Tips Agar Tidak Termakan Berita 'Hoax'

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Rabu, 04 Oktober 2017
Tips Agar Tidak Termakan Berita 'Hoax'

Ilustrasi. (Foto Ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Masyarakat kerap dihebohkan dengan pesan berantai (broadcast message) terkait berita bohong atau hoax di beberapa jejaring media sosial. Karena itu pula, tak sedikit dari masyarakat yang percaya akan kabar bohong tersebut.

Menanggapi hal demikian, Pengamat Media Sosial dari Universitas Muhammadiyah Prof DR Hamka (Uhamka) Dini Wahdiyati angkat bicara terkait informasi hoax yang meresahkan itu.

"Agar terhindar dari hoax, ya, harus membiasakan diri tabayyun atau mengkroscek ulang, cek kebenarannya dulu. Sekarang banyak layanan via media online yang update tiap detik. Ini cara yang cukup efektif untuk cek kebenaran berita sebelum menyebarkannya," kata Dini saat dihubungi, Selasa (3/10).

Usai mengkroscek informasi tersebut, Dini melanjutkan, masyarakat bisa mengambil keputusan berbagi berita tersebut. Bukan hanya berita yang menebar kebencian dan konflik. Masyarakat juga bisa menyaring beberapa informasi terkait dunia kesehatan yang juga tidak kalah mengerikan.

"Banyak dari orang-orang yang menderita sakit tertentu mengikuti anjuran pengobatan yang dibagikan secara berantai tersebut. Ternyata bukan kesembuhan yang didapat, malah penyakit makin parah. Bahkan sampai ada pengalaman teman kerabatnya sampai koma dan akhirnya meninggal dunia," katanya.

Untuk itu, Dini berharap agar pemerintah bisa bertindak cepat dalam menangani kasus hoax di kalangan masyarakat.

"Kita juga, sebagai pengguna harus punya mekanisme regulasi diri untuk selalu tabayyun atau kroscek, pemerintah juga harus responsif terkait pesan-pesan hoax tersebut," tandasnya.

Sebelumnya, masyarakat sempat dihebohkan dengan pesan berantai (broadcast message) terkait tawuran antara Forum Betawi Rempuk (FBR) dengan warga Ambon di Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur, pada Senin (2/10).

Dari pesan berantai tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak melewati Jalan Dewi Sartika terlebih dahulu, dikarenakan tawuran yang sudah memakan korban jiwa. (Asp)

Baca berita terkait informasi hoax lainnya di: Polisi: Tawuran Di Dewi Sartika Hoax

#Berita Hoax
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Kabarnya Bakal Audit Kekayaan Luhut Binsar Pandjaitan
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, kabarnya meminta kekayaan Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, diaudit.
Soffi Amira - Kamis, 29 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Kabarnya Bakal Audit Kekayaan Luhut Binsar Pandjaitan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Stop Gaji Anggota DPR selama 3 Bulan, Uangnya Dipakai untuk Bantu Korban Bencana Alam
Presiden RI, Prabowo Subianto, kabarnya menghentikan gaji anggota DPR selama tiga bulan. Uangnya akan digunakan untuk korban bencana alam.
Soffi Amira - Selasa, 27 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Stop Gaji Anggota DPR selama 3 Bulan, Uangnya Dipakai untuk Bantu Korban Bencana Alam
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pesawat ATR 42-500 Jatuh karena Power Bank Penumpang Terbakar
Pesawat ATR 42-500 terjatuh karena power bank milik penumpang terbakar. Namun, apakah informasi ini bisa dibenarkan?
Soffi Amira - Senin, 26 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pesawat ATR 42-500 Jatuh karena Power Bank Penumpang Terbakar
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Presiden AS, Donald Trump, dikabarkan akan menangkap Presiden RI, Prabowo Subianto, jika melakukan kerusakan alam hingga terjadi bencana.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Hakim PN Surakarta Pastikan Ijazah Jokowi Palsu
Hakim PN Surakarta memastikan, bahwa ijazah Jokowi palsu. Namun, apakah informasi ini bisa dibenarkan?
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Hakim PN Surakarta Pastikan Ijazah Jokowi Palsu
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Dedi Mulyadi Disambut Ribuan Orang saat Tiba di Lokasi Bencana Sumatra
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, disambut ribuan orang saat tiba di lokasi bencana Sumatra. Lalu, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Senin, 12 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Dedi Mulyadi Disambut Ribuan Orang saat Tiba di Lokasi Bencana Sumatra
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Penularan Virus Super Flu Dinilai Lebih Cepat dan Berbahaya dari COVID-19
Penularan virus Super Flu dinilai lebih cepat dan berbahaya dibanding COVID-19. Lalu, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Penularan Virus Super Flu Dinilai Lebih Cepat dan Berbahaya dari COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Asyik Berjoget di Tengah Duka Korban Bencana Sumatra
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, terlihat asyik berjoget di tengah duka korban bencana Sumatera. Apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Asyik Berjoget di Tengah Duka Korban Bencana Sumatra
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Australia Bagi-bagi Uang untuk Modal Usaha, Dititip Lewat Kementerian Agama
Pemerintah Australia bagi-bagi uang untuk modal usaha. Uang tersebut kabarnya dititipkan ke Kementerian Agama RI. Apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Rabu, 07 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]:  Pemerintah Australia Bagi-bagi Uang untuk Modal Usaha, Dititip Lewat Kementerian Agama
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Megawati Kepincut Menkeu Purbaya, Tawari Masuk PDIP dan Dijadikan Ketua Partai
Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri, kabarnya ingin merekrut Menkeu Purbaya ke PDIP. Apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Selasa, 06 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Megawati Kepincut Menkeu Purbaya, Tawari Masuk PDIP dan Dijadikan Ketua Partai
Bagikan