Tiket Pesawat Mahal, Kunjungan Wisatawan ke Papua Turun

Andika PratamaAndika Pratama - Minggu, 09 Juni 2019
Tiket Pesawat Mahal, Kunjungan Wisatawan ke Papua Turun

Penumpang menaiki pesawat pada penerbangan perdana Susi Air di Bandara DEO, Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (9/4). (ANTARA FOTO/Olha Mulalinda/hp)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Papua Iwanta Parangin-angin mengakui harga tiket pesawat domestik yang mahal mulai berdampak pada kunjungan khususnya wisatawan mancanegara ke wilayah paling timur Indonesia ini.

"Memang benar dampak kunjungan wisatawan khususnya wisman ke Papua menurun jumlahnya terutama mereka dengan dana terbatas atau backpacker. Dampaknya mulai terasa saat ini, karena wisman tidak lagi bisa mengunjungi wilayah-wilayah di Indonesia tanpa rencana yang matang," kata Iwanta, di Jayapura, Minggu (9/6).

Ilustrasi tiket pesawat

Dia mengakui, sebagaimana dilansir Antara, biasanya wisman yang berkunjung ke Papua terlebih dahulu sudah ke beberapa wilayah dan berakhir di Bali atau Jakarta, sebelum kembali ke negaranya.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Ajak Jan Ethes Blusukan ke Pasar Burung Depok Solo

BACA JUGA: Momentum Lebaran, Mahfud MD Ajak Masyarakat Madura Ademkan Suasana

Namun, saat ini wisman harus benar-benar merencanakan perjalanannya terutama bila ingin berkunjung ke Papua, mengingat harga tiket pesawat mahal, sedangkan bila naik kapal laut membutuhkan waktu yang cukup lama.

Ketika ditanya tentang dampak terhadap wisman mengunjungi event-event pariwisata yang digelar di beberapa wilayah di Papua, seperti Festival Lembah Baliem, Ketua ASITA Papua ini berharap dampaknya tidak signifikan.

Kepulauan Raja Ampat
Kepulauan Raja Ampat

Khusus untuk Festival Lembah Baliem yang dilaksanakan di Kabupaten Jayawijaya setiap awal Agustus terlihat terjadi sedikit penurunan karena biasanya dua atau tiga bulan sudah banyak yang memesan hotel di Wamena, namun saat ini baru sekitar 75 persen.

"Mudah-mudahan penurunan itu tidak signifikan," pungkasnya. (*)

#Papua #Wisata Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Karhutla di Papua Selatan Mulai Berkurang Berkat Modifikasi Cuaca
Upaya OMC memicu hujan di wilayah utara dan tengah Merauke, bagian selatan Boven Digoel, serta bagian selatan Mappi.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Karhutla di Papua Selatan Mulai Berkurang Berkat Modifikasi Cuaca
Indonesia
Marinir Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Sita Senjata Diduga Milik KKB Yahukimo
Prajurit menemukan beberapa senapan angin tanpa laras, selongsong amunisi kaliber 5,56 milimeter dan 9 milimeter, gelang bermotif Bintang Kejora, kamera, dan telepon genggam rusak
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
Marinir Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Sita Senjata Diduga Milik KKB Yahukimo
Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Bagikan