Tanpa Kehadiran PKL, Ekonomi Indonesia Dipastikan Kolaps

Rendy NugrohoRendy Nugroho - Rabu, 31 Desember 2014
Tanpa Kehadiran PKL, Ekonomi Indonesia Dipastikan Kolaps

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional -  Tanpa kehadiran Pedagang Kaki Lima (PKL) dipastikan Ekonomi Indonesia kolaps saat menghadapi krisis 1997/1998. Kini dan ke depan, PKL optimis mampu  menjaga dan pertahankan kedaulatan ekonomi bangsa ditengah derasnya gempuran investasi asing dan toko modern yang telah dan terus menggerus ekonomi dan mata pencarian rakyat. 

Demikian disampaikan Ketua Umum DPP Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) ALi Mahsun M. Biomed dalam siaran persnya kepada redaksi, Selasa malam (30/12). 

Pada kesempatan ini, APKLI memandang perlu menyampaikan kepada seluruh rakyat bahwa Indonesia dari segala lini belum siap menghadapi era AEC 2015. Jika tetap dipaksakan, maka AEC 2015 akan menjelma menjadi VOC Gaya Baru atau Neo-VOC dan dapat timbulkan very hight risk bagi Indonesia mengalami neo-kolonialisme. 

Oleh karena itu, sebagai negara bangsa berdaulat, Indonesia harus berani dan tegas menyatakan bahwa Indonesia belum siap hadapi AEC 2015. Karena, saat ini saja, satu minimarket mematikan 50-100 kelontong, belum lagi hipermarket. 

Toko modern yang tercatat di Kemendag RI per Agustus 2014 (yang legal saja) sudah 23 ribu yang akibatkan 3500 pasar tradisional kolaps dan jutaan usaha PKL, termasuk Kelontong gulung tikar. 

"Dampaknya, puluhan juta rakyat  Indonesia menjerit diseluruh Indonesia karena kehilangan mata pencarian ekonomi memenuhi kebutuhan keluarga. Kenyataan ini harus dihentikan dan Negara harus hadir apapun resikonya," ujar Ali yang juga Ketua Umum Pergerakan Merah Puti – PMP Indonesia.

Untuk itu, dalam Catatan Akhir Tahun 2014, maka APKLI berserta PKL diseluruh Indonesia mendesak pemerintahan RI  sebagai berikut;

1. Melaksanakan Perpres RI 125/2012 dalam menata dan memberdayakan PKL, tidak boleh ada lagi ada penggusuran, apalagi penistaan hak konstitusional sebagai warga Negara RI yang dilindungi Pancasila dan UUD 1945, dan menghentikan penggunaan Perda Ketertiban Umum.

2. Mencabut Perpres RI 112/2007 tentang Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern yang telah memberikan kesempatan seluas-luasnya Toko Modern membludak dan merangsek ke gang-gang perkotaan dan pelosok pedesaan yang saat ini telah akibatkan 3500 pasar tradisional kolaps dan jutaan PKL termasuk kelontong gulung tikar sehingga puluhan juta rakyat kehilangan mata pencarian ekonomi memenuhi kebutuhan keluarga.

3. Menerbitkan Perpres RI dan atau Undang-undang Pembatasan Investasi dan Toko Modern yang memberikan perlindungan dan penguatan terhadap ekonomi dan mata pencarian rakyat, Usaha PKL, Kelontong dan Pasar Tradisional demi tegaknya Kedaulatan Ekonomi Bangsa menghadapi AEC 2015 dan Pasar Tungal Dunia 2020.

4. Khusus terkait Rencana Presiden RI Joko Widodo yang akan bebaskan kawasan wisata dari PKL, maka APKLI akan melayangkan Surat Terbuka Ke Presiden RI Joko Widodo pada Januari 2014, serta menyampaikan perihal tersebut kepada seluruh elit pemimpin bangsa, serta seluruh PKL dan rakyat Indonesia.  (MP/BHD)

#Target Pertumbuhan Ekonomi Jokowi-JK #Rupiah Anjlok #PKL
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pasar Waspada Sehari Setelah Bos BI Mundur, Rupiah Jeblok di Atas Rp18.070
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp18.070 per dolar AS sehari setelah Perry Warjiyo mundur sebagai Gubernur BI. Pasar bersikap hati-hati menunggu arah kebijakan moneter di bawah kepemimpinan baru.
Wisnu Cipto - Selasa, 28 Juli 2026
Pasar Waspada Sehari Setelah Bos BI Mundur, Rupiah Jeblok di Atas Rp18.070
Indonesia
Rupiah Loyo Dihantam Konflik AS-Iran, Merosot Tembus Rp17.888 Per Dolar AS
Ibrahim Assuaibi menambahkan, ancaman gangguan pada perairan penting Teluk berdampak langsung terhadap rantai pasok minyak dunia
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Juli 2026
Rupiah Loyo Dihantam Konflik AS-Iran, Merosot Tembus Rp17.888 Per Dolar AS
Indonesia
Rupiah Amblas Dekati Rp18.000 Per Dolar AS,Sentimen Perang Global Hantam Pasar Keuangan Domestik
Konflik militer terbuka antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran jadi penyebab lonjakan harga minyak mentah dan memperkuat indeks dolar AS
Angga Yudha Pratama - Senin, 20 Juli 2026
Rupiah Amblas Dekati Rp18.000 Per Dolar AS,Sentimen Perang Global Hantam Pasar Keuangan Domestik
Indonesia
Rupiah Hancur Lebur Tembus Rp18.109 Per Dolar AS Sore Ini akibat Perang Rudal Amerika-Iran
Pembatalan pembukaan Selat Hormuz memicu kekhawatiran datangnya guncangan inflasi jilid baru akibat kenaikan biaya logistik dunia
Angga Yudha Pratama - Senin, 13 Juli 2026
Rupiah Hancur Lebur Tembus Rp18.109 Per Dolar AS Sore Ini akibat Perang Rudal Amerika-Iran
Indonesia
Dolar Amerika Perkasa Tabrak Rupiah, Pergerakan IHSG Kamis Pagi Tawarkan Sedikit Harapan
Kelompok saham berkapitalisasi besar ikut mendorong laju indeks sektoral berada pada zona hijau
Angga Yudha Pratama - Kamis, 02 Juli 2026
Dolar Amerika Perkasa Tabrak Rupiah, Pergerakan IHSG Kamis Pagi Tawarkan Sedikit Harapan
Indonesia
Rupiah Hampir Jebol ke Rp 18.000, IHSG Langsung Kejang-Kejang Masuk Zona Merah pada Penutupan Perdagangan Rabu (24/6)
Status Indonesia pada ulasan Morgan Stanley Capital International (MSCI) belum mengalami perubahan positif, sehingga bursa domestik kehilangan daya dongkrak jangka pendek
Angga Yudha Pratama - Rabu, 24 Juni 2026
Rupiah Hampir Jebol ke Rp 18.000, IHSG Langsung Kejang-Kejang Masuk Zona Merah pada Penutupan Perdagangan Rabu (24/6)
Indonesia
Rupiah Loyo pada Penutupan Perdagangan Senin (22/6), Mulut Pedas Donald Trump Guncang Pasar
Kementerian Luar Negeri Iran mengklaim adanya kemajuan positif, sementara mediator Qatar dan Pakistan mengonfirmasi tercapainya peta jalan kesepakatan lebih luas
Angga Yudha Pratama - Senin, 22 Juni 2026
Rupiah Loyo pada Penutupan Perdagangan Senin (22/6), Mulut Pedas Donald Trump Guncang Pasar
Indonesia
Jumat Kelabu Pasar Saham: Rupiah dan IHSG Kompak Ambyar Berjamaah, LQ45 Longsor Kehilangan Poin Penting
Sentimen negatif pasar global menyapu bersih optimisme investor domestik sejak menit-menit awal
Angga Yudha Pratama - Jumat, 19 Juni 2026
Jumat Kelabu Pasar Saham: Rupiah dan IHSG Kompak Ambyar Berjamaah, LQ45 Longsor Kehilangan Poin Penting
Indonesia
IHSG Pagi Ini Melemah dan Rupiah Terpuruk Dekati Rp17.856
Tekanan jual tidak hanya menyasar saham lapis kedua, melainkan turut melanda jajaran emiten berkapitalisasi pasar raksasa
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Juni 2026
IHSG Pagi Ini Melemah dan Rupiah Terpuruk Dekati Rp17.856
Indonesia
Dolar Makin Ganas Bikin Rupiah Babak Belur, Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Demi Jinakkan Pasar
Evaluasi pasca-RDG Bulanan tanggal 19-20 Mei 2026 menunjukkan pergerakan nilai tukar rupiah bergejolak melebihi perkiraan awal
Angga Yudha Pratama - Selasa, 09 Juni 2026
Dolar Makin Ganas Bikin Rupiah Babak Belur, Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Demi Jinakkan Pasar
Bagikan