Kesehatan

Tetap Pakai Masker dan Cukupi Asupan Air selama Musim Liburan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 26 Desember 2022
Tetap Pakai Masker dan Cukupi Asupan Air selama Musim Liburan

Disarankan untuk tetap menggunakan masker selama liburan, terlebih di tempat ramai. (Foto: Pixabay/Katya Ershova)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MUSIM liburan akhir tahun akhirnya tiba. Periode ini sering dimanfaatkan banyak orang untuk berwisata. Namun tak dimungkiri pula, cuaca yang tak menentu selama periode tersebut di Indonesia, juga menjadi kondisi yang rentan untuk seseorang terserang berbagai jenis penyakit.

Oleh karenanya Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Pondok Indah dr. Dias Septalia Ismaniar, Sp. PD, mengingatkan orang-orang untuk tetap menggunakan masker dengan benar di lokasi yang ramai pengunjung, walaupun di tempat itu sudah membebaskan pemakaian masker, demi mencegah penyakit saat liburan.

"Gunakan masker pada tempat-tempat yang crowded pengunjung, walaupun di tempat tersebut regulasinya sudah bebas masker. Tetapi hal ini tetap penting untuk pencegahan (COVID-19)," kata Dias dilansir Antara, Senin (26/12).

Baca juga:

Jaga Kesehatan Agar Liburan Lebih Optimal

Tetap Pakai Masker dan Cukupi Asupan Air selama Musim Liburan
Jangan kendor untuk tetap memakai masker. (Foto: Unsplash/Usman Yousaf)

Dokter yang menamatkan studi spesialis penyakit dalam dari Universitas Indonesia ini, juga mengingatkan terkait penyakit yang sering dijumpai usai masa liburan termasuk Natal dan Tahun Baru. Termasuk influenza, ISPA atau terinfeksi saluran pernapasan semisal batuk, pilek, radang tenggorokan, infeksi telinga, dan diare.

Demi menghindari penyakit-penyakit itu, Dias menyarankan orang-orang menjaga higienitas diri seperti rutin mencuci tangan, memilih makanan yang bersih dan sehat, tidur cukup serta tidak meninggalkan olahraga rutin. "Lakukan vaksin seperti influenza, tifoid, hepatitis bila akan berangkat," sarannya.

Sementara itu, pakar nutrisi sekaligus founder dan direktur Real Nutrition NYC, Amy Shapiro, menyarankan agar orang-orang tetap mencukupi asupan air putih setidaknya delapan gelas per hari.

"Tanpa hidrasi yang cukup, kita sering merasa lapar dan lelah. Ini dapat menyebabkan kita melewatkan berolahraga, menyantap makanan tak sehat dan berlebihan meminum kafein. Setiap ingin menyantap camilan, harus minum air segelas terlebih dulu," tutur Shapiro.

Baca juga:

Perhatikan Kesehatan dan Daya Tubuh saat Liburan Natal

Tetap Pakai Masker dan Cukupi Asupan Air selama Musim Liburan
Penting untuk tetap terhidrasi selama liburan. (Foto: Unsplash/Rngin Akyurt)

Kemudian untuk makanan, sebaiknya nikmati camilan sekitar satu jam sebelum bepergian ke tempat wisata agar tidak kelaparan. Saat seseorang lapar, dia cenderung membuat keputusan memilih makanan yang tak sehat.

"Jadi nikmati camilan dan beri waktu untuk melihat makanan apa yang tersedia, dan buat pilihan berdasarkan apa yang diidamkan dan apa yang sebenarnya diinginkan," kata Saphiro yang juga merekomendasikan orang-orang mengisi setengah dari piring dengan sayuran setiap makan. (*)

Baca juga:

Liburan Tiba, Waktunya Ambil Cuti

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan