Tarif Trump Dibatalkan Supreme Court, RI Klaim Sudah Siapkan Semua Skenario

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 22 Februari 2026
Tarif Trump Dibatalkan Supreme Court, RI Klaim Sudah Siapkan Semua Skenario

Seskab Teddy Indra Wijaya. (Foto: dok. Setkab)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya buka suara terkait putusan terbaru dari Mahkamah Agung Amerika Serikat (Supreme Court) yang membatalkan kebijakan tarif resiprokal Presiden Donald Trump.

Teddy menegaskan, pemerintah Indonesia telah mengantisipasi berbagai skenario terkait kebijakan tarif Amerika Serikat, bahkan sebelum keluarnya putusan Mahkamah Agung AS mengenai tarif 10 persen.

Menurutnya, sebelum adanya putusan tersebut, Indonesia telah berhasil menurunkan potensi tarif dari 32 persen menjadi 19 persen melalui diplomasi langsung Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden Amerika Serikat.

“Itu secara hitung-hitungan lebih baik. Tapi intinya pada prinsipnya Indonesia siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi. Jadi kita sudah sedia payung sebelum hujan,” tegas Seskab Teddy dalam keterangannya, dikutip Minggu (22/2).

Baca juga:

Ingin Bebas Tarif Trump, Pengusaha Indonesia Bakal Pakai Komponen Dari AS

Beli Kapas dan Serat Buatan AS, Tekstil Indonesia Bisa Dapat Tarif Trump Nol

Teddy menyampaikan bahwa para menteri terkait telah melaporkan perkembangan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.

Presiden, lanjutnya, meminta agar seluruh risiko yang mungkin timbul dipelajari secara komprehensif. Pemerintah juga diminta menyiapkan berbagai skenario guna mengantisipasi dinamika kebijakan perdagangan global.

Pemerintah menegaskan diplomasi dan negosiasi akan terus dilakukan secara terukur dan adaptif, dengan kepentingan nasional sebagai prioritas utama.

Baca juga:

Mahkamah Agung Batalkan Tarif Trump, Presiden AS Bakal Melawan

Respons Tarif Resiprokal AS 10%, Pemerintah Indonesia Pilih Tunggu dan Pantau

Di tengah dinamika global, Indonesia memastikan implementasi perjanjian perdagangan tetap memberikan manfaat konkret bagi stabilitas ekonomi dan daya saing nasional.

Langkah antisipatif ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak bersikap reaktif terhadap perkembangan kebijakan luar negeri AS, melainkan telah menyiapkan strategi sebelum keputusan resmi diumumkan. (Knu)

#Teddy Indra Wijaya #Sekretaris Kabinet #Donald Trump #Tarif Resiprokal #Amerika Serikat #Ekonomi
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Bahas Peluang Baru Danantara, Pariwisata hingga Konser Musik Masuk Pembicaraan
Presiden Prabowo Subianto bertemu Rosan Roeslani di Kertanegara. Bahas peluang investasi Danantara, penguatan sektor pariwisata, industri kreatif, hingga konsolidasi BUMN.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 21 Juni 2026
Prabowo Bahas Peluang Baru Danantara, Pariwisata hingga Konser Musik Masuk Pembicaraan
Dunia
Israel dan Hizbullah Sepakat Lakukan Gencatan Senjata
Trump mengaku berbicara dengan otoritas zionis Israel pada Jumat supaya mereka menyetujui gencatan senjata dengan Hizbullah.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Israel dan Hizbullah Sepakat Lakukan Gencatan Senjata
Dunia
Departemen Perang AS Butuh Rp 1,42 Kuadriliun Tutupi Biaya Operasi di Iran
Pimpinan Pentagon memperingatkan bahwa mereka mungkin akan kehabisan dana operasional pada musim panas ini
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Departemen Perang AS Butuh Rp 1,42 Kuadriliun Tutupi Biaya Operasi di Iran
Indonesia
Ekonomi Tertekan Situasi Global, INDEF Minta Pemerintah Perbaiki Kebijakan Domestik
Fleksibilitas fiskal dan stabilitas nilai tukar rupiah dinilai terus tergerus akibat respons kebijakan dalam negeri yang kurang kredibel dan minim sinkronisasi teknokrasi antarkementerian.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Ekonomi Tertekan Situasi Global, INDEF Minta Pemerintah Perbaiki Kebijakan Domestik
Olahraga
Amerika Serikat vs Australia: Sejarah Pertemuan, Prediksi Pemenang dan Prakiraan Pemain
Amerika Serikat menyapu bersih kemenangan pada dua laga uji coba terakhir lewat performa impresif lini depan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 19 Juni 2026
Amerika Serikat vs Australia: Sejarah Pertemuan, Prediksi Pemenang dan Prakiraan Pemain
Indonesia
14 Kesepahaman Amerika dan Iran Buat Akhiri Perang
Kedua negara dan sekutunya juga berkomitmen untuk tidak memulai perang atau operasi militer, menahan diri menggunakan kekuatan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 Juni 2026
14 Kesepahaman Amerika dan Iran Buat Akhiri Perang
Indonesia
DPR Sebut Perdamaian AS-Iran Bisa Tekan Harga Minyak dan Risiko Inflasi di RI
Penghentian konflik bersenjata jadi langkah penting untuk menjaga keamanan internasional dan mengurangi ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
DPR Sebut Perdamaian AS-Iran Bisa Tekan Harga Minyak dan Risiko Inflasi di RI
Indonesia
Iran-Amerika Sepakat Akhiri Perang, Komisi I DPR: Israel jangan Rusak Perjanjian Damai
Seluruh pihak harus mendukung penuh kesepakatan penghentian perang tersebut demi menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Iran-Amerika Sepakat Akhiri Perang, Komisi I DPR: Israel jangan Rusak Perjanjian Damai
Dunia
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Harga Minyak Tergelincir
Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan harga minyak dunia, turun 4,8 persen menjadi USD 83,18 (sekitar Rp 1,36 juta) per barel.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
 AS dan Iran Capai Kesepakatan, Harga Minyak Tergelincir
Indonesia
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Menguat, Tembus Rp 17.725 pada Senin (15/6) Pagi
Nilai tukar rupiah hari ini dibuka menguat signifikan 82 poin (0,46 persen) ke level Rp 17.725 per dolar AS.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Menguat, Tembus Rp 17.725 pada Senin (15/6) Pagi
Bagikan