Teknologi

Tetesan Air Dirancang Jadi Teknologi Baru di Masa Depan

P Suryo RP Suryo R - Minggu, 12 September 2021
Tetesan Air Dirancang Jadi Teknologi Baru di Masa Depan

Tetesan air yang dirancang menjadi teknologi baru (Foto Youtube/MIT Media Lab)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PARA peneliti dari MIT sedang mengembangkan teknologi yang mengubah tetesan air menjadi alat interaktif yang dapat diprogram untuk hiburan dan komunikasi.

Teknologi baru yang dirancang ini memungkinkan pengguna memprogram tetesan air secara digital yang diambil dari lingkungan kita sehari-hari misalnya air mata, embun di jendela, tetesan air hujan dan lain sebagainya kemudian memanipulasinya melalui komputer.

Baca Juga:

Kenali Sejumlah Penyebab Krisis Air Global

Proyek ini dipimpin oleh peneliti Udayan Umapathi dan profesor Hiroshi Ishii dari Universitas Media Group Tangible. Mereka berharap teknologi baru ini akan menunjukkan potensi air sebagai media interaktif untuk kreativitas, seni, hiburan dan komunikasi, untuk bisa lebih menghubungkan orang dengan lingkungan fisik mereka.

Sistem ini menggunakan teknik electrowetting, yang melibatkan penerapan tegangan ke tetesan air untuk membuatnya berubah bentuk. Menurut Umapathi, teknik ini dapat ditelusuri kembali dari eksperimen yang dilakukan pada abad ke-19. Mereka menggunakan kembali mekanisme fisik klasik untuk mengendalikan perilaku air.

Pada tingkat dasar, sistem ini terdiri dari papan sirkuit cetak yang telah dilapisi dengan bahan bergesekan rendah dan ditutupi dengan grid kabel tembaga. Secara terprogram air akan dikendalikan oleh medan listrik dan kita dapat mengubah bentuk tetesan cairan dan memindahkannya di sekitar permukaan. Kontrol yang tepat ini memungkinkan pengguna untuk melakukan hal seperti menerjemahkan, mengubah, menggabungkan, dan membelah beberapa tetesan air secara bersamaan.

Salah satu penggunaan potensial untuk tetesan yang dapat diprogram ini adalah untuk melukis. Tim peneliti mengintegrasikan perangkat ke dalam palet warna fisik untuk secara otomatis membuat dan mencampur warna bersama-sama.

Baca Juga:

Kenapa Sebagian Negara Masih Krisis Air Bersih?

air
Tetesan air ini bisa dijadikan konsol game (Foto: Youtube/MIT Media Lab)

Para pengguna juga dapat mengambil gambar objek menggunakan ponsel mereka, dan mengekstrak warna tertentu dari gambar yang ingin mereka lukis. Program ini kemudian mendaftarkan tiga warna CMY yang perlu dikombinasikan untuk menciptakan warna yang diinginkan dan secara otomatis mencampurnya bersama-sama dengan menggerakan tetesan untuk bergerak dan bergabung menjadi warna lain.

Teknologi ini juga dapat digunakan sebagai konsol gim yang dapat membantu mengembangkan keakraban pemahaman seseorang tentang dunia fisik dengan menggunakan gravitasi untuk mengarahkan air. Tetesan utama atau karakter dikemudikan oleh pengguna yang memiringkan papan, dan gerakan lawan dikendalikan oleh komputer.

Tujuan dari permainan ini adalah untuk membuat karakter utama menelan yang lain. Sistem akan merasakan dorongan ketika tetesan yang dikendalikan semakin dekat dengan tetesan lainnya atau lawannya sehingga secara otomatis tetesan karakter lain akan bergerak menjauh.

Penggunaan potensial lainnya yang saat ini masih merupakan ide konseptual adalah tetesan terprogram yang digunakan sebagai media komunikatif. Tetesan akan diprogram secara digital untuk secara fisik membuat pesan yang ditulis pada smartphone muncul pada permukaan, seperti cermin yang berembun dengan mengatur bentuk dan gerakan tetesan dalam kondensasi. Di masa depan, air akan menjadi platform interaksi dalam kehidupan kita. (Tel)

Baca Juga:

Techa, Sungai dengan 76 juta ton Limbah Radioaktif

#Lipsus Bulan September #Teknologi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Tekno
iPad Mini 8 Dikabarkan Meluncur Oktober 2026, Bawa Layar OLED dan Chip A20 Pro
iPad Mini 8 akan meluncur Oktober 2026. Perangkat ini bakal hadir dengan upgrade besar-besaran.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
iPad Mini 8 Dikabarkan Meluncur Oktober 2026, Bawa Layar OLED dan Chip A20 Pro
Tekno
Vivo S2 FE Segera Meluncur 6 Oktober 2026, Jadi Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh?
Vivo S2 FE kabarnya segera meluncur 6 Oktober 2026. HP ini kemungkinan membawa baterai 10.000 mAh.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Vivo S2 FE Segera Meluncur 6 Oktober 2026, Jadi Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh?
Tekno
Xiaomi 18 Pro Kini Bisa Terhubung ke Apple Watch, ini Fitur yang Didukung
Xiaomi 18 Pro kini bisa terhubung ke Apple Watch. Pengguna dapat menerima panggilan hingga notifikasi.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Xiaomi 18 Pro Kini Bisa Terhubung ke Apple Watch, ini Fitur yang Didukung
Tekno
OBSBOT Meet Flip, Webcam 4K Ringkas dengan Desain Lipat dan Fitur AI Mumpuni untuk Meeting
OBSBOT Meet Flip mengusung desain fold-to-protect, memungkinkan pengguna menutup lensa secara fisik hanya dengan melipat perangkat.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
OBSBOT Meet Flip, Webcam 4K Ringkas dengan Desain Lipat dan Fitur AI Mumpuni untuk Meeting
Tekno
Kejutan, Meta Kenalkan Perangkat AI Portabel Muse Charm
Meta menyebut Charm akan siap dikirimkan untuk liburan Desember mendatang.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
 Kejutan, Meta Kenalkan Perangkat AI Portabel Muse Charm
Tekno
Vivo S2 FE Kembali Bocor, Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh dan Chipset Dimensity 7300e
Vivo S2 FE kini kembali bocor di internet. HP itu akan membawa baterai 10.000 mAh dan chipset Dimensity terbaru.
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
Vivo S2 FE Kembali Bocor, Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh dan Chipset Dimensity 7300e
Tekno
Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max Global Punya Baterai Lebih Kecil, Beda dengan Versi China
Baterai Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max global lebih kecil dari versi China. Lalu, apa alasannya?
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max Global Punya Baterai Lebih Kecil, Beda dengan Versi China
Tekno
Huawei Smartwatch GT Series Diklaim Bisa Tahan hingga 21 Hari, Cocok untuk Aktivitas Olahraga
Huawei GT Series diklaim mampu bertahan hingga 21 hari untuk penggunaan ringan. Simak daya tahan HUAWEI WATCH GT 6 dan GT Runner.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Huawei Smartwatch GT Series Diklaim Bisa Tahan hingga 21 Hari, Cocok untuk Aktivitas Olahraga
Tekno
Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max Dipastikan Meluncur Global, ini Spesifikasi dan Fitur Unggulannya
Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max bakal meluncur global. Hal itu diungkapkan langsung oleh Xiaomi lewat akun X resminya.
Soffi Amira - Kamis, 24 September 2026
Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max Dipastikan Meluncur Global, ini Spesifikasi dan Fitur Unggulannya
Tekno
Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max Resmi Meluncur, Bawa Kamera Leica 200MP dan Baterai 8.500 mAh
Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max akhirnya meluncur. HP ini membawa kamera Leica 200MP dan baterai jumbo.
Soffi Amira - Kamis, 24 September 2026
Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max Resmi Meluncur, Bawa Kamera Leica 200MP dan Baterai 8.500 mAh
Bagikan