Tiga Napi Masih Dirawat di RSUD Tangerang, Satu Kritis

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 14 September 2021
Tiga Napi Masih Dirawat di RSUD Tangerang, Satu Kritis

Jenazah korban kebakaran Lapas. (MP/ Rizky Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang masih merawat tiga dari 10 pasien korban kebakaran Lapas Tangerang. Tujuh narapidana yang mendapat perawatan telah dinyatakan meninggal.

Kepala Bagian Humas RSUD Tangerang, dokter Hilwani menyampaikan dari ketiga pasien yang tersisa, dua orang dalam kondisi membaik. Mereka berinisial Y dan JS.

"Yang dua (kondisinya) stabil, mudah-mudahan bisa kembali ke lapas. Makan minum mandiri, komunikasi lancar, tidak ada ketergantungan ke perawat," ungkap Hilwani di RSUD Tangerang, Selasa (14/9).

Baca Juga:

1 Napi Teroris Jadi Korban Tewas Kebakaran Lapas Tangerang

Sementara satu pasien lainnya berinisial N masih kritis. Menurut Hilwani, kondisi pasien relatif stabil dan potensi memburuk karena mengalami luka bakar di kepala dan wajahnya.

"Satu pasien lainnya masih kritis. Tuan N luka bakar 13 persen di kepala dan wajah, serta mengalami trauma inhalasi," tuturnya.

Hilwani menjelaskan, pasien N saat ini masih dirawat intensif dan mendapatkan bantuan pernafasan ventilator. "N tidak mandiri, dipasangi ventilator dan harus terus dibantu dengan oksigen," jelasnya.

Sebelumnya pada Senin (13/9) malam, dua pasien berinisial M dan I dinyatakan meninggal. Hilwani menyebut keduanya mengalami trauma jalan napas.

Pasien M mengalami trauma Inhalasi dengan luas luka bakar 20 persen dan dengan penyakit penyerta. Sementara pasien I mengalami trauma inhalasi dan luka bakar 98 persen.

Jenazah korban kebakaran Lapas Tangerang. (Foto: MP/Rizky)
Jenazah korban kebakaran Lapas Tangerang. (Foto: MP/Rizky)

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menerangkan pihaknya menjadwalkan pemeriksaan terhadap 7 orang, termasuk dengan Kalapas Kelas 1 Tangerang, Victor Teguh Prihartono yang telah hadir pada Selasa (14/9) pagi tadi.

"Yang bersangkutan (Kalapas) sudah datang, tapi dijadwalkan hari ini ada 7 orang. Yang baru datang dua orang, Kalapas dan Kepala Tata Usaha dari Lapas Kelas 1 Tangerang," kata Yusri.

Sementara, polisi masih menunggu Kabid Administrasi, Kepala KPLP, Kasubbag Kum, Kasie Keamanan dan Kasie Perawatan.

Ketujuh orang tersebut nantinya diperiksa terkait dengan adanya dugaan dalam Pasal 187 dan Pasal 188 KUHP juncto Pasal 359 KUHP terkait dengan Kelalaian.

Baca Juga:

41 Napi Tewas di Lapas, Kebijakan Menangani Kejahatan Ringan Harus Diubah

Lebih lanjut, terkait dengan pemeriksaan 25 orang saksi dari warga binaan Lapas, pihak PLN dan pemadam kebakaran di dua lokasi. Yakni Polda Metro Jaya dan Polres Metro Tangerang Kota pada Senin (13/9) kemarin, Yusri menegaskan pihaknya masih mendalami keterangan tersebut.

Termasuk dengan mengumpulkan barang bukti dan keterangan dari saksi ahli. "Kami masih kumpulkan semuanya, nanti kalau sudah lengkap kami akan gelar perkara untuk menentukan apakah ada tersangka dalam kasus ini," pungkas Yusri. (Knu)

#Kebakaran #Lapas Tangerang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
20 Korporasi Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan
Penyidik Bareskrim Polri juga merekomendasikan pencabutan izin usaha terhadap 23 korporasi yang diduga terkait karhutla.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
20 Korporasi Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan
Berita Foto
Warga Mengais Sisa Barang Pascakebakaran di Permukiman Padat Menteng, Jakarta
Warga mencari barang berharga yang masih tersisa pascakebakaran di permukiman padat penduduk kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 28 Oktober 2026
Warga Mengais Sisa Barang Pascakebakaran di Permukiman Padat Menteng, Jakarta
Indonesia
Asap Karhutla Meluas, Ganguan Penerbangan Sampai ke Ambon dan Papua
Asap mengurangi jarak pandang di sekitar bandar udara. Kondisi ini mempengaruhi proses lepas landas, pendaratan, dan pergerakan pesawat
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Asap Karhutla Meluas, Ganguan Penerbangan Sampai ke Ambon dan Papua
Indonesia
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
warga juga diminta memantau kualitas udara melalui kanal resmi BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, atau Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
Indonesia
Kepala BNPB Baru Akan Pertimbangkan Usulan Karhutla Jadi Bencana Nasional
BNPB akan memetakan kemampuan dan sumber daya yang tersedia di pemerintah pusat maupun daerah sebelum menentukan kebutuhan bantuan tambahan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Kepala BNPB Baru Akan Pertimbangkan Usulan Karhutla Jadi Bencana Nasional
Indonesia
Dampak Karhutla Dikeluhkan Singapura dan Malaysia, Prabowo Panggil Para Menteri
Dudung turut merespons pertanyaan mengenai dampak karhutla yang saat ini turut dialami negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Dampak Karhutla Dikeluhkan Singapura dan Malaysia, Prabowo Panggil Para Menteri
City Property
Jakarta Langganan Kebakaran, Gubernur Pramono Minta Warga tak Buang Putung Rokok Sembarangan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memprioritaskan berbagai upaya preventif terhadap potensi kebakaran.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Jakarta Langganan Kebakaran, Gubernur Pramono Minta Warga tak Buang Putung Rokok Sembarangan
Indonesia
Permukiman Padat di Kramat Pulo, Jakpus, Terbakar, Gulkarmat Kerahkan 30 Mobil Pemadam
Objek yang terbakar rumah tinggal dengan kategori bangunan rendah.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Permukiman Padat di Kramat Pulo, Jakpus, Terbakar, Gulkarmat Kerahkan 30 Mobil Pemadam
Indonesia
Bukan Mereda! Titik Panas Makin Bertambah di Sumatera, Udara Sudah Sangat Tidak Sehat
Konsentrasi Partikulat dalam Indeks Standar Pencemaran Udara sejak Kamis dini hari masuk kategori sangat tidak sehat di atas 200 mikrogram per meter kubik.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Bukan Mereda! Titik Panas Makin Bertambah di Sumatera, Udara Sudah Sangat Tidak Sehat
Indonesia
Diduga Bakar Lahan, 12 Perusahaan di Sumatera Selatan Disegel
Sampel dari lokasi perusahaan yang telah disegel kini telah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Diduga Bakar Lahan, 12 Perusahaan di Sumatera Selatan Disegel
Bagikan