Tangkal Radikalisme, Warga Depok Gelar Pengajian Kebangsaan

Eddy FloEddy Flo - Senin, 20 Maret 2017
Tangkal Radikalisme, Warga Depok Gelar Pengajian Kebangsaan

Pengajian kebangsaan di Depok sebagai salah satu cara tangkal radikalisme (MP/Fadhli)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Upaya menangkal berkembangnya paham radikal dan ekstrim masuk wilayah Depok terus dilakukan. Salah satunya melalui tabliq akbar yang digelar di Pondok Pesantren Darussalam, baru-baru ini.

Dalam kegiatan tersebut jajaran muspida Kota Depok bersama Ulama mengimbau warga untuk menjaga silaturahmi dan lebih mengedepankan toleransi.

"Lewat kegiatan ceramah dan tablig kebangsaan ini, diharapkan dapat memupuk silaturahim antar masyarakat di wilayah Depok. Dengan silaturahim, dapat mempersatukan masyarakat menuju indonesia lebih jaya," kata Kastaf Kodim Depok Mayor (Inf) Mistar dalam sambutannya.

Menurutnya, untuk tetap menjaga soliditas masyarakat, khususnya Depok, masyarakat harus memfilter informasi yang berkembang saat ini.

"Banyak isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, oleh karena itu masyarakat agar dapat menyikapi dengan bijak dan tidak menelan mentah-mentah yang justru akan merugikan diri sendiri dan khalayak ramai," imbaunya.

Ia pun berharap, apa bila menemukan kejadian yang sekiranya menggangu tatanan ketertiban masyarakat agar segera melapor.

"Jadi, kalau ada kejadian yang kurang berkenan dan meresahkan dapat segera dikomunikasikan kepada pihak terkait, tidak main hakim sendiri," imbuhnya.

Sementara itu, salah satu Ulama Depok Habib Ali Bin Yunus mengingatkan umat untuk menjaga kebersamaan, keberagaman dan toleransi.

"Kaum muslimin kerap medapat fitnah. Padahal, kemerdekaan tidak terlepas dari perjuangan ulama dan habaib. Dan ini menghapus fitnah bahwa umat islam anti NKRI dan keberagaman. Rasulullah SAW sendiri memberi contoh toleransi kepada umatnya," kata Habib.

Ia pun menegaskan bahwa Islam tidak disampaikan dengan kekerasan, tetapi islam disampaikan melalui sikap santun, tidak kasar, dan tegas (dalam persoalan aqidah).

"Berbicara mengenai perbedaan. Perbedaan adalah ketetapan Allah, manusia diciptakan berbeda-beda. Menghargai orang lain yang berbeda harus dipupuk sejak dini melalui doktrin toleransi," pungkasnya. (Fdi)

#Radikalisme #Ancaman Teroris #Pondok Pesantren
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Pendekatan terhadap anak yang terpapar persoalan di ruang digital mengedepankan perlindungan, rehabilitasi, dan pendampingan.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Indonesia
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Kadensus 88 AT Polri mengungkap pola baru terorisme digital yang menyasar generasi muda melalui algoritma, komunitas virtual, dan kerentanan psikologis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Indonesia
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Wakapolri mengungkap pola baru terorisme dan ekstremisme yang kini berkembang melalui ruang digital. Polri juga menyoroti ratusan anak terpapar radikalisme di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Indonesia
Oknum Pimpinan Pesantren di Garut Diduga 'Garap' Santriwati, Video Penangkapan oleh Polisi Viral di Medsos
Kabar miring perbuatan noda oknum pimpinan pesantren tersebut sempat menyulut emosi massa sekitar lingkungan lembaga pendidikan
Angga Yudha Pratama - Senin, 18 Mei 2026
Oknum Pimpinan Pesantren di Garut Diduga 'Garap' Santriwati, Video Penangkapan oleh Polisi Viral di Medsos
Indonesia
Kemenag Tegas Cabut Izin Pesantren Terlibat Kasus Kekerasan Seksual
Kementerian Agama mencabut izin operasional pondok pesantren terkait dugaan kekerasan seksual dan menegaskan pelaku harus dihukum berat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Kemenag Tegas Cabut Izin Pesantren Terlibat Kasus Kekerasan Seksual
Indonesia
Puluhan Santri Jadi Korban, DPR Minta Predator Seksual Dihukum Tanpa Kompromi
Pengetatan pengawasan terhadap lembaga pendidikan berasrama melalui audit berkala pada sistem perlindungan anak dan mekanisme pengaduan internal juga menjadi poin mendesak
Angga Yudha Pratama - Senin, 11 Mei 2026
Puluhan Santri Jadi Korban, DPR Minta Predator Seksual Dihukum Tanpa Kompromi
Indonesia
DPR Desak Pemberatan Hukuman UU TPKS bagi Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati
Selain hukuman bagi oknum, evaluasi total terhadap sistem pendidikan pesantren menjadi fokus utama
Angga Yudha Pratama - Senin, 11 Mei 2026
DPR Desak Pemberatan Hukuman UU TPKS bagi Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati
Indonesia
Arsitek Pelarian Pengasuh Ponpes Pati Pelaku Pelecehan Santri Diciduk di Bekasi
AS, pelaku kasus pencabulan puluhan santriwati sempat melarikan diri setelah mangkir dari panggilan pemeriksaan pada 4 Mei.
Wisnu Cipto - Jumat, 08 Mei 2026
Arsitek Pelarian Pengasuh Ponpes Pati Pelaku Pelecehan Santri Diciduk di Bekasi
Indonesia
Pengasuh Cabuli Puluhan Santriwati, Kemenag Cabut Izin Operasi Ponpes Ndolo Kusumo Pati
Saat ini 252 santri di Ponpes Ndolo Kusumodi Pati pulangkan ke rumah dan proses pembelajaran dialihkan secara daring,
Wisnu Cipto - Jumat, 08 Mei 2026
Pengasuh Cabuli Puluhan Santriwati, Kemenag Cabut Izin Operasi Ponpes Ndolo Kusumo Pati
Indonesia
Soroti Kasus Dugaan Pelecehan di Ponpes Pati, DPR Desak Negara ‘Selamatkan’ para Korban
Korban ialah kelompok rentan yang butuh pendekatan layanan kesehatan yang sensitif dan berperspektif korban.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Mei 2026
Soroti Kasus Dugaan Pelecehan di Ponpes Pati, DPR Desak Negara ‘Selamatkan’ para Korban
Bagikan