MerahPutih.com - Krisis di Timur Tengah kembali mengguncang pasar energi global. Sedikitnya tiga kapal tanker dilaporkan menjadi sasaran serangan di kawasan vital Selat Hormuz, jalur yang menyalurkan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.
Serangan yang mengenai kapal tangker minyak itu merupakan respons Iran terhadap rentetan serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Dikutip Senin (2/3), Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan dua kapal terkena hantaman langsung, sementara satu kapal lainnya mengalami ledakan proyektil dalam jarak dekat.
Baca juga:
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Ilusi Kosong Trump Dibayar Nyawa Tentara AS
Selat Hormuz Makin Panas
Laporan yang sama menegaskan Pemerintah Iran telah mengeluarkan peringatan keras agar kapal asing tidak melintasi Selat Hormuz.
Bahkan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) membenarkan telah menghantam tiga kapal tanker milik Inggris dan AS hingga terbakar.
Platform pelacakan kapal Kpler melaporkan sedikitnya 150 kapal tanker kini tertahan dan memilih berlabuh di luar selat karena risiko keamanan tinggi serta biaya asuransi yang melonjak.
Baca juga:
Sepak Terjang Ayatollah Ali Khamenei 38 Tahun Pimpin Iran, Gugur di Ujung Rudal
Rute Pelayaran Dialihkan
Raksasa pelayaran dunia, Maersk, bahkan menghentikan seluruh pelayaran melalui Selat Bab el-Mandeb dan Terusan Suez, serta mengalihkan rute kapal memutar jauh melalui Tanjung Harapan, Afrika.
Situasi semakin memanas setelah serangan udara AS-Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Sabtu (28/2).
Sejak saat itu, aksi saling balas serangan udara terus terjadi dan mulai merembet ke wilayah Dubai (UEA), Doha (Qatar), Bahrain, hingga Kuwait. (*)