Tiket Pesawat Mahal, Kunjungan Wisatawan ke Papua Turun
Penumpang menaiki pesawat pada penerbangan perdana Susi Air di Bandara DEO, Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (9/4). (ANTARA FOTO/Olha Mulalinda/hp)
MerahPutih.com - Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Papua Iwanta Parangin-angin mengakui harga tiket pesawat domestik yang mahal mulai berdampak pada kunjungan khususnya wisatawan mancanegara ke wilayah paling timur Indonesia ini.
"Memang benar dampak kunjungan wisatawan khususnya wisman ke Papua menurun jumlahnya terutama mereka dengan dana terbatas atau backpacker. Dampaknya mulai terasa saat ini, karena wisman tidak lagi bisa mengunjungi wilayah-wilayah di Indonesia tanpa rencana yang matang," kata Iwanta, di Jayapura, Minggu (9/6).
Dia mengakui, sebagaimana dilansir Antara, biasanya wisman yang berkunjung ke Papua terlebih dahulu sudah ke beberapa wilayah dan berakhir di Bali atau Jakarta, sebelum kembali ke negaranya.
BACA JUGA: Presiden Jokowi Ajak Jan Ethes Blusukan ke Pasar Burung Depok Solo
BACA JUGA: Momentum Lebaran, Mahfud MD Ajak Masyarakat Madura Ademkan Suasana
Namun, saat ini wisman harus benar-benar merencanakan perjalanannya terutama bila ingin berkunjung ke Papua, mengingat harga tiket pesawat mahal, sedangkan bila naik kapal laut membutuhkan waktu yang cukup lama.
Ketika ditanya tentang dampak terhadap wisman mengunjungi event-event pariwisata yang digelar di beberapa wilayah di Papua, seperti Festival Lembah Baliem, Ketua ASITA Papua ini berharap dampaknya tidak signifikan.
Khusus untuk Festival Lembah Baliem yang dilaksanakan di Kabupaten Jayawijaya setiap awal Agustus terlihat terjadi sedikit penurunan karena biasanya dua atau tiga bulan sudah banyak yang memesan hotel di Wamena, namun saat ini baru sekitar 75 persen.
"Mudah-mudahan penurunan itu tidak signifikan," pungkasnya. (*)
Bagikan
Berita Terkait
Gempa M 5,5 Maluku Tengah Getarannya Terasa Hingga Papua
Serangan Terhadap Warga Sipil Terjadi Jelang Natal di Yahukimo, Polisi Duga Pelaku KKB
Desak Negara Hadir Selamatkan Pendidikan 700 Ribu Anak Papua
Kejar Swasembada Energi, Prabowo Minta Papua Tanam Sawit hingga Singkong
Anggaran Makan Begizi Gratis di Papua Rp 25 Triliun, Lebih Mahal Dibandingkan Jawa
Presiden Larang Dana Otsus Papua Digunakan Buat Perjalanan Luar Negeri
Prabowo Ingatkan Kepala Daerah Papua tak Gunakan Dana Otsus untuk Jalan-Jalan
Belajar dari Bencana, Prabowo Dorong Pembangunan Lumbung Pangan di Papua
Prabowo Targetkan 2.500 SPPG di Papua Beroperasi Penuh pada 17 Agustus 2026
Ibu Hamil Meninggal Setelah Ditolak Berbagai RS di Papua, Ini Respon Prabowo dan Menkes