Daftar Hajatan Budaya Pulau Dewata Incaran Para Pelancong
Yuk intip daftar hajatan budaya di Bali (Foto: pixabay/nico_boersen)
MESKI pandemi sempat membuat sektor industri pariwisata sepi, daya tarik Bali tidak pernah terhenti. Terlebih saat pandemi mulai melandai, para wisatawan beranjangsana ke Bali semakin Ramai.
Di tengah situasi pandemi mulai kondusif, berbagai hajatan budaya pun mulai diagendakan. Hal itu tentunya bisa memantik daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Dewata.
Baca Juga:
Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan sejumlah hajatan budaya di Bali, bahkan sudah masuk dalam jajaran ajang budaya nasional bertajuk 'Kharisma Event Nusantara'.
Adapun tujuh hajatan tersebut masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2022, antara lain Bali Spirit Festival (29 Mei-10 Juni 2022), Pesta Kesenian Bali (12 Juni–10 Juli 2022), Ubud Village Jazz Festival (12-13 Agustus 2022), Pemuteran Bay Festival (11–13 November 2022) Denpasar Festival (November-24 Desember 2022), dan Penglipuran Village Festival (7–10 Desember 2022).
Bali Festival merupakan hajatan menyatukan yoga, musik, dan tari. Festival tersebut diadakkan di Ubud setiap tahun. Acara tersebut pun sudah berkembang dari tahun ke tahun, hingga menarik ribuan pengunjung dari seluruh dunia.
Kemudian, untuk Pesta Kesenian Bali (PKB) merupakan parade atau festival kesian tahunan, diprakarsai Pemerintah Provinsi Bali. PKB merupakan wadah bagi aktivitas dan kreativitas para seniman dalam rangka mendukung program pemerintah untuk penggalian, pelestarian, serta pengembangan nilai-nilai seni budaya Bali.
Selanjutnya, Ubud Village Jazz Festival. Hajatan tersebut merupakan festival musik digelar di lingkungan artistik Ubud Bali. Pada tahun 2010 lalu, musisi Yuri Mahatma dan pendiri Undergroud Jazz Movement bersama pemilik ANTIDA Music Productions Anom Drsana, bekerja sama untuk sejumlah proyek rutin konser jazz, dengan tema berbeda-beda tiap tahunnya.
Sementara itu, event Sanur Village Festival (SVF) merupakan sebuah pesta rakyat tahunan digelar Yayasan Pembangunan Sanur (YPS) berlokasi di kawasan Pantai Sanur.
Baca Juga:
SVF merupakan gabungan dari berbagai kegiatan berskala besar tentang festival makanan, pameran ekonomi kreatif, atraksi seni budaya, musik, dan berbagai jenis kegiatan ramah lingkungan.
Lalu, ada Pemuteran Bay Festival. Festival ini menaungi berbagai bentuk seni budaya serta pelestarian lingkungan, seperti terumbu karang berbasis masyarakat dengan teknologi biorock, heritage culture gebug ende, beach art parade, lomba seni budaya, dan pameran produksi seni, dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pariwisata berbasis masyarakat, berbudaya, serta berwawasan lingkungan.
Sementara itu, ada pula Denpasar Festival, merupakan hajatan seni budaya digelar sebagai sebuah ajang ragam rekspresi seni budaya, dari mulai ajang bernuansa tradisional, modern, hingga avant-garde. (Ryn)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Resorts World Genting Jalin Kemitraan Kemitraan Strategis dengan Stakeholder Pariwisata, Bersiap Kenalkan Eufloria
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku