TikTok Perbarui Algoritma Konten

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Jumat, 15 Juli 2022
TikTok Perbarui Algoritma Konten

TikTok merancang sistem rekomendasi dengan mengutamakan keamanan (Foto: pixabay/salen-feyisha)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

APLIKASI berbagi video pendek ternama, TikTok, belum lama ini memperbarui algoritma konten demi keamanan dan kesehatan mental penggunanya.

Hal itu dipaparkan oleh Kepala Kepercayaan dan Keamanan di TikTok, Cormac Keenan, dalam siaran pers pada blog resmi TikTok. Keenan menjelaskan, TikTok merancang sistem rekomendasi dengan mengutamakan keamanan.

Baca Juga:

TikTok Segera Luncurkan Fitur Kontrol Waktu Layar

"Konten yang muncul di menu "For You" seseorang bisa saja berasal dari kreator yang mereka pilih untuk tidak mengikuti atau mungkin tidak berhubungan dengan kesukaan mereka," jelas Keenan, seperti dikutip laman Antara.

TikTok meluncurkan fitur penyaringan atau filter (Foto: pixabay/antonbe)

Platform berbagi video tersebut meluncurkan fitur penyaringan atau filter, yang dapat membisukan kata atau tanda pagar. Konten dengan kata kunci itu tidak akan muncul pada menu "For You" dan "Following".

Sejumlah konten pada media sosial mungkin tampak biasa saja. Namun, apabila ditonton berulang-ulang dapat menimbulkan masalah. Misalnya konten berisi menu makanan sehat atau kesedihan. TikTok menilai topik-topik yang berpotensi bermasalah biasanya terkait dengan kesejahteraan.

Menurut uji coba TikTok di Amerika serikat, pihak TikTok membatasi kemampuan pengguna menonton konten-konten seperti itu. Namun, tidak dijelaskan berapa lama dan berapa konten yang bisa ditonton dalam sehari.

"Kami juga melatih sistem kami supaya mendukung bahasa baru karena kami ingin memperluas uji coba ini ke lebih banyak pasar dalam beberapa bulan ke depan. Tujuan kami adalah menu "For You" setiap orang memuat konten, kreator, dan topik yang akan mereka sukai," jelas Keenan.

Belakangan ini TikTok juga menjadi sorotan lantaran platform yang dianggap berbahaya bagi remaja dan anak-anak. Beberapa anak kebanyakan di Amerika Serikat dipalporkan meninggal setelah mengikuti tantangan yang ada di TikTok.

Baca Juga:

Anak 10 Tahun Tewas akibat Blackout Challenge, TikTok Digugat

TikTok berusaha membatasi konten yang bisa dilihat pengguna usia remaja (Foto: pixabay/amrothman)

TikTok sendiri sudah berusaha membatasi konten yang bisa dilihat pengguna usia remaja, yakni mengelompokkan konten apakah mengandung tema dewasa. TikTok juga berencana meluncurkan fitur agar konten bertema dewasa tidak dapat dilihat pengguna usia 13-17 tahun.

"Jika kami mendeteksi sebuah video mengandung tema yang dewasa atau rumit, misalnya adegan fiksi yang mungkin terlalu menakutkan atau menegangkan untuk penonton yang lebih muda, ada skor tingkat kedewasaan untuk video tersebut supaya tidak ditonton pengguna usia bawah 18 tahun," ucap Keenan.

TikTok menyatakan akan menggulirkan fitur tersebut secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan. (Ryn)

Baca Juga:

Tiktok Larang Konten Tantangan Viral yang Berbahaya

#TikTok #Internet Positif #Aplikasi TikTok
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Lifestyle
Lirik Lagu 'Call Me Maybe' yang Mendadak Viral Lagi dan Menjajah FYP TikTok
Bagian hook yang mudah diingat serta nuansa lagu yang unik membuat trek berdurasi tiga menit itu semakin melekat di benak pendengar
Angga Yudha Pratama - Minggu, 31 Mei 2026
Lirik Lagu 'Call Me Maybe' yang Mendadak Viral Lagi dan Menjajah FYP TikTok
ShowBiz
'EVERYTHING HALLELUJAH' Viral di TikTok, Bentuk Refleksi Diri Justin Bieber
Lagu “EVERYTHING HALLELUJAH” banyak dipakai sebagai latar video karena memiliki nuansa emosional yang kuat sekaligus mudah melekat di telinga pendengar.
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
'EVERYTHING HALLELUJAH' Viral di TikTok, Bentuk Refleksi Diri Justin Bieber
Fun
1 dari 3 Pengguna TikTok di Indonesia Suka Museum, 51% Suka Sejarah
Lebih dari 1 dari 3 pengguna TikTok di Indonesia tertarik pada museum.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
1 dari 3 Pengguna TikTok di Indonesia Suka Museum, 51% Suka Sejarah
Indonesia
Raup Rp 50 Juta Sebulan, NS Belajar Bikin Kosmetik Bermerkuri dari YouTube Dijual di 3 Akun TikTok Ini!
Tersangka NS mempelajari cara membuat kosmetik ilegal melalui video di YouTube dan memasarkan produknya melalui akun TikTok Lavia Skincare, Fiana Store, dan Hetty Skincare.
Wisnu Cipto - Rabu, 20 Mei 2026
Raup Rp 50 Juta Sebulan, NS Belajar Bikin Kosmetik Bermerkuri dari YouTube Dijual di 3 Akun TikTok Ini!
Indonesia
Hati-Hati Beli Kosmetik di TikTok dari Cirebon, 5 Akun Jual Krim Bermerkuri Laku Rp 70 Juta Sebulan
Jaringan produsen kosmetik ilegal mengandung merkuri yang dijual melalui sejumlah akun TikTok digerebek Bareskrim di Cirebon, Jawa Barat. Empat orang diamankan, termasuk pemilik akun TikTok.
Wisnu Cipto - Rabu, 20 Mei 2026
Hati-Hati Beli Kosmetik di TikTok dari Cirebon, 5 Akun Jual Krim Bermerkuri Laku Rp 70 Juta Sebulan
Indonesia
Kemkomdigi Ultimatum Flatform Digital Pada Juni 2026 Laporkan Hapus Akun di Bawah 16 Tahun
Kemkomdig) menegaskan, 6 Juni 2026 menjadi batas akhir bagi penyelenggara sistem elektronik (PSE) untuk melaporkan evaluasi mandiri atau self-assesment risiko
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 April 2026
Kemkomdigi Ultimatum Flatform Digital Pada Juni 2026 Laporkan Hapus Akun di Bawah 16 Tahun
Indonesia
TikTok Tutup 1,7 Juta Akun Anak, Jadi Pertama Penuhi Kewajiban PP Tunas
Selain menyampaikan angka deaktivasi akun anak di bawah usia 16 tahun, Meutya mengatakan bahwa TikTok juga telah menyampaikan rencana aksi kepatuhan yang lebih rinci dan terukur di masa mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 April 2026
TikTok Tutup 1,7 Juta Akun Anak, Jadi Pertama Penuhi Kewajiban PP Tunas
Indonesia
Australia Bikin Aturan Pajak Baru, Paksa Raksasa Teknologi Beli Konten dari Media Lokal
Meta, Google, dan TikTok akan diberi kesempatan untuk menjalin kesepakatan konten dengan penerbit berita lokal.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
  Australia Bikin Aturan Pajak Baru, Paksa Raksasa Teknologi Beli Konten dari Media Lokal
ShowBiz
Viral di TikTok, 'Meski Takkan Selalu Indah' Adiw Sering Masuk FYP
Salah satu alasan lagu ini cepat viral yakni karena sering dipakai sebagai latar musik dalam konten Reza Arap dan Lula Lahfah.
Dwi Astarini - Kamis, 16 April 2026
Viral di TikTok, 'Meski Takkan Selalu Indah' Adiw Sering Masuk FYP
Indonesia
Roblox Masih Masuk Kategori Tidak Patuh PP Tunas, Fitur Kidsnya Punya Celah
Roblox belum sepenuhnya mematuhi ketentuan dalam PP Tunas karena masih memungkinkan komunikasi dengan orang tidak dikenal, yang menjadi tuntutan pemerintah Indonesia.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 April 2026
Roblox Masih Masuk Kategori Tidak Patuh PP Tunas, Fitur Kidsnya Punya Celah
Bagikan