Tantowi Yahya Dukung Pemerintah Tarik Dubes Indonesia dari Brazil
(foto: Antara)
MerahPutih Politik - Politikus Partai Golkar Tantowi Yahya mendukung langkah tegas sikap pemerintah yang memanggil pulang Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Brazil. Hal ini dilakukan akibat tindakan sepihak pemerintah Brazil yang membatalkan agenda penyerahan credential (surat kepercayaan).
Tantowi menilai tindakan sepihak yang dilakukan Negeri Samba tersebut adalah bentuk pelecehan Brazil kepada Indonesia. Atas dasar itulah pemerintah RI menarik Dubes Toto Riyanto dari Brazil. (Baca: Jaksa Agung: Biaya Eksekusi Satu Terpidana Mati Kasus Narkoba Rp 200 Juta)
"Pembatalan penyerahan kepada Dubes saat yang bersangkutan telah berada di Istana Kepresidenan bersama dubes negara lain adalah sebuah pelecehan diplomatik," kata Tantowi dalam siaran persnya, Sabtu (21/2).
Lebih lanjut Wakil Ketua Komisi I DPR RI menambahkan pembatalan agenda pemberian credential oleh Dubes Toto kepada pemerintah Brazil diduga kuat sebagai bentuk protes Brazil atas vonis hukuman mati warga negara Brazil pengedar narkoba, Rodrigo Gularte yang akan dieksekusi oleh pemerintah. (Baca: 862 Kilogram Sabu Milik Jaringan Sindikat Narkoba Internasional Dimusnahkan BNN)
"Yang jelas kita sedang darurat narkoba, oleh karenanya pemerintah tidak boleh takut apalagi tunduk oleh tekanan yang ditunjukkan Brazil dan Australia," tandas Tantowi.
Sebelumnya, pemerintah Republik Indonesia sendiri, pada Januari silam sudah mengeksekusi seorang warga negara Brazil bernama Marcos Archer Cardoso. Marcos dieksekusi mati karena terlibat dalam gembong narkoba. (bhd)
Bagikan
Widi Hatmoko
Berita Terkait
Tren Mabuk Gas Tertawa Whip Pink, Ternyata Bahayanya Luar Biasa
Satnarkoba Polresta Solo Sita 1 Kilogram Sabu dari Jaringan Lintas Provinsi
DPRD DKI Bahas Raperda P4GN, Pramono Tegaskan Komitmen Pemberantasan Narkoba
DPRD DKI Usulkan Cabut Izin Permanen Tempat Hiburan Malam Terkait Narkoba
Bahan Baku Lab Narkoba Apartemen Pluit Impor dari India, Bos Besarnya Masih di Luar Negeri
No Mercy untuk Bandar! Raperda P4GN Jadi Benteng Terakhir Lindungi Generasi Emas Jakarta dari Sabu Hingga Ekstasi
Polda Metro Jaya Bongkar Lab Narkoba Etomidate di Apartemen Pluit, 2 WNA China Ditangkap
Golkar Beri Sinyal Dukung Kepala Daerah Dipilih Anggota DPRD, Sebut Lebih Demokratis, Beda dengan Orde Baru
Golkar Sebut Biaya Pilkada Langsung Berpotensi Merusak Kualitas Demokrasi
Apartemen Lab Narkoba di Ancol Dikelola Sindikat Internasional, Produk Dikemas Mirip Minuman Saset