MerahPutih.com - Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) resmi membuka pendaftaran jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer–Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 pada Selasa (31/3).
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief, meminta panitia seleksi memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung agar pelaksanaan UTBK-SNBT berjalan tertib, lancar, dan akuntabel.
“Hari ini secara resmi telah dibuka pendaftaran untuk penerimaan mahasiswa baru. Ini adalah gerbang awal sebelum memasuki dunia perkuliahan. Kami meminta pansel memastikan mulai dari proses pendaftaran hingga selama pelaksanan UTBK-SNBTN, seluruh sarana dan prasarana pendukung benar-benar siap dan tidak ada kendala dalam pelaksanaan UTBK-SNBT tahun ini,” ujar Habib di Jakarta, Kamis (2/4).
Baca juga:
Habib menegaskan bahwa kesiapan sarana dan prasarana merupakan faktor krusial yang tidak boleh dianggap sepele. Ia mengingatkan, sistem berbasis komputer sangat rentan terhadap gangguan teknis yang dapat berdampak langsung pada peserta.
“Kesiapan sarana dan prasarana adalah tolok ukur keberhasilan pelaksanaan. Jangan dianggap sepele. Jika ada gangguan, bukan hanya sistem yang terganggu, tetapi juga masa depan peserta. Mereka sudah mempersiapkan diri secara maksimal, jangan sampai gagal hanya karena persoalan teknis,” tegasnya.
Legislator asal Jawa Barat itu menjelaskan, sejumlah aspek penting yang harus dipastikan meliputi ketersediaan perangkat komputer, kestabilan listrik, jaringan internet, hingga kesiapan server dan ruang ujian.
Menurutnya, perangkat komputer harus mencukupi baik dari sisi jumlah maupun spesifikasi agar seluruh peserta dapat mengikuti ujian tanpa hambatan. Selain itu, sistem kelistrikan juga harus stabil, termasuk kesiapan sumber listrik cadangan seperti genset untuk mengantisipasi pemadaman.
Baca juga:
DPR Wanti-Wanti Sarana Prasarana UTBK SNBT 2026, Jangan Sampai Mati Lampu Hingga Server Meledak
Ia menambahkan, kestabilan jaringan dan server menjadi tulang punggung pelaksanaan UTBK berbasis komputer. Gangguan pada kedua aspek tersebut berpotensi menyebabkan keterlambatan hingga kegagalan sistem ujian.
Habib juga menyoroti pentingnya kesiapan ruang ujian yang memenuhi standar kenyamanan dan ketertiban, mulai dari pengaturan tempat duduk, ventilasi, hingga pengawasan selama pelaksanaan tes.
“Untuk sistem kelistrikan dan kestabilan server memiliki keterkaitan erat. Jangan sampai saat pelaksanaan tes terjadi pemadaman listrik atau gangguan server. Ini harus diantisipasi sejak awal melalui pengecekan berkala dan simulasi sistem sebelum hari pelaksanaan,” pungkasnya. (Pon)

