MerahPutih.com - Setelah lima tahun Persis naik kasta tertinggi sepak bola Indonesia Liga 1, setelah juara Liga 2 pada musim 2020/2021, klub asal Solo ini harus kembali ke liga 2.
Direktur Persis Solo Saestu, Ginda Ferachtriawan buka suara setelah Persis Solo resmi dinyatakan degradasi Liga 2 musim 2026/2027.
Ginda mengatakan hasil ini sangat berat diterima. Manajemen pun meminta maaf pada warga Solo dan suporter.
“Ini (degradasi) berat bagi kita semua. Sebagai Direktur, saya berdiri di sini dengan penyesalan mendalam dan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada seluruh suporter yang telah memberikan segalanya untuk tim ini,” ujar Ginda, Minggu (24/5).
Baca juga:
Persis Solo Dapat Dukungan Penuh dari Suporter, Flare Membara di Latihan Terakhir
Dia tak menampik hasil ini cerminan dari kegagalan memenuhi ekspektasi dan menjaga kebanggaan kota ini.
“Saya menyadari bahwa kekecewaan kalian adalah cerminan dari kegagalan kami dalam memenuhi ekspektasi dan menjaga kebanggaan kota ini,” kata dia.
Dia menegaskan, pihaknya tidak pernah meragukan loyalitas suporter pada Laskar Sambernyawa. Ini akan menjadi momen semua untuk kembali merekatkan barisan menjadi lebih kuat.
“Sampai saat ini saya tidak pernah meragukan loyalitas serta kontribusi kalian kepada Sambernyawa, dan pada saat badai datang seperti ini saya yakin akan menjadi momen bagi kita semua untuk kembali merekatkan barisan menjadi lebih kuat,” kata dia.
Ginda memastikan akan mempertanggungjawabkan dan melaporkan segala dinamika yang terjadi kepada para owner. Kedepan akan berbenah bekerja keras memperbaiki pondasi yang retak, dan bekerja dua kali lebih keras.
“Kami tidak akan membiarkan pengorbanan dan air mata kalian sia-sia. Kami akan segera berbenah, memperbaiki pondasi yang retak, dan bekerja dua kali lebih keras,” ucap dia.
Persis Solo tidak akan mengambil jeda panjang dan langsung mempersiapkan diri untuk melakukan restrukturisasi pada semua lini. Semua jajaran manajemen juga akan dievaluasi.
“Kami tidak akan mengambil jeda panjang dan langsung mempersiapkan diri untuk melakukan restrukturisasi pada semua lini, sekaligus evaluasi menyeluruh pada jajaran staf kepelatihan, official, dan staf agar bisa segera merancang kerangka tim mulai Juni mendatang,” pungkasya. (Ismail/Jawa Tengah).

