Kesehatan

Tips Menjaga Kesehatan Gigi Selama Masa Pandemi

Muchammad YaniMuchammad Yani - Senin, 30 November 2020
Tips Menjaga Kesehatan Gigi Selama Masa Pandemi

Merawat kesehatan gigi sendiri selama masa pandemi. (Foto: Pixabay/jarmoluk)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KONDISI Pandemi memaksa kita untuk meminimalkan aktivitas di luar rumah. Tetapi beberapa kebutuhan sebenarnya tidak boleh ditunda sama sekali. Salah satunya perawatan gigi secara rutin. Sayangnya, institusi perawatan kesehatan termasuk klinik gigi membatasi kunjungan pasien karena beresiko memperluas rantai penyebaran virus.

Melansir dari drdeanlodding.com, meskipun perawatan gigi biasa masih sangat dibatasi, klinik akan tetap menerima pasien dengan kondisi gawat darurat. Tapi jangan sampai kita terpaksa pergi ke dokter gigi hanya karena kelalaian semata. Jaga lah kesehatan gigi dengan ketat selama pandemi untuk membantu meringankan beban para dokter dan perawat yang menjadi garda terdepan melawan virus Corona.

Baca juga:

Lima Vaksin Terpenting dalam Sejarah Manusia

1. Menyikat gigi dengan teknik yang benar

Memperbaiki teknik menyikat gigi. (Foto: Pixabay/jennyfriedrichs)
Memperbaiki teknik menyikat gigi. (Foto: Pixabay/jennyfriedrichs)

Menyikat gigi saja tidak cukup untuk merawat keseluruhan rongga mulut. Rutin cek dan membersihkan karang gigi memang harus dilakukan untuk menghindari berbagai penyakit. Kerusakan pada gigi bahkan bisa mempengaruhi kesehatan organ dalam karena saraf-saraf yang saling terhubung. Tetapi kita bisa melonggarkan rutinitas cek kesehatan gigi khusus di masa pandemi ini dengan mengoreksi cara menyikat gigi selama ini. Jangan lupa menjangkau gigi bagian dalam saat menyikat agar seluruh kotoran keluar tak bersisa.

2. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluorida

Perhatikan kandungan yang ada di dalam pasta gigi. (Foto: Pixabay/PhotoMIX-Company)
Perhatikan kandungan yang ada di dalam pasta gigi. (Foto: Pixabay/PhotoMIX-Company)

Pastikan untuk membaca kandungan yang ada di dalam pasta gigimu. Usahakan untuk membeli pasta gigi yang mengandung fluorida untuk membantu mencegah karises dan kerusakan lapisan email pada permukaan gigi. Lengkapi rangkaian membersihkan gigi dengan menggunakan mouth wash.

Baca juga:

Cantik dengan Buah Mangga

3. Jangan lupa mouth wash

Lengkapi rangkaian sikat gigi dengan mouth wash. (Foto: Pixabay/Olichel)
Lengkapi rangkaian sikat gigi dengan mouth wash. (Foto: Pixabay/Olichel)

Sebenarnya sikat gigi saja memang sudah cukup efektif untuk membersihkan sela gigi dari sisa makanan. Tetapi menggunakan mouth wash bisa membersihkan sela-sela gigi yang tidak bisa dijangkau oleh sikat. Apalagi di dalam kandungan mouth wash terdapat essential oil untuk membunuh berbagai jenis bakteri penyebab bau mulut.

4. Mengurangi konsumsi makanan perusak gigi

Hindari makanan terlalu manis atau terlalu asam. (Foto: Pixabay/RitaE)
Hindari makanan terlalu manis atau terlalu asam. (Foto: Pixabay/RitaE)

Supaya tidak perlu sering-sering ke dokter gigi selama pandemi, kamu juga harus mulai menjaga pola makan. Selain mengubah gaya hidup demi menjaga kesehatan dan terhindar dari virus Corona, menjaga makanan juga bisa membuat gigi semakin sehat. Hindari makanan yang mengandung gula tinggi dan zat asam agar kesehatan gigi tetap terjaga. (mar)

Baca juga:

Perawatan Kulit Wajah Secara Menyeluruh Selama Pandemi

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan