Tragedi Kanjuruhan, Mahfud MD Sesalkan Usul Teknis Pertandingan Tidak Digubris Panpel

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Minggu, 02 Oktober 2022
Tragedi Kanjuruhan, Mahfud MD Sesalkan Usul Teknis Pertandingan Tidak Digubris Panpel

Menkopolhukam Mahfud MD. (Foto: Tangkapan Layar)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tragedi di dunia sepak bola terjadi di Indonesia. Sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dunia. Dua dari ratusan orang yang meninggal tersebut merupakan anggota Polri.

Tercatat, sebanyak 34 orang dilaporkan meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan, sementara sisanya meninggal dunia saat mendapatkan pertolongan di sejumlah rumah sakit setempat.

Baca Juga:

Buntut Kericuhan, PSSI Larang Arema FC Tuan Rumah sampai Selesai Musim

Hingga Minggu pagi, sedikitnya 180 orang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Malang. Selain korban meninggal dunia, tercatat sebanyak 13 unit kendaraan mengalami kerusakan, yang 10 di antaranya merupakan kendaraan Polri.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menegaskan, pihaknya sudah berkordinasi dengan Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta.

"Pemerintah menyesalkan atas kerusuhan di Kanjuruhan. Pemerintah akan menangani tragedi ini dengan baik," katanya.

Ia menyampaikan duka dan belasungkawa kepada keluarga korban, kami menyampaikan belasungkawa.

"Kami juga berharap agar keluarga korban bersabar dan terus berkordinasi dgn aparat dan petugas pemerintah di lapangan," katanya.

Ia menegaskan, Pemda Kabupaten Malang akan menanggung biaya rumah sakit bagi para korban.

Mahfud menegaskan, sejak sebelum pertandingan pihak aparat sudah mengantisipasi melalui koordinasi dan usul-usul teknis di lapangan. Misal, pertandingan agar dilaksanakan sore (bukan malam). Selain itu, jumlah penonton agar disesuaikan dengan kapasitas stadion yakni 38.000 orang.

"Tapi usul-usul itu tidak dilakukan oleh panitia pelaksana yang tampak sangat bersemangat. Pertandingan tetap dilangsungkan malam, dan tiket yang dicetak jumlahnya 42.000," katanya.

Ia menegaskan, tragedi Kanjuruhan itu bukan bentrok antar supporter Persebaya dengan Arema. Sebab pada pertandingan itu supporter Persebaya tidak boleh ikut menonton.

"Supporter di lapangan hanya dari pihak Arema. Oleh sebab itu, para korban pada umumnya meninggal karena desak-desakan, saling himpit, dan terinjak-injak, serta sesak nafas."

Ia memaparkan, tidak ada korban pemukulan atau penganiayaan antar supporter.


"Pemerintah telah melakukan perbaikan pelaksanaan pertandingan sepak bola dari ke waktu dan akan terus diperbaiki. Tetapi olahraga yang menjadi kesukaan masyarakat luas ini kerap kali memancing para supporter untuk mengekspresikan emosi secara tiba-tiba," tulis Mahfud dalam Istagramnya. (Knu)

Baca Juga:

Kericuhan Suporter Usai Arema Vs Persebaya, PSSI Bentuk Tim Investigasi

#Liga 1 #Mahfud MD
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Turun Kasta ke Liga 2, Manajemen Persis Solo Minta Maaf
Persis Solo tidak akan mengambil jeda panjang dan langsung mempersiapkan diri untuk melakukan restrukturisasi pada semua lini. Semua jajaran manajemen juga akan dievaluasi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 25 Mei 2026
Turun Kasta ke Liga 2, Manajemen Persis Solo Minta Maaf
Olahraga
Laga Terakhir Persita Tangerang Harus Tanpa Penonton
Agresivitas dari Persita Tangerang menghadapi Persis Solo jangan kendur, apalagi Solo ingin keluar dari zona degradasi.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 23 Mei 2026
Laga Terakhir Persita Tangerang Harus Tanpa Penonton
Olahraga
Selangkah Lagi Raih Gelar Juara, Persib Ingin Cetak Sejarah di Hadapan Bobotoh
perjuangan skuad Maung Bandung belum sepenuhnya selesai karena masih menyisakan satu laga pamungkas pada pekan ke-34 BRI Super League 2025/2026.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 19 Mei 2026
Selangkah Lagi Raih Gelar Juara, Persib Ingin Cetak Sejarah di Hadapan Bobotoh
Indonesia
Suporter Nyalakan Flare, Manajemen Persis Solo Pasrah Jika Kena Sanksi Ratusan Juta
Tercatat, sebanyak 8 orang suporter terpaksa harus mendapatkan perawatan medis dari petugas P3K di lokasi karena mengalami sesak napas dan kepanikan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 18 Mei 2026
Suporter Nyalakan Flare, Manajemen Persis Solo Pasrah Jika Kena Sanksi Ratusan Juta
Olahraga
Dewa United Kantongi Dominasi Kemenangan Dibanding Kekalahan
Dewa United optimis mampu finis peringkat empat Super League musim 2025/2026.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 17 Mei 2026
Dewa United Kantongi Dominasi Kemenangan Dibanding Kekalahan
Indonesia
Bobotoh Dilarang Datang ke Stadion Saat Lawan Persija, Manajemen Persib Siapkan Nobar
Larangan tersebut mengacu pada Pasal 5 ayat 7 Regulasi Kompetisi Super League 2025/2026 yang menyebutkan suporter tim tamu tidak diperkenankan hadir dalam pertandingan selama masa transformasi sepak bola nasional
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 08 Mei 2026
Bobotoh Dilarang Datang ke Stadion Saat Lawan Persija, Manajemen Persib Siapkan Nobar
Olahraga
Persib Pastikan Tak Lakukan Intervensi Soal Pemindahan Laga 'El Clasico' Lawan Persija
Manajemen Persib Bandung mengajak seluruh pendukung setia, Bobotoh, untuk memberikan dukungan secara positif
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Mei 2026
Persib Pastikan Tak Lakukan Intervensi Soal Pemindahan Laga 'El Clasico' Lawan Persija
Olahraga
Persija Melawan Keterbatasan Waktu Hadapi PSIM, Mauricio Souza: Kami Termotivasi
Pelatih Persija, Mauricio Souza menjelaskan bahwa perubahan lokasi pertandingan tandang melawan PSIM membuat persiapan timnya tidak ideal.
Frengky Aruan - Rabu, 22 April 2026
Persija Melawan Keterbatasan Waktu Hadapi PSIM, Mauricio Souza: Kami Termotivasi
Indonesia
Sukses Jauhi Zona Degradasi, Coch Milo Bakal Perbanyak Latihan Fisik Pemain Persis Solo
faktor yang membuat Persis bisa meraih tiga poin karena semangat juang dan persiapan yang kuat saat sesi latihan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 April 2026
Sukses Jauhi Zona Degradasi, Coch Milo Bakal Perbanyak Latihan Fisik Pemain Persis Solo
Indonesia
Bupati Tulungagung Kena OTT KPK, Mahfud MD Soroti Mark Up Anggaran
Mahfud MD menyoroti persoalan klasik yang menghantui birokrasi Indonesia, yakni kebocoran anggaran.
Frengky Aruan - Minggu, 12 April 2026
Bupati Tulungagung Kena OTT KPK, Mahfud MD Soroti Mark Up Anggaran
Bagikan