TNI Kerahkan 30 Bus Antar Pendemo Aksi Damai

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 05 November 2016
TNI Kerahkan 30 Bus Antar Pendemo Aksi Damai

TNI Kerahkan Bus-bus untuk antar peserta Demo Damai 4 November pulang. (Foto Dok./Puspen TNI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TNI memang paten, semalam saya bingung musti pulang pake apa karena waktu saya balik ke Istiqlal, bus yang membawa saya dari Purwakarta sudah gak ada, saya tidak ingin meminta-minta, saya harus tetap santun sebagai orang muslim, Alhamdulillah... Allah SWT menurunkan bantuannya melalui Bapak-Bapak Tentara yang menyiapkan bus untuk mengangkut saya dan teman-teman, Pak TNI memang paling jempol...Makasih Pak Tentara.

Demikian ungkapan kegembiraan salah satu pendemo yang terlibat dalam aksi damai penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh para Ulama, Kyai, Habib dan Ustazd pada tanggal 4 November 2016 di Jakarta.

Mengetahui permasalahan para pendemo yang tidak dapat kembali ke kampung halaman, karena ketinggalan bus angkutan dan tidak memiliki uang serta menginap di berbagai tempat di Jakarta, salah satunya adalah Masjid Istiqlal, maka TNI yang berasal dari rakyat tidak berdiam diri, dengan respon cepat TNI mengerahkan bus TNI untuk mengantarkan para pendemo ke daerah masing-masing.

Para pendemo antri naik bus-bus TNI yang akan mengantar pulang.(Foto Dok./Puspen TNI)

Hal tersebut selaras dengan pernyataan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat Apel Gelar Kesiapsiagaan Pengamanan Kampanye dalam rangka Pilkada serentak di Silang Monas beberapa waktu yang lalu bahwa TNI Berasal dari Rakyat.

“Untuk prajurit TNI dimanapun bertugas dan berada, jangan pernah ragu dalam melindungi rakyatmu, karena TNI berasal dari rakyat, rakyat adalah Ibu Kandung TNI, TNI adalah satu yakni Tentara Nasional yang selalu berdiri tegak di semua golongan,” jelas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

30 bus TNI yang mengantarkan 542 orang pendemo kedaerahnya masing-masing tersebut, berangkat dari Jakarta, Sabtu (5 Nov) ba’da Shubuh dengan tujuan diantaranya, wilayah Kodam III/Slw meliputi Bandung menggunakan 5 (lima) bus, Purwakarta 6 (enam) bus, Karawang 4 (empat) bus, Cilegon dan Serang 7 (tujuh) bus, Bogor 2 (dua) bus, Tangerang dan Balaraja 3 (tiga) bus, serta wilayah Kodam IV/Dip, diantaranya Purwokerto menggunakan 3 (tiga) bus.

“Alhamdulillah...., kita para pendemo tidak hanya diantar oleh bus-bus TNI secara gratis, tapi kita juga disiapkan makanan dan minuman oleh Prajurit TNI selama dalam perjalanan,” kata para pendemo.

BACA JUGA

  1. Kawal Demo 4 November, TNI-Polri Terus Bersinergi
#Loyalitas TNI #TNI
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Komisi I DPR Minta TNI-Polri Perkuat Sinergi Tangani Begal
Sinergi tersebut perlu terus ditingkatkan agar mampu memberikan rasa aman yang lebih optimal kepada masyarakat.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Komisi I DPR Minta TNI-Polri Perkuat Sinergi Tangani Begal
Indonesia
2 Batalyon Komcad Bakal Dibangun di 514 Kabupaten
Pembangunan Batalyon Komcad itu dilakukan agar personel TNI di daerah mudah mendapatkan bantuan tambahan personel dalam melaksanakan tugas-tugas pertahanan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
2 Batalyon Komcad Bakal Dibangun di 514 Kabupaten
Indonesia
2.300 ASN Ikut Latihan Jadi Komponen Cadangan Gelombang II di Agustus
Donny membuka kemungkinan tempat pelatihan Komcad ASN gelombang II akan berbeda dari gelombang I.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
2.300 ASN Ikut Latihan Jadi Komponen Cadangan Gelombang II di Agustus
Indonesia
4 Prajurit TNI Dituntut Penjara 2,5 Tahun dalam Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Oditur militer menuntut empat prajurit TNI dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Tindakan para terdakwa disebut dilakukan secara terencana.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 03 Juni 2026
4 Prajurit TNI Dituntut Penjara 2,5 Tahun dalam Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Indonesia
4 Tentara Terdakwa Teror Air Keras Aktivis Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun Bui, Vonis Diketok 10 Juni
Empat personel TNI terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus dituntut 2,5 tahun penjara.
Wisnu Cipto - Rabu, 03 Juni 2026
4 Tentara Terdakwa Teror Air Keras Aktivis Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun Bui, Vonis Diketok 10 Juni
Indonesia
Eks Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia di RSPAD Pukul 14.03 WIB, Bakal Disemayamkan di Cikeas
Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, eks Menteri Pertahanan RI, meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto pada 31 Mei 2026.
Wisnu Cipto - Minggu, 31 Mei 2026
Eks Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia di RSPAD Pukul 14.03 WIB, Bakal Disemayamkan di Cikeas
Indonesia
Komisi I DPR Tegaskan Pemberantasan Begal Tugas Polisi, Bukan Tupoksi TNI
Komisi I DPR menegaskan pemberantasan begal adalah tugas Polri. TNI hanya bisa terlibat jika ada permintaan resmi dan koordinasi.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Komisi I DPR Tegaskan Pemberantasan Begal Tugas Polisi, Bukan Tupoksi TNI
Indonesia
Beri Taklimat di Seskoad, Prabowo Minta Perwira TNI Adaptif Hadapi Geopolitik Global
Presiden Prabowo Subianto meminta perwira TNI mampu beradaptasi dengan perubahan geopolitik global dan menyesuaikan doktrin militer dengan perkembangan zaman.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 25 Mei 2026
Beri Taklimat di Seskoad, Prabowo Minta Perwira TNI Adaptif Hadapi Geopolitik Global
Indonesia
Keluarga Korban Minta 3 Terdakwa Pembunuhan Kacab BRI Divonis Seumur Hidup
Peristiwa itu menimbulkan luka mendalam bagi keluarga korban sekaligus mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi militer. 

Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
Keluarga Korban Minta 3 Terdakwa Pembunuhan Kacab BRI Divonis Seumur Hidup
Indonesia
Profil Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, Jenderal Muda yang Kini Jadi Waka Bais TNI
Mayjen Aulia Dwi Nasrullah yang dikenal sebagai salah satu jenderal termuda TNI kini dipercaya menjabat Wakil Kepala Bais TNI.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
Profil Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, Jenderal Muda yang Kini Jadi Waka Bais TNI
Bagikan