Ternyata Warga Tiktok Senang Nangis Pas Hujan-Hujanan

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Kamis, 03 November 2022
Ternyata Warga Tiktok Senang Nangis Pas Hujan-Hujanan

Hujan-hujanan memang paling asyik sambil nge-galau. (Foto: Unsplash/Rhendi Rukmana)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

"ENAK banget keliling hujan-hujan sambil nangis." "Bawa motor sambil nangis dikala hujan adalah healing terbaik dikala hati sedang tidak baik." Kalimat-kalimat yang bikin hati ketampar dikala warga TikTok sedang galau brutal. Kamu sendiri apakah pernah nangis saat hujan melanda?

Hujan memang punya ceritanya sendiri bagi beberapa orang. Ada yang bilang paling enak sambil menyantap mi instan, tidur di kamar, streaming film, curhat dengan teman, sampai sengaja dengerin lagu galau biar teringat masa lalu. Bunyi rintik-rintik hujan dan cuacanya yang sejuk seolah ingin memanjakan diri.

Yang menarik, rasanya begitu puas ketika kita meneteskan air mata saat hujan sambil naik motor atau jalan kaki. Seperti ada yang beda gitu. Mungkin, tiba-tiba kamu teringat dengan mantan yang pernah boncengan naik motor hujan-hujanan, dan mampir untuk makan di pinggiran. Atau saat mencoba jalan dengan orang baru di suatu tempat, kamu dejavu pernah melakukannya dengan mantan.

Baca juga:

Banjir Berkah di IMOS 2022, Dari Diskon Sampai Test Ride

Ternyata Warga Tiktok Senang Nangis Pas Hujan-Hujanan
Beberapa orang merasakan suasana hati atau mood berubah menjadi lebih buruk saat musim hujan. (Foto: Unsplash/Alex Dukhanov)


Beberapa orang mungkin merasa malu ketika mereka harus nangis di depan banyak orang. Untuk bisa mengeluarkan air mata, mereka akan mencari tempat sepi atau justru nangis saat hujan melanda. Sambil naik motor, jalan pelan-pelan, dan tiba-tiba teringat akan kenangan di masa lalu, entah bersama teman atau mantan. Air hujan yang terkena wajah, seolah menyamarkan air mata seseorang. Kalau kata anak TikTok sih, biar semesta saja yang tahu kalau kita lagi sedih.

Beberapa orang merasakan suasana hati atau mood berubah menjadi lebih buruk saat musim hujan. Dalam kata lain saat langit mendung dan hujan turun, sebagian orang merasa sedih, sendiri, dan lebih tak percaya diri.

Kemungkinan lainnya, mungkin bukan karena hujannya, memang kamunya saja yang baperan. Jangankan lihat hujan, bengong di pinggir pantai atau melihat rumput bergoyang saja kamu bisa galau dan terbawa suasana sendiri. Jadi, jangan salahkan suasana, memang kamunya saja yang gampang galau.

Nyatanya, terdapat alasan dan penjelasan ilmiah di balik itu. Sebuah penelitian menemukan, saat turun hujan bisa membawa pengaruh pada kondisi emosi seseorang. Dalam studi lain ditemukan juga, saat hujan akan lebih banyak unggahan negatif berkesan 'galau' di media sosial.

Baca juga:

Keuangan Tetap Berkah Meski Banjir Festival Musik

Tidur saat hujan memang enak. (Foto Unsplash Danielle Dolson)
Tidur saat hujan memang enak. (Foto: Unsplash/Danielle Dolson)


Dalam penelitian ditemukan, jika perubahan cuaca bisa memengaruhi kondisi psikis seseorang. Hal itulah yang mungkin membuat seseorang merasa jenuh, mudah marah, kelelahan, hingga gangguan mood yang berkaitan dengan depres serta sakit kepala.

Suasana hati bisa dipengaruhi oleh suasa lingkungan. Dari mulai suhu, paparan sinar matahari dan juga tingkat kelembapan udara. Ditemukan pula jika lingkungan yang lembap bisa membuat seseorang lebih sulit untuk konsentrasi dan lebih mudah mengantuk.

Selain itu kurangnya paparan sinar matahari juga berhubungan dengan rendahnya kadar melatonin dan serotonin. Selain itu kurangnya paparan sinar matahari juga menyebabkan gangguan pola tidur, pertambahan berat badan, dan rasa ingin selalu makan karbohidrat. (and)

Baca juga:

Musim Hujan, Ojek Payung Warga +62 Banjir Berkah

#November Warga +62 Banjir Berkah #Kesehatan #Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Indonesia
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
BPJS Kesehatan bukan yang berwenang mengaktifkan atau menonaktifkan akun.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Februari 2026
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
Indonesia
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Hingga kini, belum ada kasus Nipah di Indonesia. Polri menekankan kewaspadaan Polri dan pentingnya komunikasi publik agar masyarakat tidak panik.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Penggunaan ponsel secara berlebihan dalam kondisi minim cahaya memang dapat menimbulkan gangguan kesehatan mata, seperti computer vision syndrome dengan gejala mata lelah, penglihatan kabur, mata merah, mata kering, hingga sakit kepala.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Indonesia
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
kajian kesehatan perlu dilakukan guna Memastikan ikan sapu-sapu layak dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Indonesia
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Tantangan kesehatan di masa depan banyak bersumber dari zoonosis seperti virus Nipah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Indonesia
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu yang selama ini terkendala dalam mengakses layanan kesehatan akibat tunggakan iuran JKN.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Bagikan