MerahPutih.com - Ratusan suporter Persis Solo memadati dan menyalakan flare di lapangan Kota Barat, tepat saat sesi latihan Laskar Sambernyawa.
Para suporter kompak memberi dukungan kepada Andrei Alba dan kawan-kawan yang tengah menjalani latihan terakhir jelang bertolak ke kandang Persita, untuk melakoni laga hidup mati sekaligus bertahan di Super League musim depan melawan Persita, Sabtu (23/5).
Tak hanya memberikan dukungan dari pinggir lapangan, para suporter Persis Solo juga menempelkan berbagai spanduk dengan berbagai kata-kata dukungan di sudut-sudut lapangan.
Baca juga:
Suporter Nyalakan Flare, Manajemen Persis Solo Pasrah Jika Kena Sanksi Ratusan Juta
Persis Harus Curi Poin di Kandang Persita demi Bertahan di Super League
Persis Solo bisa bertahan jika mampu mencuri poin di laga melawan Persita, tetapi dengan catatan Madura United tumbang di kandang sendiri saat menjamu PSM Makassar di hari yang sama.
Menanggapi hal tersebut, Direktur PT Persis Solo Saestu (PSS), Ginda Ferachtriawan, mengapresiasi kehadiran para suporter.
Menurut Ginda, kehadiran para pendukung tersebut merupakan bentuk dukungan moral yang besar bagi anak asuh Milomir Seslija.
“Ini bentuk support latihan terakhir Persis Solo musim ini jelang melawan Persita,” kata Ginda, Kamis (21/5).
Baca juga:
Laga Persita vs Persis Digelar Tanpa Penonton
Ia berharap dengan suntikan semangat yang diberikan para suporter sebelum Persis Solo bertolak ke kandang lawan pada Kamis (21/5/2026) besok bisa menambah motivasi untuk mengunci kemenangan di sana.
“Mudah-mudahan pemain juga menganggap bahwa ini sebagai lecutan penambah semangat karena saya sudah menyampaikan pemain biar bermain lepas. Kita dari manajemen hanya memastikan semua hak pemain terpenuhi sehingga bisa main secara maksimal,” ucap dia
Sementara itu, terkait pertandingan antara Persita vs Persis yang digelar tanpa penonton. Ginda menegaskan, bahwa pihaknya mengikuti aturan yang ditetapkan operator liga.
“Terkait siapa yang akan mendampingi tim pada akhir laga akhir pekan ini pihaknya bakal mengikuti situasi yang ada di Tangerang. Karena pertandingan digelar tanpa penonton,” pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)