Kesehatan

Telekonsultasi Alodokter, Solusi untuk Pasien COVID-19 Gejala Ringan

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 09 Juli 2021
Telekonsultasi Alodokter, Solusi untuk Pasien COVID-19 Gejala Ringan

Konsultasi kesehatan cukup di rumah saja. (Foto: Unsplash/Christian Wiediger)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PASIEN COVID-19 dengan gejala berat mendapatkan prioritas untuk ditangani tenaga medis. Meski begitu, bukan berarti pasien yang memiliki gejala ringan tidak diberikan perhatian khusus. Mereka tetap membutuhkan panduan dari dokter agar gejala tidak makin parah.

Tenang, pasien COVID-19 gejala ringan tidak perlu pergi ke rumah sakit. Mereka cukup melakukan isolasi mandiri di rumah dan memperkuat imun tubuh. Oleh karena itu, platform kesehatan menjadi solusinya. Tanpa keluar rumah, mereka yang memiliki gejala ringan tetap bisa berkonsultasi dengan dokter yang kompeten.

Baca juga:

Kemenkes dan ALODOKTER Adakan Pelatihan Demi Lancarnya Vaksinasi COVID-19

Dengan dukungan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (KEMENKES), platform kesehatan Alodokter menghadirkan layanan kesehatan berupa pendampingan melalui telekonsultasi dokter pribadi. Layanan ini dapat dinikmati secara gratis bagi setiap pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri.

Konsultasi dilakukan secara gratis. (Foto: Unsplash/Hush Naidoo)

Suci Arumsari selaku Co- Founder dan Director Alodokter berharap program kolaborasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang terdampak COVID-19 dan mereka yang menjalani isolasi mandiri.

"Alodokter terus berupaya dalam memberikan pendampingan, edukasi, dan layanan kesehatan kepada masyarakat serta mendukung pemerintah dalam penanggulangan COVID-19. Bersama kita bisa melalui masa sulit ini," ujar Suci dalam berita pers yang diterima merahputih.com.

Baca juga:

Alodokter Sediakan Dokter Gratis untuk Pasien COVID-19

Melalui layanan ini pasien bisa menanyakan beberapa tips kesehatan kepada dokter. Konsepnya seperti melakukan chat di Whatsapp atau aplikasi berbalas pesan lainnya. Dokter juga siap memberikan resep jika diperlukan.

Kini program tersebut dikembangkan oleh KEMENKES menjadi salah satu program pemerintah untuk menyediakan layanan telekonsultasi dokter dan paket obat isolasi mandiri gratis bagi pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri.

Dokter juga siap memberikan resep. (Foto: Unsplash/Christine Sandu)

Pemerintah Indonesia bekolaborasi dengan 10 telemedicine dan juga partner lainnya untuk mendukung program ini. Saat ini, program pemberian paket obat isoman gratis dari KEMENKES hanya berlaku untuk pasien COVID-19 tanpa gejala dan gejala ringan di wilayah DKI Jakarta yang menerima notifikasi Whatsapp dari KEMENKES RI dengan centang hijau.

Integrasi dan koordinasi antara KEMENKES dan Alodokter masih terus berjalan saat ini berdasarkan guideline yang ditetapkan oleh KEMENKES. (ikh)

Baca juga:

Alodokter Beri Edukasi Vaksin Secara Digital

#Kesehatan #COVID-19 #Info Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - 1 jam, 48 menit lalu
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan