Fashion

Tidak Ada Pandemi di Shanghai Fashion Week

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 15 April 2021
Tidak Ada Pandemi di Shanghai Fashion Week

Tiongkok telah menjadi satu-satunya pasar yang masih bergairah (setelah) pandemi. (Foto: cnn.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SENSASI dan antisipasi pertunjukan live fashion show sangat dirindukan di seluruh dunia mode selama pendemi. Pekan mode di Eropa dan Amerika masih berlangsung virtual atau dalam pentas terbatas dengan berbagai protokol kesehatan. Namun di Tiongkok, Shanghai Fashion Week berjalan seperti biasa seolah tidak ada pandemi di negara asal virus penyebab COVID-19 itu.

Edisi Musim Gugur-Musim Dingin 2021 Shanghai Fashion Week, berjudul Bloom the Spring, adalah satu-satunya pekan mode yang menyelenggarakan program pementasan langsung yang lengkap untuk musim mendatang.

Baca Juga:

Louis Vuitton Bikin Tas Bentuk Pesawat Seharga Rp 565 Juta

fashion
Peragaan busana dari perancang keturunan Taiwan-Kanada Jason Wu. (Foto: cnn.com)

Shanghai Fashion Week diluncurkan pada tahun 2003 dengan tanggapan yang relatif kurang memuaskan dari industri mode. Acara dua tahunan itu sekarang menjadi tanggal penting di kalender mode, bahkan sebelum COVID-19 menjadikannya satu-satunya tempat untuk melihat koleksi baru secara langsung.

Sejumlah merek internasional berpartisipasi musim ini, meskipun koleksi Shanghai Fashion Week masih banyak dibuat di dan untuk Tiongkok. Selama program delapan hari, label lokal bertanggung jawab atas sebagian besar dari 100 lebih pertunjukan peragaan busana yang ditampilkan di empat tempat di seluruh kota.

Tempat utama minggu itu, yang dapat menampung ratusan tamu di distrik Xintiandi kelas atas, menampilkan merek-merek fasyen Tiongkok yang sudah mapan seperti Comme Moi dan Dawei.

Tempat-tempat peragaan yang lebih kecil di distrik West Bund, pusat seni dan budaya baru Shanghai, menjadi tuan rumah bagi desainer baru seperti Angel Chen dengan rancangan warna-warni dan perayaan paduan estetika Timur dan Barat.

Baca Juga:

Sultan Merapat, Rolex Hadirkan Koleksi Baru di 2021

Sebuah kepulangan

fashion
Rancangan dari koleksi desainer baru Shie Lyu yang menggunakan bahan daur ulang. (Foto: cnn.com)


Koleksi terbaru Private Policy, label yang didirikan oleh desainer Tiongkok tetapi berbasis di New York, diluncurkan pada Kamis malam (8/4). Koleksi ini terinspirasi dari pengalaman imigran China abad ke-19 di Amerika dan lonjakan kejahatan rasial baru-baru ini yang ditargetkan terhadap orang Asia-Amerika.

Mengenakan topi bergaya nelayan bertepi lebar, gaun Qipao yang memeluk tubuh, dan sepatu bot koboi, para model berjalan di catwalk. Warna dominan abu-abu dan hitam menjadi hidup dengan semburat warna permen karet merah muda dan mint, menjadikan seluruh koleksi unik tetapi siap untuk busana sehari-hari.

Pertunjukan tersebut juga menandai kepulangan Private Policy, label yang dikenal karena menggabungkan masalah sosial terkini dengan mode anak klub. Dan sementara COVID-19 telah menghadirkan tantangan yang tidak terduga, pandemi juga memberi kesempatan kepada co-founder Haoran Li dan Siying Qu untuk menguji pasar di negara asal mereka.

"Kembali ke pasar [Tingkok] adalah langkah yang sangat penting dan berarti bagi kami," kata Li dalam wawancara telepon kepada cnn.com (13/4). Dia menambahkan, COVID-19 bahkan telah memicu permintaan baru dari negara tersebut, "Mungkin karena banyak pembeli tidak bisa bepergian (ke luar negeri untuk berbelanja), sehingga penjualan dipulangkan kembali ke China."

Baca Juga:

Ladies, Intip Cara Unik Mengaplikasikan Pola Checkerboard Agar Tampil Standout

fashion
Dior menjadi salah satu dari beberapa brand internasional di Shanghai Fashion Week. (Foto: cnn.com)

Penjualan produk fesyen pun semakin digital. Di Tiongkok, retail daring, di semua sektor, tidak hanya mode, mengalami kenaikan 10,9% pada tahun 2020 dari tahun sebelumnya, berdasarkan Biro Statistik Nasional negara tersebut.

Namun, e-commerce yang disiarkan langsung, di mana vendor menyiarkan pengalaman belanja interaktif melalui perangkat seluler, tumbuh lebih dari 120% pada periode yang sama. Demikian firma riset pasar iiMedia Research melaporkan.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, meskipun ada panggung peragaan langsung, Shanghai Fashion Week yang dimulai Selasa lalu juga memiliki sesi daring yang dipandu oleh penyiar terkenal Jiaqi "Austin" Li. Acara daring itu menurut penyelenggara acara Labelhood, ditonton oleh lebih dari 10 juta pemirsa.

Itu juga yang menyebabkan Private Policy yang jumlah butik dan department store Tiongkok melonjak dari 15 menjadi 40 sejak awal 2020, duo desain itu tetap menjajaki strategi penjualan daring baru sejak kembali ke pasar Tiongkok Agustus lalu.

"Saya belajar hal-hal baru setiap hari," kata Li, "Kami sekarang mencoba menjelajahi saluran langsung-ke-konsumen di Tiongkok. Ada begitu banyak platform, dari (platform e-commerce) Tmall hingga (layanan media sosial) Buku Merah Kecil, dalam lingkungan yang begitu beragam."

Baca Juga:

Dilelang, Kostum Ikonik Destiny’s Child

Bakat yang muncul

fashion
shanghai fashion-4-Koleksi Private Policy yang terinspirasi pengalaman imigran China abad ke-19 di Amerika. (cnn.com)


Shanghai Fashion Week juga menyoroti para desainer yang akan datang, sebagian berkat kolaborasi dengan Labelhood, platform yang membina bakat muda yang muncul. Di antara mereka adalah Louis Shengtao Chen, salah satu dari 12 talenta muda yang melakukan debut runway mereka di acara musim ini, menurut pernyataan dari penyelenggara pekan mode.

Perancang berusia 24 tahun itu baru-baru ini memutuskan untuk menangguhkan gelar masternya, di Central Saint Martin yang bergengsi di London, untuk fokus pada label eponimnya, yang baru berusia tiga bulan.

Di antara 35 penampilan dalam koleksi debut intim Chen, yang ditampilkan pada hari Minggu, adalah jaket yang kaya akan detail renda, tas tangan kulit berbentuk kerucut dan gaun lateks yang menampilkan suku cadang mobil daur ulang. Dia menyebut koleksinya Debutante, dari peresmian debut peragaan busananya dan fokus mereknya pada pakaian perempuan.

Baca Juga:

Uniknya Kostum Satai Madura yang Masuk Top 3 National Costume Miss Grand International

fashion
Dior menjadi salah satu dari beberapa brand internasional di Shanghai Fashion Week. (Foto: cnn.com)

Meskipun fokus pada desainer baru seperti Chen, ada juga banyak nama besar yang muncul. Pada hari Jumat, perancang busana Taiwan-Kanada Jason Wu menunjukkan koleksi Musim Semi 2021-nya, yang menggabungkan magenta, kuning, dan lavendel yang ceria dalam celana dan jumpsuits yang terinspirasi oleh liburan ke Tulum, di Semenanjung Yucatán, Meksiko.

Kemudian pada Senin malam, Dior meluncurkan koleksi pakaian siap pakai Musim Gugur 2021, yang terinspirasi oleh seni pop dan futurisme baru, di Long Museum Shanghai, hanya beberapa bulan setelah meluncurkan koleksi pria di Beijing. Koleksi tersebut akan tersedia di platform e-commerce dan streaming termasuk WeChat, Bilibili dan TikTok versi Cina, Douyin.

"Pindah ke Tiongkok adalah tendensi yang tidak dapat dihindari di dunia saat ini," kata Shaway Yeh, pendiri agensi kreatif Yehyehyeh dan tokoh berpengaruh di media mode China, melalui WeChat, "Tiongkok telah menjadi satu-satunya pasar yang masih bergairah (setelah) pandemi." (aru)

Baca Juga:

Rok untuk Pria Jadi Tren Baru di Masa Pandemi

#Fashion #Fashion Show
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Fashion
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Lewat inisiatif ‘With Gemini, In Craft’, Google menjadikan akal imitasi sebagai mitra kreatif pendukung bagi rumah mode, studio kreatif, serta pelaku usaha di Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Olahraga
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Jersey Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mengangkat motif Gorga khas Toba dan Limar dari Sumatera Selatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Fashion
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
ESMOD Jakarta memperkuat koneksi fashion global melalui Global Mobility Pathway, membuka pertukaran mahasiswa dengan jaringan ESMOD di berbagai negara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
Fashion
Ulos Simetria di BTN IFW 2026, Saat Wastra Sumatra Menjadi Bahasa Generasi Baru
BTN IFW 2026 mengangkat Ulos melalui tema Ulos Simetria. Desainer muda menerjemahkan tradisi, identitas, transformasi, dan pengalaman personal ke dalam mode kontemporer.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Ulos Simetria di BTN IFW 2026, Saat Wastra Sumatra Menjadi Bahasa Generasi Baru
Fun
BRImo CODE.STRT 2026 Angkat Budaya Urban Lewat Fashion, Musik, dan Komunitas
BRImo CODE.STRT 2026 kembali hadir dalam rangkaian JF3 Fashion Festival dengan lebih dari 50 brand, kompetisi basket, skate, dance, musik, hingga area kuliner di Summarecon Mall Serpong.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
BRImo CODE.STRT 2026 Angkat Budaya Urban Lewat Fashion, Musik, dan Komunitas
Fun
JAECOO Kolaborasi dengan 347 Homebreaks dan NMAA, Tampilkan Konsep Personalisasi J5 EV
JAECOO Indonesia berkolaborasi dengan 347 Homebreaks dan NMAA menghadirkan konsep personalisasi untuk J5 EV.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
JAECOO Kolaborasi dengan 347 Homebreaks dan NMAA, Tampilkan Konsep Personalisasi J5 EV
Fashion
BTN Indonesia Fashion Week 2026 Ditutup Meriah, Ulos Simetria Tegaskan Wastra Nusantara Mendunia
BTN Indonesia Fashion Week 2026 resmi ditutup setelah lima hari penyelenggaraan. Tema Ulos Simetria menghadirkan transformasi Ulos menjadi adibusana modern.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
BTN Indonesia Fashion Week 2026 Ditutup Meriah, Ulos Simetria Tegaskan Wastra Nusantara Mendunia
Fashion
Ulos Jadi Magnet di IFW 2026, Tampil Modern dengan Sentuhan Warna Pastel
Kain ulos menjadi magnet di Indonesia Fashion Week 2026. Kain tersebut tampil modern dengan sentuhan warna pastel.
Soffi Amira - Minggu, 02 Agustus 2026
Ulos Jadi Magnet di IFW 2026, Tampil Modern dengan Sentuhan Warna Pastel
Fashion
Indonesia Young Fashion Designers Competition Umumkan Empat Pemenang Terbaik di IFW 2026
Perjalanan menuju malam puncak bukanlah proses yang singkat. Kompetisi ini diawali dengan 270 sketsa desain dari para peserta di berbagai daerah.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Indonesia Young Fashion Designers Competition Umumkan Empat Pemenang Terbaik di IFW 2026
ShowBiz
LUMINARA Bawa Wastra Nusantara dalam Tampilan Modern di IFW 2026
Melalui LUMINARA, para desainer memperlihatkan bahwa kekayaan budaya Indonesia dapat terus berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masa kini.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
 LUMINARA Bawa Wastra Nusantara dalam Tampilan Modern di IFW 2026
Bagikan