Kesehatan

Tips Ampuh Cegah Kulit Kering Saat Puasa

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Kamis, 14 April 2022
Tips Ampuh Cegah Kulit Kering Saat Puasa

Tips mencegah kulit kering saat puasa (Foto: Pixabay/chezbeate)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAAT berpuasa di bulan Ramadan, pola makan yang tidak teratur dan kurangnya asupan cairan, bisa menimbulkan sejumlah masalah pada kulit. Seperti bibir kering, bibir pecah-pecah, hingga jerawat.

Ini disampaikan oleh dokter spesialis kulit dr. Kardiana Dewi, Sp.KK, FINSDV, namun kamu tidak perlu khawatir, karena ada sejumlah tips sederhana yang bisa mengatasi masalah kulit.

Baca Juga:

Tips Ampuh Jaga Kebersihan Gigi dan Mulut saat Berpuasa

pastikan asupan carian pada tubuh kamu terpenuhi (Foto: Pixabay/congerdesign)

Seperti yang dikutip dari laman Antara, pertama kamu harus banyak minum air putih. Selama ramadan, pastikan asupan carian pada tubuh kamu terpenuhi, untuk menjaga kelembapan kulit. Karena, manusia membutuhkan minimal 1,5 hingga 2 liter atau 8 gelas air dalam sehari.

Karena itu, Dokter Dewi menyarankan, untuk minum dua gelas ketika sahur dan sebelum imsak. Kemudian enam gelas saat berbuka puasa hingga sebelum tidur.

Dia menyarankan untuk menghindari minuman berkalori tinggi dan gula yang berlebih, seperti soda atau sirup. Karena, bisa menyebabkan timbulnya permasalahan pada kulit, seperti jerawat, iritasi hingga eksim.

Kemudian yang kedua adalah perhatikan durasi mandi dan suhu air. Sebaiknya kamu hindari mandi terlalu lama dengan air panas, karena bisa menghilangkan minyak alami kulit. Alhasil, kulit kamu menjadi kering dalam jangka panjang.

Baca Juga:

Meski Gorengan Paling Dirindukan, Dokter Sarankan Awali Buka Puasa Minum Air Putih

konsumsi kurma secara wajar bisa membuat kulit menjadi lembut (Foto: Pixabay/pictavio)

Lalu yang ketiga adalah konsumsi makanan yang baik untuk kulit. Seperti kurma, karena konsumsi kurma secara wajar bisa membuat kulit menjadi lembut. Selain itu, penting juga mengonsumsi sayur dan buah dengan kandungan air tinggi, seperti semangka, jeruk, pepaya dan nanas yang bisa menjaga kelembapan kulit.

Tips keempat, pilihlah pelembap sesuai dengan kondisi kulit. Dokter Dewi menyarankan, untuk memilih pelembap bertekstur ringan atau water based untuk kulit berminyak. Sementara untuk kulit kering, gunakanlah pelembap yang teksturnya lebih pekat atau creamy.

Kemudian yang kelima adalah mengurangi pemakaian produk yang memicu kulit kering. Kendati rangkaian perawatan kecantikan kulit tetap harus dijalankan secara rutin selama Ramadan. Sebaiknya hindari produk eksfoliasi yang bisa mengikis sel kulit untuk sementara. Karena, selama puasa, kondisi kulit cenderung lebih kering dari biasanya.

Jangan lupa untuk cek kandungan pada skincare yang ingin kamu gunakan. Bagi yang memiliki kulit kering, sebaiknya hindari produk yang mengandung cairan acid seperti BHA, AHA, retinol, karena bisa menimbulkan iritasi. (Ryn)

Baca Juga:

Pentingnya Membeli Produk Lokal Selama Ramadan

#Kesehatan #Kulit Sehat #Kulit Kering
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan