Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Toleransi dalam Stoples Kue Kering Khas Lebaran

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Selasa, 03 Mei 2022
Toleransi dalam Stoples Kue Kering Khas Lebaran

Nastar biasanya disajikan saat perayaan tertentu. (Foto: Unsplash/shirleysavitri)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

LEBARAN identik dengan berbagai sajian kue kering, seperti nastar, kastengel, lidah kucing, dan putri salju. Siapa sangka, kudapan khas tersebut ternyata memiliki makna toleransi di baliknya.

Hal tersebut diungkapkan Sejarawan kuliner Universitas Padjadjaran Fadly Rahman. Mengutip laman ANTARA, Senin (2/5), ia menjelaskan kue kering tersebut mulanya dikenal pada masa kolonial melalui pertukaran hantaran dari keluarga Eropa untuk keluarga priyayi yang merayakan Lebaran. Kue-kue tersebut juga menjadi kudapan biasa dihidangkan pada hari-hari perayaan umat Nasrani.

"Kue-kue kering ini disajikan ketika keluarga-keluarga priyayi merayakan lebaran dan di sini juga ada hantar-menghantar ketika Lebaran. Keluarga-keluarga Eropa menghantarkan makanan seperti kue-kue kering ini untuk keluarga priyayi," kata Fadly.

Baca juga:

Berapa Lama Sih Umur Kue Kering Lebaran?

Toleransi dalam Kue Kering Khas Lebaran
Kue kastengel yang wajib saat lebaran. (Foto: YouTube@Devina Hermawan)


Kue kering diadopsi dari kalangan Eropa tersebut, lanjut Fadly, dimodifikasi sedemikian rupa sehingga memiliki bentuk, bahan, dan rasa berbeda dengan aslinya. Kastengel atau kaasstengels dalam bahasa Belanda, memiliki bentuk lebih panjang di versi aslinya. Selain bentuk, Fadly mengatakan kualitas keju digunakan pada kastengel di Belanda dan Hindia Belanda juga berbeda.

Lain kastengel, lain nastar. Nastar terinspirasi dari kue pai atau tar Eropa nan biasanya diisi dengan bluberi dan apel. Nastar berasal dari dua kata dalam bahasa Belanda, antara lain ananas (nanas) dan taart (kue). Fadly mengatakan nastar merupakan inovasi dibuat para perempuan Belanda di Hindia Belanda. Kala itu mereka memanfaatkan buah nanas nan hanya tumbuh di daerah tropis sebagai pengganti isian kue.

Baca juga:

Cara Mudah Buat Kue-Kue Lebaran Favorit

Toleransi dalam Kue Kering Khas Lebaran
Awalnya diciptakan masyarakat Belanda. (Foto: YouTube@Devina Hermawan)

"Itulah proses modifikasi, artinya di tangan orang-orang di Hindia Belanda berbeda dengan apa yang dihasilkan di Belanda sana. Kalau kita perhatikan bentuk nastar dan kastengel yang ada di Belanda itu berbeda," ujarnya.

Selain keluarga Eropa, Fadly menambahkan kalangan pengonsumsi kue-kue kering itu mulanya hanya keluarga priyayi atau ningrat. Sebab, merekalah pemilik akses hubungan dengan orang-orang Eropa, hingga kemudian dibuat di rumah-rumah tangga pribumi kebanyakan.

Tradisi hantaran tidak hanya terjadi saat Lebaran, tetapi juga Natal. Maka keluarga pribumi juga turut menghantarkan makanan tradisional.

"Jadi tidak heran kalau pada masa kolonial orang Eropa juga mengenal makanan-makanan khas pribumi, ya, seperti tertulis dalam buku-buku masakan berbahasa Belanda. Mereka bukan hanya menikmati makanan Eropa, tapi juga apa yang dinikmati bumiputra," tutup Fadly. (and)

Baca juga:

Resep Kue Lebaran Cookies Almond

#Kuliner #Lebaran #Kue Lebaran
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Kuliner
Oreo X BTS Resmi Hadir di Indonesia, Cookie Enak dengan Cita Rasa Korea
Ini merupakan kreasi spesial dengan rasa hotteok brown sugar pancake yang dibuat bersama BTS dan didedikasikan khusus bagi para penggemarnya di seluruh dunia.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Oreo X BTS Resmi Hadir di Indonesia, Cookie Enak dengan Cita Rasa Korea
Kuliner
Jelajah Kuliner Nusantara di PRJ Kemayoran 2026, dari Kerak Telor hingga Soto Banjar
PRJ 2026 menghadirkan ragam kuliner Nusantara, mulai dari Kerak Telor, Ayam Betutu, Mie Aceh, hingga Soto Banjar dalam satu lokasi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 Juli 2026
Jelajah Kuliner Nusantara di PRJ Kemayoran 2026, dari Kerak Telor hingga Soto Banjar
Kuliner
BINTANG Arak Jeruk & Madu Perluas Kehadiran di Indonesia, Bikin Nongkrong Lebih Segar dan Seru
Sejak pertama kali diperkenalkan di Bali, BINTANG Arak Jeruk & Madu telah menarik perhatian konsumen.
Dwi Astarini - Sabtu, 27 Juni 2026
 BINTANG Arak Jeruk & Madu Perluas Kehadiran di Indonesia, Bikin Nongkrong Lebih Segar dan Seru
Fun
8 Jajanan Viral untuk Dicoba di Jakarta Fair Kemayoran 2026, dari Dubai Lava Cookies hingga Long Hotdakk
Jakarta Fair Kemayoran 2026 tak hanya menawarkan promo belanja, tetapi juga sederet kuliner viral yang ramai diburu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 26 Juni 2026
8 Jajanan Viral untuk Dicoba di Jakarta Fair Kemayoran 2026, dari Dubai Lava Cookies hingga Long Hotdakk
Fun
Jangan Lewatkan, Aktivitas Seru di Rumah Indofood Selama Jakarta Fair 2026
Tahun ini, Rumah Indofood hadir di Jakarta Fair dengan tema Semua Ada di Rumah Indofood.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
  Jangan Lewatkan, Aktivitas Seru di Rumah Indofood Selama Jakarta Fair 2026
Dunia
Perang di Iran Bikin Camilan Tampil Hitam Putih
Langkah ini menjadi contoh terbaru bagaimana barang kebutuhan sehari-hari terdampak setelah Iran secara efektif menutup Selat Hormuz.
Dwi Astarini - Rabu, 13 Mei 2026
  Perang di Iran Bikin Camilan Tampil Hitam Putih
Kuliner
Sate Lalat, Kuliner Unik Madura yang Bisa Jadi Inspirasi Olahan Daging Kurban
Sate lalat khas Madura bisa jadi inspirasi olahan daging kurban saat Idul Adha. Simak asal-usul nama, cara membuat, dan sejarah kuliner legendaris ini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Sate Lalat, Kuliner Unik Madura yang Bisa Jadi Inspirasi Olahan Daging Kurban
Kuliner
Hennessy MyWay 2026 Buka Peluang Mixologist Indonesia Tampil di Panggung Global
Hennessy MyWay merupakan platform yang menantang para bartender mendefinisikan ulang seni meracik koktail melalui keberlanjutan, storytelling, dan pengalaman berbasis ritual.
Dwi Astarini - Selasa, 12 Mei 2026
Hennessy MyWay 2026 Buka Peluang Mixologist Indonesia Tampil di Panggung Global
Kuliner
Sake dari Luar Angkasa Terjual Rp 11 Miliar, Kemasannya cuma 100 Mililiter
Dassai bekerja sama dengan Mitsubishi Heavy Industries untuk melakukan fermentasi bahan sake di angkasa luar.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
Sake dari Luar Angkasa Terjual Rp 11 Miliar, Kemasannya cuma 100 Mililiter
Fun
The Coach Coffee Shop x Fleur by Raja Hadirkan Pengalaman Salt Bread Eksploratif
Kolaborasi The Coach Coffee Shop dan Fleur by Raja hadirkan Fleur de New York. Nikmati salt bread unik dan kopi spesial di Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 26 April 2026
The Coach Coffee Shop x Fleur by Raja Hadirkan Pengalaman Salt Bread Eksploratif
Bagikan