Smartworks Coworking)
GLOBAL Sources, platform pengadaan B2B (business to business) mengumumkan Global Sources Online Sourcing Platform (GSOL) untuk menawarkan berbagai fitur baru. Fitur ini nantinya menghubungkan pembeli dan pemasok yang terverifikasi di seluruh dunia.
Dengan menggabungkan solusi pengadaan yang disesuaikan dan informasi pasar yang tepercaya, perusahaan tersebut menjadi satu-satunya lokapasar pengadaan B2B internasional yang menjangkau lebih dari 10 juta pembeli dan pemasok O2O (online to offline), termasuk 97 dari Top 100 pedagang retail di dunia.
Pandemi telah menimbulkan disrupsi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap lingkungan B2B. Perusahaan riset Gartner menemukan bahwa di 2025 nanti, 80 persen interaksi penjualan B2B akan berlangsung secara digital.
Untuk membantu pembeli dan pemasok global memanfaatkan alat dan cara yang baru, Global Sources menjadi salah satu solusi untuk mendukung, seperti mengidentifikasi partner yang dapat dipercaya, mengaudit pabrik jika terdapat penghalang dalam perdagangan, serta mempertahankan pengembangan bisnis.
Baca juga:
"Platform GSOL yang telah dibangun kembali dan diberdayakan oleh teknologi terkini, merupakan komitmen untuk membantu mempersiapkan dunia menghadapi masa depan pengadaan," kata Pejabat Eksekutif Tinggi Global Sources Hu Wei, dalam siaran pers yang diterima Merahputih.com, Rabu (29/6).
Pihaknya akan merancang berbagai fitur dalam antarmuka yang ramah bagi pengguna. Di antaranya penggunaan 'Algoritma Mahadata' yang pintar untuk menghasilkan rekomendasi khusus bagi pembeli berdasarkan preferensi dan atribut, serta peringkat produk yang memiliki tingkat permintaan tinggi.
Selain itu juga ada'Rekomendasi Produk yang Disesuaikan' yang diberdayakan oleh analitik mahadata, sehingga meningkatkan pengalaman pengguna dan memungkinkan tanggapan yang lebih cepat.
Baca juga:
Dikembangkan dengan mesin eksklusif yang diberdayakan oleh AI, 'Match' atau fitur pencocokan membantu pembeli menentukan profilnya sendiri, menyesuaikan kriteria pengadaan, dan mencocokkan pemasok yang terverifikasi dengan cepat tanpa penghalang dari segi geografi dan bahasa.
'Pusat Pengetahuan Pengadaan' juga menawarkan informasi ekspor terkini dan informasi pintar tentang pengadaan, sehingga menciptakan peluang tambahan dan kemudahan bagi semua pengguna. Sumber daya daring yang komprehensif seperti tutorial, webinar sesuai permintaan, dan layanan penasihat juga termasuk di dalamnya.
Ada juga 'Ruang Pamer Realitas Virtual 360 derajat' yang diberdayakan oleh teknologi panorama 3D dan VR. Memungkinkan tur keliling pabrik yang mendalam secara virtual, sehingga pembeli menikmati tampilan 360 derajat dari pabrik dan melihat produk dari jarak yang lebih dekat. (and)
Baca juga:
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
FLEI 2025 Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global, Kadin Sebut Potensi Ekspor maki Terbuka
Dharma Jaya Catat Lonjakan Bisnis 190 Persen Sambil Jaga Ketahanan Pangan
‘KPop Demon Hunters’ Mewarnai Lorong Camilan di Korea Selatan, dari Mi Instan hingga Cake Bikin Perusahaan Cuan Besar
Tersangkut Kasus Pajak, Ketua Ferrari Jalani Hukuman Kerja Sosial
Unsur Politis Harus Dihindari Dalam Rencana Bisnis Kopdes, Bisa Gagal Jika Ambil Alih Bisnis Eksisting
Pendapatan KAI Melonjak 29 Persen, Catatkan Laba Bersih Rp 2,21 T di 2024
Indonesia Ingin Ada Peluang Bisnis Baru Dengan Prancis