Kesehatan

Terapkan deh, 5 Lifestyle Masa Kini yang Bisa Cegah Kanker

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 11 Februari 2025
Terapkan deh, 5 Lifestyle Masa Kini yang Bisa Cegah Kanker

Gaya hidup sehat kekinian bisa bantu kamu cegah kanker. (Unsplash/bruce mars)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - KANKER saat ini menjadi penyebab kematian kedua terbanyak di dunia Penyakit ini tidak bisa dianggap remeh. Data World Health Organization (WHO) menyebutkan, lebih dari 35 juta orang diperkirakan akan terdiagnosis kanker pada 2050. Perkiraan itu meningkat 77 persen dari estimasi 20 juta kasus pada 2022.

Gaya hidup sehat menjadi salah satu faktor yang bisa mencegah kemunculan kanker. Ada banyak kebiasaan gaya hidup yang kini banyak diterapkan bisa bantu kamu menjaga kesehatan dan mencegah kanker.




1. Mindful Eating



Mindful eating merupakan cara makan dengan lebih sadar. Dengan cara makan ini, kamu akan fokus pada apa yang kamu makan, bagaimana cara makannya, dan kapan waktu yang tepat. Menghindari makan terburu-buru atau terlalu sering ngemil makanan olahan dapat membantu mengurangi risiko kanker.

Dengan memilih makanan bergizi seperti sayur dan buah, tubuh kita mendapatkan dukungan untuk menjaga sistem imun dan melawan radikal bebas penyebab.

Baca juga:

Ladies, Ini 5 Langkah Hindari Kanker Serviks Sejak Dini



2. Menggunakan Smartwatch



Selain bisa melacak aktivitas harian dan kualitas tidur, smartwatch juga bisa memantau detak jantung dan tingkat stres, yang merupakan faktor risiko kanker. Dengan mengetahui data ini, kita bisa lebih proaktif dalam menjaga pola hidup sehat, seperti bergerak lebih banyak dan tidur cukup. Teknologi ini bukan hanya untuk gaya, melainkan juga bisa menjadi teman setia dalam menjaga kesehatan tubuh.




3. Pola Hidup Plant-Based



Makanan berbasis tanaman semakin populer dan tidak sekadar tren. Menambahkan lebih banyak sayur, buah, dan kacang-kacangan dalam menu sehari-hari bisa membantu mencegah kanker. Makanan nabati kaya akan serat, antioksidan, dan nutrisi yang dapat memperkuat sistem imun serta melawan radikal bebas yang berpotensi merusak sel.

Oleh karena itu, mengganti sebagian makanan olahan dengan bahan alami merupapkan langkah cerdas untuk melindungi tubuh.



4. Intermittent Fasting



Intermittent fasting (puasa intermiten) bukan hanya bermanfaat untuk menurunkan berat badan, melainkan juga memiliki banyak manfaat kesehatan lainnya, termasuk mengurangi risiko kanker. Dengan memberi tubuh waktu untuk beristirahat dari proses pencernaan, puasa dapat membantu proses detoksifikasi dan memperbaiki sel-sel tubuh. Selain itu, puasa juga mengurangi peradangan yang bisa berkontribusi pada perkembangan kanker.



5. Work Life Balance



Di era modern ini, kita sering terjebak dalam rutinitas yang membuat kita merasa kelelahan. Namun, menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi sangat penting untuk kesehatan jangka panjang. Stres kronis dapat merusak sistem imun dan meningkatkan risiko kanker.

Oleh karena itu, menyisihkan waktu untuk diri sendiri, berolahraga, atau sekadar bersantai sangat penting agar tubuh tetap fit dan bebas stres.(*)

Baca juga:

Junk Food Dapat Memicu Kanker, Apa Penyebabnya?

#Kesehatan #Kanker
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Kuliner
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Mi instan sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan, tapi rendah serat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Olahraga
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Atlet HYROX asal Australia Joanna Wietrzyk mengalami inkontinensia feses saat lomba di Beijing, tetapi tetap bertanding hingga keluar sebagai juara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Dunia
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
umlah lansia berusia 100 tahun ke atas di Jepang tembus 107.677 orang per September 2026. Sebanyak 87,6% di antaranya adalah wanita. Simak data lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
Indonesia
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Berita Foto
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Pengunjung memukul bola golf lewat teknologi AI Human Motion Analytics dalam ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 11 September 2026
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Lifestyle
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Abu vulkanis dapat menempel pada kulit, rambut, pakaian, dan sepatu. Simak alasan pentingnya mandi dan mengganti pakaian setelah terpapar abu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Bagikan