Terdampak Parah Badai Cempaka, Bantul Berstatus Tanggap Darurat

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 29 November 2017
Terdampak Parah Badai Cempaka, Bantul Berstatus Tanggap Darurat

Longsor di Pleret, Bantul, Yogyakarta. Foto: twitter BPBD Bantul

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul menetapkan status tanggap darurat bencana untuk Kabupaten Bantul. Status ditetapkan per Rabu 29 November 2017. Penetapan status ini disebakan Kabupaten Bantul terkena dampak bencana tanah longsor dan banjir paling parah akibat siklon Cempaka yang melanda Daerah Istimewa Yogyakarta sejak Senin (27/10) malam.

Kepala BPBD Bantul Dwi Daryono menjelaskan status Tanggap Darurat bencana ini ditetapkan hingga 12 Desember 2017. Pihaknya langsung menginventarisir berapa biaya yang diubutuhkan BPBD untuk mitigasi bencana dan memperbaiki kerusakan fasilitas umum dan infrastruktur.

"Hasil inventarisir akan kami sampaikan ke pak Bupati untuk bisa mengeluarkan dana tak terduga Pemkab Bantul untuk mitigasi bencana," kata Dwi melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Rabu (29/11).

Dwi melanjutkan Pemkab Bantul telah mengganggarkan biaya tak terduga dalam APBD 2017 sebesar Rp16 miliar. Uang tersebut bisa digunakan sebagian untuk mitigasi bencana usai status ditingkatkan menjadi Tanggap darurat bencana.

Proses inventarisir ditargetkan rampung pada Jumat (1/12) mendatang. Berdasrkan laporan bencana Pusdalop BPBD DIY pada pukul 13.00 Wib, longsor menerjang 45 titik di Kabupaten Bantul. Wilayah longsor sebagian besar terjadi di bawah lereng perbukitan di daerah Selopamioro dan Wikurisari di Kecaamtan Immogiri dan Srimartani Kecamatan Piyungan Bantul.

Sementara banjir menggenangi 32 titik dan angin kencang melanda 67 titik. Daerah yang sempat terendam banjir ada di Kecamatan Pleret, Imogiri serta Bambang Lipuro, Kretek dan Sanden.

Dampak rentetan bencana ini empat jembatan penghubung antar daerah rusak diterjang banjir. Keempat jembatan itu berada di Kecamatan Bangunjiwo dan Kretek. Puluhan pohon tumbang, beebrapa rumah rusak diterjang angin kencang, Sebanyak 4.756 warga terdampak karena terkena longsor dan banjir. 3000an diantaranya terpaksa mengungsi karena rumah terendam banjir.

Berita ini merupakan laporan Teresa Ika, kontributor merahputih.com, untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Diterjang Badai Cempaka, Gubernur DIY Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana

#Bantul #Tanah Longsor #Yogyakarta
Bagikan

Berita Terkait

ShowBiz
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Lagu ini dibalut nuansa ringan dan ceria, terinspirasi dari pengalaman berlibur di Yogyakarta
Wisnu Cipto - Minggu, 18 Januari 2026
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Indonesia
Total Kerusakan dan Kerugian Bencana Alam di Sumbar Capai Rp 33,5 Triliun
Kerusakan dan kerugian paling besar dialami Kabupaten Agam dengan total Rp 10,49 triliun, disusul Kabupaten Padang Pariaman Rp 5,48 triliun, dan Kota Padang sebesar Rp 4,88 triliun.
Frengky Aruan - Jumat, 16 Januari 2026
Total Kerusakan dan Kerugian Bencana Alam di Sumbar Capai Rp 33,5 Triliun
Indonesia
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Libur panjang akhir pekan kerap dimanfaatkan masyarakat untuk menjelajahi kota-kota dengan nyaman dan aman bersama keluarga dengan naik kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Indonesia
Akses Wisata Bromo dari Malang Longsor, Hanya Bisa Dilewati Roda 2
Tanah longsor menutup Jalan Raya Gubugklakah, jalur utama menuju kawasan wisata Gunung Bromo dari arah Malang.
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Akses Wisata Bromo dari Malang Longsor, Hanya Bisa Dilewati Roda 2
Indonesia
RM Salero Awak Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Aceh Tamiang Setelah Sebulan Lumpuh Total
Berkat bantuan tenaga dari petugas Pekerjaan Umum (PU) serta para relawan, RM Salero Awak kini mulai melayani pelanggan kembali dalam enam hari terakhir
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Januari 2026
RM Salero Awak Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Aceh Tamiang Setelah Sebulan Lumpuh Total
Indonesia
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Hingga Senin (29/12) penjualan tiket Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 periode 18 Desember 2025–4 Januari 2026 telah mencapai 3.517.528 tiket.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Indonesia
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Posisi berikutnya ditempati oleh Semarang dengan 32.962 penumpang, Surabaya sebanyak 22.846 penumpang, Purwokerto sebanyak 22.139 penumpang, dan Bandung dengan 21.186 penumpang.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Indonesia
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Proses evakuasi korban berlangsung cukup menantang mengingat medan di kawasan Gunung Merapi yang curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Indonesia
11 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau Tetapkan Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi, Inhu Diminta Mengikuti
11 kabupaten/kota itu tersebut yakni Kabupaten Rokan Hulu, Indragiri Hilir, Rokan Hilir, Siak, Kuansing, Kampar, Kepulauan Meranti, Bengkalis, Pelalawan, Kota Pekanbaru, dan Dumai.
Frengky Aruan - Rabu, 17 Desember 2025
11 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau Tetapkan Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi, Inhu Diminta Mengikuti
Indonesia
Banyak Bupati 'Kabur' saat Aceh Hadapi Bencana Alam, Gubernur Mualem: Kalau Tak Mampu, Serahkan Jabatan!
Gubernur Aceh Mualem menegur pejabat yang dianggap tidak sanggup menangani banjir, meminta mereka proaktif dan turun langsung membantu warga terdampak.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 05 Desember 2025
Banyak Bupati 'Kabur' saat Aceh Hadapi Bencana Alam, Gubernur Mualem: Kalau Tak Mampu, Serahkan Jabatan!
Bagikan