Kesehatan

Tangan Gatal Pertanda akan Dapat Duit, Benarkah? 

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 06 September 2022
Tangan Gatal Pertanda akan Dapat Duit, Benarkah? 

Ada penjelasan medis di balik tangan yang gatal. (foto: freepik/wirestock)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BANYAK orang bilang, dan percaya, bahwa tangan yang gatal merupakan sebuah pertanda akan datangnya rezeki berlimpah. Entah bagaimana mitos itu bermula. Namun, satu hal yang pasti, ada penjelasan medis di balik tangan nan gatal.

Tangan merupakan bagian vital dari aktivitas harian kita. Mulai dari makan, mengetik, menulis, menggambar, hingga meraih benda, semua menggunakan tangan. Karena berbagai aktivitas itu, tangan bersentuhan dengan beragam benda. Ada kalanya tangan terasa gatal di tengah beraktivitas. Meski sudah digaruk, gatal pada tangan bukannya membaik malah makin menjadi. Pada beberapa kondisi, rasa gatal malah diikuti sensasi rasa panas.

BACA JUGA:

Mirip dengan Ramalan, Ternyata Ini Fungsi Garis di Telapak Tangan

Rasa gatal di tangan faktanya bisa disebabkan beberapa kondisi kesehatan. Salah satunya eksim. Gangguan kulit ini bisa terjadi di bagian tubuh mana pun, termasuk pada telapak tangan. Menurut laman National Eczema Association, kondisi ini terjadi pada 10 persen orang di Amerika.

tangan gatal
Beberapa kondisi medis bisa menyebabkan tangan gatal. (foto: freepik/freepik)

Meski tak tidak menular, kondisi ini menyebabkan telapak tangan gatal, memerah, kering, dan pecah-pecah. Pada jenis eksim dishidrotik (dishidrosis), kulit di permukaan tangan yang gatal dapat melepuh. Kondisi ini rentan terjadi pada mereka yang tangannya sering terpapar bahan kimia dan air, seperti montir, petugas kebersihan, dan penata rambut.

Untuk meredakan gejala, mereka yang memiliki dengan kondisi ini harus menghindari paparan pemicu, misalnya menggunakan sarung tangan. Selain itu, penanganan diikuti dengan menjaga kebersihan tangan, memakai pelembap dan krim antigatal, serta menjaga telapak tangan supaya tetap kering.

Selain eksim pada tangan, rasa gatal amat mungkin muncul karenareaksi alergi dari paparan bahan iritan. Reaksi gatal dan panas bisa muncul selama 2-4 hari setelah kamu terpapar. Berbagai hal bisa menimbulkan alergi di tanganmu, seperti logam, sabun, disinfektan, debu atau tanah, dan parfum.

Untuk mencegah gatal kembali, kamu perlu menghindari alergen. Bila perlu, oleskan pula krim yang mengandung menthol antihistamin untuk meredakan rasa gatal.

BACA JUGA:

Mencuci Tangan, Hal Kecil yang Harus Dibiasakan

Beberapa jenis obat ternyata juga bisa menimbulkan reaksi alergi. Hal itu terjadi bila tubuh sangat sensitif pada kandungan obat yang diminum. Alergi obat umumnya menimbulkan rasa gatal dan sensasi panas yang lebih tinggi di telapak tangan dan kaki ketimbang bagian tubuh lainnya.

Jika kamu mengalami kondisi ini, segera hentikan penggunaan obat. Mintalah dokter untuk mengganti obat lain yang cocok untukmu.

Tak hanya kondisi kesehatan kulit yang membuat tangan gatal. Sebuah studi, seperti dilaporkan Hellosehat, menyebu 11,3 persen diabetesi mengaku mengalami kulit gatal juga. Rasa gatal bisa terjadi pada semua bagian tubuh, tapi paling sering terjadi pada telapak tangan dan kaki.

tangan gatal
Diabetesi, pengidap sirosis billier primer, dan sindrom carpal tunnel juga mengalami gatal tangan sebagai gejala. (foto: freepik/freepik)

Kulit gatal pada diabetesi bisa terjadi karena penyakit sudah menyebabkan komplikasi pada hati dan ginjal atau telah terjadi kerusakan saraf pada tangan. Kunci utama untuk mengatasi telapak tangan gatal dan panas karena diabetes tentunya dengan menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Selain diabetes, kondisi kesehatan lain yang menimbulkan gatal pada tangan yaitu sirosis billier primer dan sindrom carpal tunnel. Pengidap sirosis billier primer akan mengalami gejala telapak tangan gatal dengan sensasi panas serta munculnya bercak. Sementara itu, mereka yang mengalami sindrom carpal tunnel acap mengalami gejala gatal dan panas pada tangan di malam hari. Penanganan terbaik untuk kedua kondisi kesehatan ini ialah konsultasi dengan dokter untuk penanganan terbaik.(dwi)

BACA JUGA:

Makan Pakai Tangan, Kebiasaan Orang Indonesia yang Banyak Manfaatnya

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan