TikTok Tuntut Pemerintahan Trump

Muchammad YaniMuchammad Yani - Minggu, 23 Agustus 2020
TikTok Tuntut Pemerintahan Trump

Akan menuntut Gedung Putih pekan depan. (Foto: The Indian Express)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TIKTOK mengonfirmasikan bahwa pihaknya akan mengajukan gugatan terhadap pemerintahan Trump pada Sabtu (22/8). Hal ini dilakukan atas dasar perintah eksekutif Trump yang melarang TikTok di AS. Ini adalah pertama kalinya perusahaan mengonfirmasi akan melakukan tindakan hukum.

Penuntutan itu buntut dari pelarangan operasional dan TikTok menganggap itu tidak adil. Sebelumnya, Trump telah mengeluarkan perintah eksekutif pada 6 Agustus silam yang mengatakan setiap transaksi dengan ByteDance akan dilarang dalam 45 hari ke depan. Perintah terpisah yang dikeluarkan pada 14 Agustus memberi waktu ByteDance 90 hari untuk divestasi operasi TikTok di AS.

Baca juga:

Google Maps akan Hadirkan Desain Baru yang Lebih Detail

Perintah tesebut dikeluarkan karena Trump khawatir dengan keamanan siber dan aplikasi tersebut dianggap dapat mengambil data pribadi dari pengguna di Amerika Serikat.

TikTok dianggap dapat mengambil data pribadi warga AS. (Foto: The Verge)
TikTok dianggap dapat mengambil data pribadi warga AS. (Foto: The Verge)

“Ini tidak adil, meskipun kami sangat tidak setuju dengan kekhawatiran pemerintah, selama hampir satu tahun kami berusaha terlibat dengan niat baik untuk memberikan solusi konstruktif,” kata Juru Bicara TikTok Josh Gartner mengutip The Verge.

“Yang kami temui adalah kurangnya proses hukum karena pemerintah tidak memperhatikan fakta dan mencoba memasukkan dirinya ke dalam negosiasi antara bisnis swasta,” lanjutnya.

Baca juga:

Bangkit dari Mati Suri, Blackberry akan Kembali dengan Smartphone 5G

Untuk memastikan bahwa aturan hukum tidak diabaikan dan perusahaan serta pengguna diperlakukan dengan adil, TikTok tidak punya pilihan selain menantang Perintah Eksekutif melalui sistem peradilan.

Platform berbagai video tersebut telah meroket popularitasnya selama setahun terakhir. TikTok mengatakan ada sekitar dua miliar unduhan secara global dengan 315 juta unduhan pada kuartal pertama di 2020.

Huawei juga dilarang di AS. (Foto: Financial Times)
Huawei juga dilarang di AS. (Foto: Financial Times)

Microsoft sendiri tengah dalam pembicaraan untuk mengakuisisi TikTok, meksipun Bill Gates menyebut kesepakatan potensial itu sebagai 'piala beracun'. Microsoft diharapkan dapat menyelesaikan diskusi paling lambat 15 September 2020.

“Ada bukti kredibel yang membuat saya percaya bahwa ByteDance mungkin mengambil tindakan yang mengancam untuk merusak keamanan nasional AS,” tulis Trump dalam perintah tersebut.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menyebutkan kemungkinan larangan TikTok pada 7 Juli silam. Pompeo juga membandingkan TikTok dengan Huawei dan ZTE, dua perusahaan Tiongkok yang telah ditetapkan sebagai ancaman bagi keamanan nasional AS. (and)

Baca juga:

September, Facebook akan Hilangkan Desain Lama secara Permanen

#TikTok
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Lirik Lagu 'Kari Cerito' dari Dini Kurnia dan Mufly Key Viral di TikTok, Ternyata Penuh Makna!
Lirik lagu Kari Cerito dari Dini Kurnia dan Mufly Key sedang viral di TikTok. Lagu ini ternyata punya makna mendalam.
Soffi Amira - Rabu, 01 Juli 2026
Lirik Lagu 'Kari Cerito' dari Dini Kurnia dan Mufly Key Viral di TikTok, Ternyata Penuh Makna!
Indonesia
Prabowo Siap Serap Aspirasi Anak Desa Lewat TikTok, Janji Segera Ditindaklanjuti
Prabowo menekankan bahwa keterbukaan tersebut mencerminkan sikap pemerintah dalam menghadapi setiap persoalan secara terbuka
Angga Yudha Pratama - Minggu, 28 Juni 2026
Prabowo Siap Serap Aspirasi Anak Desa Lewat TikTok, Janji Segera Ditindaklanjuti
Tekno
Blink-182 Kembali ke MySpace, Bangkitkan Nostalgia Era 2000-an di Tengah Gempuran Algoritma TikTok
Keputusan Blink-182 ini bukan sekadar gimmick, melainkan bagian dari perayaan 25 tahun album legendaris Take Off Your Pants and Jacket.
Wisnu Cipto - Sabtu, 13 Juni 2026
Blink-182 Kembali ke MySpace, Bangkitkan Nostalgia Era 2000-an di Tengah Gempuran Algoritma TikTok
Lifestyle
Lirik Lagu 'Call Me Maybe' yang Mendadak Viral Lagi dan Menjajah FYP TikTok
Bagian hook yang mudah diingat serta nuansa lagu yang unik membuat trek berdurasi tiga menit itu semakin melekat di benak pendengar
Angga Yudha Pratama - Minggu, 31 Mei 2026
Lirik Lagu 'Call Me Maybe' yang Mendadak Viral Lagi dan Menjajah FYP TikTok
ShowBiz
'EVERYTHING HALLELUJAH' Viral di TikTok, Bentuk Refleksi Diri Justin Bieber
Lagu “EVERYTHING HALLELUJAH” banyak dipakai sebagai latar video karena memiliki nuansa emosional yang kuat sekaligus mudah melekat di telinga pendengar.
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
'EVERYTHING HALLELUJAH' Viral di TikTok, Bentuk Refleksi Diri Justin Bieber
Fun
1 dari 3 Pengguna TikTok di Indonesia Suka Museum, 51% Suka Sejarah
Lebih dari 1 dari 3 pengguna TikTok di Indonesia tertarik pada museum.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
1 dari 3 Pengguna TikTok di Indonesia Suka Museum, 51% Suka Sejarah
Indonesia
Raup Rp 50 Juta Sebulan, NS Belajar Bikin Kosmetik Bermerkuri dari YouTube Dijual di 3 Akun TikTok Ini!
Tersangka NS mempelajari cara membuat kosmetik ilegal melalui video di YouTube dan memasarkan produknya melalui akun TikTok Lavia Skincare, Fiana Store, dan Hetty Skincare.
Wisnu Cipto - Rabu, 20 Mei 2026
Raup Rp 50 Juta Sebulan, NS Belajar Bikin Kosmetik Bermerkuri dari YouTube Dijual di 3 Akun TikTok Ini!
Indonesia
Hati-Hati Beli Kosmetik di TikTok dari Cirebon, 5 Akun Jual Krim Bermerkuri Laku Rp 70 Juta Sebulan
Jaringan produsen kosmetik ilegal mengandung merkuri yang dijual melalui sejumlah akun TikTok digerebek Bareskrim di Cirebon, Jawa Barat. Empat orang diamankan, termasuk pemilik akun TikTok.
Wisnu Cipto - Rabu, 20 Mei 2026
Hati-Hati Beli Kosmetik di TikTok dari Cirebon, 5 Akun Jual Krim Bermerkuri Laku Rp 70 Juta Sebulan
Indonesia
Kemkomdigi Ultimatum Flatform Digital Pada Juni 2026 Laporkan Hapus Akun di Bawah 16 Tahun
Kemkomdig) menegaskan, 6 Juni 2026 menjadi batas akhir bagi penyelenggara sistem elektronik (PSE) untuk melaporkan evaluasi mandiri atau self-assesment risiko
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 April 2026
Kemkomdigi Ultimatum Flatform Digital Pada Juni 2026 Laporkan Hapus Akun di Bawah 16 Tahun
Indonesia
TikTok Tutup 1,7 Juta Akun Anak, Jadi Pertama Penuhi Kewajiban PP Tunas
Selain menyampaikan angka deaktivasi akun anak di bawah usia 16 tahun, Meutya mengatakan bahwa TikTok juga telah menyampaikan rencana aksi kepatuhan yang lebih rinci dan terukur di masa mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 April 2026
TikTok Tutup 1,7 Juta Akun Anak, Jadi Pertama Penuhi Kewajiban PP Tunas
Bagikan