Seni

Temu Seni Tari Gelar Napak Tilas dan Sarasehan Situs Cagar Budaya

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Rabu, 20 Juli 2022
Temu Seni Tari Gelar Napak Tilas dan Sarasehan Situs Cagar Budaya

Temu Seni Tari menggelar Napak Tilas dan Sarasehan tentang situs cagar budaya Gunung Kawi (Foto: Dok. Kemendikbudristek RI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

RANGKAIAN awal program Temu Seni Tari di Bali, menggelar Napak Tilas dan Sarasehan tentang situs cagar budaya Gunung Kawi. Acara tersebut diikuti oleh 18 Koreografer peserta Temu Seni Tari di Bali untuk menyaksikan, mengenal, serta memahami tentang sejarah, seni, dan budaya Gunung Kawi.

Para peserta Temu Seni memulai sesi laboratorium Seni, yang dipraktikkan secara organik dan terbuka, serta mengangkat tema sesuai pilihan, berdasarkan kesepakatan bersama lewat diskusi-diskusi terfokus.

Baca Juga:

Ubud Folkfest Siap Bergulir, Tampilkan Pertunjukan Musik hingga Budaya

Acara temu seni berlangsung selama satu minggu (Foto: Dok. Kemendikbudristek RI)

Acara Temu Seni digelar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media, serta Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Lokasi Temu Seni berlangsung di kota Ubud, Gianyar Bali, pada tanggal 18-24 Juli 2022. 18 koreografer muda yang memiliki beragam latar genre dan berasal dari berbagai tempat di Indonesia hadir di Ubud, untuk ikut serta dalam Temu Seni.

Temu Seni merupakan salah satu rangkaian dari festival Mega Event Indonesia Bertutur 2022, yang dihelat menjadi bagian dari gelaran akbar Pertemuan Menteri-Menteri Kebudayaan G20 (G20 Ministerial Meeting on Culture), yang akan digelar di kawasan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada September 2022.

"Napak Tilas Gunung Kawi dirancang untuk mengajak koreografer muda mengenal bentuk, nama dan fungsi candi-candi yang ada di situs ini, sehingga mereka bisa meyerap vibrasi dan rasa dari masa lampau yang bisa menjadi sumber kekaryaan mereka," tutur Kurator seni rupa dan narasumber Temu Seni I Made Susanta Dwitanaya pada keterangan resminya.

Ade menjelaskan, setelah napak tilas, dia melihat beberapa peserta sudah mulai bisa menari dan mengolah tubuh mereka di Candi Lima, hal itu seakan menandai bahwa vibrasi dan suasana hening di Gunung Kawi benar-benar menginspirasi mereka.

Sastrawan dan narasumber Temu Seni Ketut Eriadi Ariana dalam sesi Sarasehan memaparkan bahwa sebagai sebuah cagar budaya, Gunung Kawi memiliki derajat yang tinggi. Hal itu lantaran sudah ditetapkan oleh United Nations Educational, Scientif and Cultural Organization (UNESCO) sebagai World Heritage.

Terletak di Daerah Aliran Sungai (DAS) Pakerisan, Gianyar, Bali, Gunung Kawi adalah situs suci yang sangat penting bagi peradaban dan budaya Bali, serta menjadi inspirasi lahirnya karya sastra di Bali.

Kompleks candi tersebut gambaran refleksi filosofi bahwa air memiliki keselarasan dalam konteks rohani dan keilmuan, mengalir dari zaman ke zaman, dari generasi ke generasi, menjadi tumpuan dalam membangun gagasan kreatif.

Sementara itu, Direktur Artistik Indonesia Bertutur 2022 Melati Suryodarmo menjelaskan bahwa ajang Temu Seni menuju festival mega event Indonesia Bertutur 2022 Temu Seni Tari diadakan dengan mengacu pada kerangka besar Indonesia Bertutur, yakni mengalami masa lampau, menumbuhkan masa depan.

Baca juga:

Collabonation Tour akan Sapa 50 Kota

Acara Temu Seni Tari diikuti oleh 18 Koreografer (Foto: dok. Kemendikbudristek RI)

Acara yang digelar selama seminggu tersebut, berkerangka laboratorium. Artinya sejumlah gagasan, praktik tari dan koreografi akan dipertemukan, diuji dan dipresentasikan.

Pada kerangka itu, pengalaman akan masa lampau tidak hanya ditengok ulang lewat situs cagar budaya, tapi juga dipertemukan dengan persepektif dan tubuh kekinian.

Laboratorium tersebut diharapkan dapat mengenali kaitan dan keberlanjutan yang lampau serta yang akan datang, melalui praktik-praktik ketubuhan dalam tari serta koreografi.

Temu Seni dengan tema Tari yang dilaksanakan di Bali melibatkan 18 peserta dari berbagai provinsi. Ajang Temu Seni Tari di Bali ini terwujud berkat kerja sama dengan komunitas Teater Kalangan yang berperan penting untuk merancang program dan pelaksanaan acara. Teater Kalangan merupakan kolektif lintas disiplin pertunjukan yang berbasis di Denpasar, Bali, beranggotakan insan dari berbagai lintas disiplin ilmu. (ryn)

Baca Juga:

Daftar Hajatan Budaya Pulau Dewata Incaran Para Pelancong

#Tradisi #Seni Tari #Tari Bali
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Olahraga
Jelang Piala Dunia 2026, Pesawat Timnas Brasil 'Dibaptis' di Bandara Rio de Janeiro
Pesawat timnas Brasil menjalani ritual baptis di Bandara Galeao, Rio de Janeiro. Hal ini menjadi tradisi yang biasa dijalani di Brasil.
Soffi Amira - Selasa, 02 Juni 2026
Jelang Piala Dunia 2026, Pesawat Timnas Brasil 'Dibaptis' di Bandara Rio de Janeiro
Tradisi
Tradisi Toron, ketika Orang Madura Pulang Beramai-Ramai untuk Perayaan
Tradisi Toron diperkirakan telah ada bahkan sebelum era abad 19.
Dwi Astarini - Selasa, 26 Mei 2026
Tradisi Toron, ketika Orang Madura Pulang Beramai-Ramai untuk Perayaan
Tradisi
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta menjadi simbol syukur, berbagi rezeki, dan perpaduan budaya Jawa dengan ajaran Islam yang terus lestari hingga kini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi
Tradisi Hadrat di Maluku, Warisan Islami yang Hidupkan Semangat Idul Adha
Tradisi Hadrat menjadi warisan budaya Muslim Maluku yang terus dilestarikan saat Iduladha. Perpaduan selawat, rebana, dan nilai persaudaraan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Tradisi Hadrat di Maluku, Warisan Islami yang Hidupkan Semangat Idul Adha
Lifestyle
4 Ide Rayakan Paskah Bersama Keluarga Dengan Hangat dan Sederhana
Meskipun Paskah identik dengan prosesi ibadah khidmat di gereja, masyarakat dapat menghadirkan suasana syukur secara sederhana di dalam rumah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 April 2026
4 Ide Rayakan Paskah Bersama Keluarga Dengan Hangat dan Sederhana
Tradisi
Tradisi Injak Bumi, Ritual Sakral Bayi-Bayi Jambi Seberang Setelah Salat Id
Tradisi ini khusus diperuntukkan bagi bayi yang sedang belajar berjalan. Doa yang dibacakan memohon perlindungan Allah dari gangguan gaib
Wisnu Cipto - Minggu, 22 Maret 2026
Tradisi Injak Bumi, Ritual Sakral Bayi-Bayi Jambi Seberang Setelah Salat Id
Tradisi
Binarundak, Tradisi Memasak Nasi Jaha yang Menghangatkan Kebersamaan di Sulawesi Utara
Proses memasak ini biasanya dilakukan secara bersama-sama oleh warga, sehingga menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di tengah masyarakat.
Frengky Aruan - Kamis, 19 Maret 2026
Binarundak, Tradisi Memasak Nasi Jaha yang Menghangatkan Kebersamaan di Sulawesi Utara
Lifestyle
Festival Meriam Karbit, Tradisi Dentuman Khas Lebaran di Pontianak, Sudah Berlangsung Ratusan Tahun
Festival Meriam Karbit merupakan salah satu tradisi khas masyarakat di Kalimantan Barat yang selalu meriah digelar menjelang dan saat perayaan Idulfitri.
Frengky Aruan - Minggu, 15 Maret 2026
Festival Meriam Karbit, Tradisi Dentuman Khas Lebaran di Pontianak, Sudah Berlangsung Ratusan Tahun
Tradisi
Tradisi Ngejot di Bali: Cara Warga Berbagi Makanan dan Menjaga Toleransi saat Ramadan
Tradisi Ngejot di Bali menjadi simbol toleransi antarumat beragama saat Ramadan. Warga berbagi makanan kepada tetangga sebagai bentuk silaturahmi dan kebersamaan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 14 Maret 2026
Tradisi Ngejot di Bali: Cara Warga Berbagi Makanan dan Menjaga Toleransi saat Ramadan
Tradisi
Meugang, Tradisi Berbagi yang Menghangatkan Ramadan di Aceh
Meugang merupakan tradisi masyarakat Aceh dengan menyembelih dan memasak daging, umumnya sapi atau kambing, untuk disantap bersama keluarga.
Dwi Astarini - Rabu, 04 Maret 2026
Meugang, Tradisi Berbagi yang Menghangatkan Ramadan di Aceh
Bagikan