Tangkal Radikalisme, Warga Depok Gelar Pengajian Kebangsaan
Pengajian kebangsaan di Depok sebagai salah satu cara tangkal radikalisme (MP/Fadhli)
Upaya menangkal berkembangnya paham radikal dan ekstrim masuk wilayah Depok terus dilakukan. Salah satunya melalui tabliq akbar yang digelar di Pondok Pesantren Darussalam, baru-baru ini.
Dalam kegiatan tersebut jajaran muspida Kota Depok bersama Ulama mengimbau warga untuk menjaga silaturahmi dan lebih mengedepankan toleransi.
"Lewat kegiatan ceramah dan tablig kebangsaan ini, diharapkan dapat memupuk silaturahim antar masyarakat di wilayah Depok. Dengan silaturahim, dapat mempersatukan masyarakat menuju indonesia lebih jaya," kata Kastaf Kodim Depok Mayor (Inf) Mistar dalam sambutannya.
Menurutnya, untuk tetap menjaga soliditas masyarakat, khususnya Depok, masyarakat harus memfilter informasi yang berkembang saat ini.
"Banyak isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, oleh karena itu masyarakat agar dapat menyikapi dengan bijak dan tidak menelan mentah-mentah yang justru akan merugikan diri sendiri dan khalayak ramai," imbaunya.
Ia pun berharap, apa bila menemukan kejadian yang sekiranya menggangu tatanan ketertiban masyarakat agar segera melapor.
"Jadi, kalau ada kejadian yang kurang berkenan dan meresahkan dapat segera dikomunikasikan kepada pihak terkait, tidak main hakim sendiri," imbuhnya.
Sementara itu, salah satu Ulama Depok Habib Ali Bin Yunus mengingatkan umat untuk menjaga kebersamaan, keberagaman dan toleransi.
"Kaum muslimin kerap medapat fitnah. Padahal, kemerdekaan tidak terlepas dari perjuangan ulama dan habaib. Dan ini menghapus fitnah bahwa umat islam anti NKRI dan keberagaman. Rasulullah SAW sendiri memberi contoh toleransi kepada umatnya," kata Habib.
Ia pun menegaskan bahwa Islam tidak disampaikan dengan kekerasan, tetapi islam disampaikan melalui sikap santun, tidak kasar, dan tegas (dalam persoalan aqidah).
"Berbicara mengenai perbedaan. Perbedaan adalah ketetapan Allah, manusia diciptakan berbeda-beda. Menghargai orang lain yang berbeda harus dipupuk sejak dini melalui doktrin toleransi," pungkasnya. (Fdi)
Bagikan
Berita Terkait
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
Kasus Santri Tewas di Wonogiri, Polisi Tetapkan 4 Anak Pondok Pesantren sebagai Pelaku
Asal Api Kebakaran Ponpes Al Mawaddah Ciganjur dari Kompor, 23 Santri Dirawat di 2 RS
Bantu Padamkan Api, Puluhan Santri Al Mawaddah Ciganjur Sesak Napas Dilarikan ke RS
Prioritas RUU Sisdiknas, DPR Tegaskan Pesantren, Kiai Hingga Ustaz Wajib Masuk dalam Aturan Sistem Pendidikan Nasional
Kapolda Metro Minta Pelajar Jadi Tangan Kanan Polisi Cegah Bully & Radikalisme di Sekolah
Operasi Luka Kepala Sukses, Terduga Pelaku Peledakan SMA 72 Mulai Sadar dan Dapat Penjagaan Ekstra Ketat
Pesantren SAQJ Situbondo Libur Sepekan Pascainsiden Atap Asrama Ambruk Tewaskan Santriwati
Polisi Mulai Terpapar Radikalisme, As SDM Kapolri Waspadai Fenomena Polisi Cinta Sunah
Semangat Resolusi Jihad Kembali Dipompa Presiden Prabowo Melalui Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren