Kesehatan

Tidak Banyak Diketahui, Ini 3 Manfaat Berpelukan untuk Kesehatan Mental

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Maret 2019
Tidak Banyak Diketahui, Ini 3 Manfaat Berpelukan untuk Kesehatan Mental

Terdapat manfaat kesehatan khususnya untuk mental kita dari hangatnya pelukan (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SETIAP orang pasti memiliki momen hangat ketika mereka mendapatkan sebuah pelukan, walaupun hanya satu sampai dua menit saja. Apalagi jika pelukan itu datang dari orang yang kita sayangi. Ada penenelitian yang mengungkapkan bahwa manusia membutuhkan empat pelukan dalam sehari untuk bertahan hidup lo.

Meskipun belum terbukti kebenarannya, namun tidak perlu di ragukan lagi bahwa pelukan memang diperlukan oleh semua manusia.

Kamu harus tahu bahwa pelukan memberikan banyak manfaat kesehatan yang sudah terbukti secara ilmiah. Selain itu, ternyata berpelukan selama 20 detik dengan pasangan dapat mencegah perselingkuhan.

Menurut penelitian, berpelukan dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh, menyembuhkan depresi, dan mengurangi stres. Berikut beberapa manfaat berpelukan sekaligus alasan mengapa kamu membutuhkannya setiap hari. Yuk simak!

1. Menurunkan tingkat stres dan memumpuk perasaan aman

Tidak Banyak Diketahui, Ini 3 Manfaat Berpelukan untuk Kesehatan Mental
Tidak hanya dengan pasangan, berpelukan bisa kurangi stres (Foto: Pixabay/StockSnap)


Bersentuhan melalui dekapan yang hangat menimbulkan rasa nyaman dan otot-otot yang tegang akan mereda sehingga mengurangi stres.

Dekapan saat berpelukan dapat membuat kita merasakan kenyamanan dan keamanan yang muncul dari dasar ketenangan saat kita berada dalam dekapan seseorang.

Walaupun hanya satu sampai dua menit tapi itu sudah sangat bisa membuat perasaan kamu menjadi lebih baik lo.

2. Membuat hubungan hangat dan membuat suasana hati lebih baik

Tidak Banyak Diketahui, Ini 3 Manfaat Berpelukan untuk Kesehatan Mental
Terbukti dapat membuat hubungan lebih hangat (Foto: Pixabay/StockSnap)


Kenyataanya, tidak seorang pun yang menginginkan pasangannya berselingkuh. Nah, jika sedang dalam hubungan yang tidak baik, ada baiknya kamu melakukan hal berpelukan selama 20 detik yang dipercayai dapat menambah kehangatan hubungan.

Karena rasa cinta saat memeluk akan tumbuh dan mencegah pasangan kita tergoda dengan yang lain lo. Sama halnya dengan cokelat, berpelukan dapat merubah mood seseorang menjadi lebih baik.

3. Memproduksi lebih banyak hormon cinta

Tidak Banyak Diketahui, Ini 3 Manfaat Berpelukan untuk Kesehatan Mental
Hormon oksitosin muncul secara alami saat kamu berpelukan (Foto: Pixabay/Takazart)


Hormon oktosin adalah hormon kuat yang bisa mendekatkan seseorang dengan orang lain, hormon ini juga terkenal dengan sebutan "hormon cinta".

Hormon tersebut akan muncul dengan cara alami yaitu dengan cara berpelukan selama 20 detik. Menurut penelitian pasangan akan merasakan rasa aman dan penuh cinta pada saat mereka berpelukan. (gsh)

#Manfaat Berpelukan #Tips Kesehatan #Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Fun
Opor, Rendang, Kue Kering: Berapa Kalori Ideal yang Dikonsumsi saat Lebaran?
Berapa kalori makanan Lebaran seperti opor ayam, rendang, dan kue kering? Simak tips mengatur pola makan agar tetap sehat saat Lebaran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 17 Maret 2026
Opor, Rendang, Kue Kering: Berapa Kalori Ideal yang Dikonsumsi saat Lebaran?
Fun
Cara Menikmati Hidangan Lebaran Tanpa Khawatir Berat Badan Naik, Simak 6 Tips Ini
Simak 6 tips menjaga berat badan saat Lebaran tanpa harus menahan makan. Tetap bisa menikmati opor, rendang, dan kue kering dengan bijak.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 17 Maret 2026
Cara Menikmati Hidangan Lebaran Tanpa Khawatir Berat Badan Naik, Simak 6 Tips Ini
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Indonesia
Dokter Spesialis Beberkan Beda Serangan Jantung dengan Kematian Jantung Mendadak
Gangguan irama jantung atau aritmia menjadi aktor intelektual di balik sekitar 26,3 persen kasus kematian jantung
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 14 Februari 2026
Dokter Spesialis Beberkan Beda Serangan Jantung dengan Kematian Jantung Mendadak
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Bagikan