Terkait Impor Senjata, TNI dan Polri Diminta Waspadai Pihak yang Mengadu Domba

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 01 Oktober 2017
Terkait Impor Senjata, TNI dan Polri Diminta Waspadai Pihak yang Mengadu Domba

KaKorps Brimob Polri Irjen Pol Murad Ismail menunjukkan jenis senjata pelontar granat (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Impor senjata untuk Brimob sempat menimbulkan kesalahpahaman antara TNI dan Polri. Senjata-senjata tersebut ditahan sementara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Mabes Polri terpaksa turun tangan menjelaskan kepada publik terkait impor senjata. Padahal impor senjata itu dilakukan secara legal dan setujui para pejabat berwenang. Lantas, dimana masalahnya?

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan meminta TNI dan Polri mewaspadai adanya indikasi pihak tertentu yang berniat mengadu domba terkait impor senjata.

"Ini bagian skenario untuk membenturkan antaraparat negara," kata Edi Hasibuan di Jakarta Minggu (1/10).

Edi Hasibuan sebagaimana dilansir Antara, mengatakan kebijakan yang biasa dilakukan pimpinan Polri untuk mengimpor maupun mengajukan pengadaan senjata dan amunisi untuk kebutuhan operasional.

"Terlebih pengadaan senjata sudah dilakukan tiga kali," tutur Edi.

Mantan komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) itu menyatakan seluruh pihak harus memahami tugas Polri terutama Korps Brigade Mobil (Brimob) memiliki tugas yang lebih berat mengatasi aksi teroris dan kelompok kekerasan bersenjata di Poso Sulawesi Tengah dan Papua.

Hasil kajian Lemkapi menunjukkan senjata operasional yang diimpor Polri seperti Stand Alond Granade Launcher (SAGL) atau pelontar granat kaliber 40x46 mm dan juga peluncur amunisi 40x46 mm Round RLV HEFJ berdaya ledak tinggi.

Edi mengungkapkan senjata SAGL bukan tipe senjata pembunuh namun berfungsi melumpuhkan dengan kelebihan dapat menggunakan peluru karet, peluru hampa dan peluru asap untuk menangani aksi anarkis saa demonstrasi.

"Senjata ini memiliki khas untuk efek kejut," ungkap Edi Hasibuan.

Terkait pengiriman senjata yang diperlukan Polri masih tertahan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Edi mendesak Badan Intelijen dan Strategis (BAIS) segera menerbitkan rekomendasi agar senjata itu dapat dimanfaatkan Brimob Polri untuk keamanan negara.(*)

#TNI-Polri #Polri #Mabes Polri #Mabes TNI #Senjata Api
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
HUT ke-81 TNI Digelar di Cilangkap, Keterlibatan Masyarakat Terbatas
Puncak peringatan HUT ke-81 TNI akan lebih difokuskan pada kegiatan internal di Mabes TNI. Keterlibatan masyarakat tetap ada, tetapi dilakukan secara terbatas.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
HUT ke-81 TNI Digelar di Cilangkap, Keterlibatan Masyarakat Terbatas
Indonesia
Identifikasi Korban KM Virgo Transport 8 masih Berjalan, Polri Cocokkan DNA 9 Korban dan Keluarga
Proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan informasi yang diperoleh dari keluarga korban dengan hasil pemeriksaan terhadap jenazah.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Identifikasi Korban KM Virgo Transport 8 masih Berjalan, Polri Cocokkan DNA 9 Korban dan Keluarga
Olahraga
Tak Hanya di Lapangan, Polisi Juga Lakukan Patroli Siber selama FIFA ASEAN CUP 2026
Pola pengamanan disiapkan untuk menghadapi tingginya mobilitas selama turnamen, termasuk pergerakan suporter.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Tak Hanya di Lapangan, Polisi Juga Lakukan Patroli Siber selama FIFA ASEAN CUP 2026
Indonesia
Amankan FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta dan Bandung, Polri Kerahkan 5.641 Personel
Polri mengerahkan 5.641 personel untuk mengamankan rangkaian FIFA ASEAN Cup 2026.
Yusuf Abdillah - Senin, 21 September 2026
Amankan FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta dan Bandung, Polri Kerahkan 5.641 Personel
Dunia
Penembakan Sekolah Kembali Terjadi di Filipina, 3 Siswa Tewas
Penembakan terjadi di sebuah sekolah menengah di South Cotabato, Filipina selatan.
Yusuf Abdillah - Jumat, 18 September 2026
Penembakan Sekolah Kembali Terjadi di Filipina, 3 Siswa Tewas
Indonesia
TNI Kirim KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 Gelar Operasi ke Vanauta, Fiji, Solomon dan Papua New Guinea
Operasi militer selain perang perang ini juga bagian dari diplomasi Indonesia ke empat negara yakni Vanauta, Fiji, Solomon dan Papua New Guinea.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 14 September 2026
TNI Kirim  KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 Gelar Operasi ke Vanauta, Fiji, Solomon dan Papua New Guinea
Indonesia
Polri: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Senjata Baru Lawan Koruptor
Kortastipidkor Polri mendukung rencana DPR mengesahkan RUU Perampasan Aset pada Desember 2026 untuk memperkuat pemberantasan korupsi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Polri: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Senjata Baru Lawan Koruptor
Indonesia
Bareskrim Ungkap Sindikat Pornografi Modus Live Streaming di TikTok, Berujung ke Aplikasi Tevi
Para pelaku memanfaatkan fitur siaran langsung untuk membangun jumlah penonton dan interaksi.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Bareskrim Ungkap Sindikat Pornografi Modus Live Streaming di TikTok, Berujung ke Aplikasi Tevi
Indonesia
Polri Siapkan 299 Personel dan 10 K9 Antisipasi Kondisi Darurat Gunung Anak Krakatau
Polri menyiapkan 299 personel, 10 unit K9, tim SAR hingga logistik untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi darurat akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Polri Siapkan 299 Personel dan 10 K9 Antisipasi Kondisi Darurat Gunung Anak Krakatau
Indonesia
Prabowo Minta Korporasi Pelaku Karhutla Diusut: Kalau Perlu Semua Izinnya Dicabut
Presiden Prabowo Subianto meminta Polri menindak tegas pelaku karhutla hingga korporasi. Polri telah menangani 200 LP dengan 138 tersangka dan 8 korporasi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Prabowo Minta Korporasi Pelaku Karhutla Diusut: Kalau Perlu Semua Izinnya Dicabut
Bagikan