The Power Of Yakult Lady, Jagoan Tangguh Tak Kenal Letih
The power of Yakult Lady, siap mengirimkan Yakult dan sering disebut Pusat Informasi Berjalan. (Foto: Yakult)
DI bawah sinar matahari, kostum khas kotak-kotak berwarna merah dan topi golf tersebut sangat mencolok. Ia menelusur jalan kecil membelah permukiman padat maupun berpacu di jalan beraspal perumahan menggunakan sepeda motor. "Yakuuult!," teriak Sukari, seorang Yakult Lady, berusia 41 tahun.
Sudah setahun terakhir, Sukari mengantar Yakult ke rumah saban Sabtu pukul 17.00 WIB . Ia sehari-hari bekerja mulai pagi, istirahat siang, berlanjut 15.00-17.00 WIB.
Baca juga:
“Saat ini udah mau berjalan 15 tahun.” ujar Sukari. Ia merupakan salah satu Yakult Lady, selain berjualan, juga menghabiskan hari-hari untuk memberikan informasi tentang Yakult kepada banyak orang.
Sukari, seperti Yakul Lady lain, seturut yakult.co.id, melakukan komunikasi dan informasi kesehatan kepada pelanggan sehingga disebut “Pusat Informasi Berjalan”.
Tugas menjajakan sekaligus menjadi pusat informasi tentang Yakult dilakoni sehari-hari dengan segala tantangan. Termasuk harus beradaptasi dengan setiap perubahan, semisal transportasi. Sukari sempat menggowes sepeda seperti kebanyakan Yakult Lady.
“Oh iya naik sepeda, iya. Pertama-tamanya naik sepeda. Sebetulnya mah dari kantornya naik sepeda ya. Kalau gak bisa naik sepeda, kita bawa troli. Nah saya waktu itu naik sepeda selama 2,5 tahun.” ujar Sukari.
Namun, tak semua orang bisa menggunakan sepeda. Jika tak bisa menggunakan sepeda, pihak Yakult akan memberikan troli kepada Yakult Lady dengan tagert penjualan harian berbeda-beda.
Sukari mengaku menjual Yakult dengan penjualan lebih tinggi. “Jadi kadang sehari saya bisa 800 botol, kadang 700, jadi enggak 600 terus. Targetnya emang 600 tapi kalau lebih dari itu bisa dapat bonus”.
Tiap Yakult Lady memiliki strategi penjualan door to door atau dari rumah ke rumah.
Targetnya ini juga terbantu karena adanya pelanggan setia yang selalu dikirim setiap minggu secara rutin. Terkadang memang ada pelanggan rutin namun ada pula belum habis sehingga belum bisa dibeli.
“Jadi kan kalau dari rumah ke rumah untuk gantinya. Jadi setiap ambil 600. Alhamdulilah habis,” ucap Sukari.
Sebagai pekerja sehari-hari di lapangan, Sukari harus bekeliling menjajakan Yakult saat panas maupun hujan. Namun, musim hujan membuat penjualannya menurun.
Baca juga:
Kisah Anak Tangguh Kenobi Haidar Akmal, Dalang Cilik Wayang Potehi Penyintas ADHD
"Kesulitan pasti ada. Namanya itu kendala mah pasti ada aja. Kadang-kadang namanya musim, kalau musim panas itu lebih cepet juga (jualannya). Kalau musim hujan kan kadang kendalanya, orang rumahnya enggak keminum dingin gitu," kata Sukari.
Saat musim hujan, jika banyak pelanggan tak jadi membeli, Sukari bisa memulangkan jualannya kepada Yakult dengan batas waktu dua hari. “Kalau udah dua hari berturut-turut enggak boleh balik botol lagi. Nanti kita dikurangin (kopensasinya)".
Berdasarkan penjelasan Sukari, penjualan di musim hujan membuat dirinya tak dapat menyentuh target. Namun, Sukari hanya mengambil 400 atau 500 botol saja untuk dijual saat musim hujan. “Nantikan kita gantiin lagi kalau musim panas misalnya rame ya bisa menutupinya ya itu targetnya dari 600 itu gitu.” ungkap Sukari.
“Walaupun kita udah jelaskan tentang manfaat yakult gitu kan tapi namanya pelanggan kan kita gak boleh menekan dan memaksakan gitu. Ya itu kendalanya, harusnya dia ambil sekian ternyata enggak. Jadi kita strateginya cari pelanggan lain, untuk menggantikan.” tambahnya.
Begitulah pekerjaan seorang Yakult Lady, tak pernah lelah untuk mencapai target mereka per hari. Mereka akan berusaha hingga targetnya tercapai. (Mic)
Baca juga:
Ketangguhan Lathifah Amaturrohman Kreasikan Gendong Bayi Jadi Ladang Amal
Bagikan
Yudi Anugrah Nugroho
Berita Terkait
Babak Baru Restoran Latin: Pembagian Menu Lunch dan Dinner untuk Pengalaman Bersantap Lebih Fokus
Chef Paik Jong-won Balik ke TV, Diam-Diam Hapus Video Pengumuman Hiatus
Hasil Lab Nyatakan Halal, Bakso Viral di Solo Buka Kembali dan Bagikan 450 Porsi Gratis
Jalan Panjang Mimpi Besar Kuliner Indonesia, Saatnya Belajar Gastrodiplomacy dari Korsel & Thailand
Jamuan ala ‘Bon Appetit, Your Majesty’ di KTT APEC, Menu Khas Korea dengan Sentuhan Modern dan Kemewahan
Kuah Keju Sensasi Inovasi Baru Menikmati Bakso Tradisional
Jakarta Coffe Week 2025 'A Decade of Passion' Siap Digelar 31 Oktober - 2 November, Etalase Kopi Tanah Air
Makanan Khas Demak yang Unik dan Wajib Dicoba, 10 Rekomendasi Terlezat!
10 Kuliner Khas Kudus yang Wajib Dicoba, dari Soto Kerbau hingga Gethuk Nyimut
Tahok dan Bubur Samin Solo Jadi Warisan Budaya tak Benda