Hari Mencuci Tangan Sedunia

Mencuci Tangan, Hal Kecil yang Harus Dibiasakan

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 15 Oktober 2021
Mencuci Tangan, Hal Kecil yang Harus Dibiasakan

Aktivitas mencuci tangan merupakan cara termudah mencegah penyebaran kuman. (foto Unsplash Ruthson Zimmerman)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

AKTIVITAS mencuci tangan menjadi cara termudah mencegah penyebaran kuman. Di Hari Mencuci Tangan Sedunia yang ditetapkan PBB pada 15 Oktober, kita diingatkan bahwa aktivitas mencuci tangan sudah seharusnya menjadi kebiasaan mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Terlebih di masa pandemi seperti saat ini.

Seperti dilansir Mayo Clinic, kita menyentuh benda-benda sekitar yang pasti terpapar kuman. Tangan kita bisa secara tak sengaja menyentuh benda-benda itu lalu menggosokkannya ke mata, hidung, atau bahkan mulut. Bila kita tak menjaga tangan bersih, kuman segera berpindah ke diri kita lalu ke orang lain. Mencuci tangan akan sangat membantu mencegah perpindahan dan penyebaran kuman.

BACA JUGA:

Kenali Waktu Wajib Cuci Tangan Pakai Sabun

Mencuci tangan merupakan cara terbaik menjaga diri dari penyakit. Kemunculan COVID-19, disebut Kids Health, menjadikan kegiatan mencuci tangan dengan sabun menjadi sangat penting. Bukan mencegah penyebaran COVID-19, mencuci tangan juga menangkal penyakit seperti flu, hepatitis A, bronkiolitis, meningitis, dan berbagai bakteri penyebab diare.

Selain itu, Centers for Disease Control & Prevention menyatakan salah satu hal terpenting yang dilakukan untuk mencegah keracunan makanan ialah mencuci tangan. Kuman Salmonella bisa saja ada di dapur dan menyebar saat kita menyiapkan hidangan. Ketika membersihkan anggota badan, seperti halnya mencuci tangan, kita secara langsung mencegah dan melindungi diri serta orang terdekat dari jenis-jenis kuman. Jadi, secara singkat, aktivitas mencuci tangan akan mencegah kuman menginfeksi tubuh kita dan orang sekitar kita.

Mencuci Tangan dengan Benar

mencuci tangan
Penting untuk mencuci tangan dengan baik dan benar. (foto Pexels Ketut Subiyanto)

Membasuh tangan mungkin terlihat seperti hal yang mudah dan remeh. Namun nyatanya, tak semua orang paham cara tepat membersihkan tangan menggunakan sabun. Membasuh tangan hanya dengan air mengalir tak cukup untuk mengeliminasi kuman dari permukaan tangan kita. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk memastikan aktivitas mencuci tangan kamu efektif mengusir kuman dan bakteri.

Seperti dianjurkan Mayo Clinic, kamu wajib mencuci tangan dengan urutan sebagai berikut:

  1. Basahi tangan dengan air bersih yang mengalir, baik hangat maupun dingin.
  2. Oleskan tangan dengan sabun lalu busakan dengan baik.
  3. Gosok tangan dengan kuat selama setidaknya 20 detik. Ingatlah untuk menggosok seluruh permukaan tangan, seperti punggung, pergelangan, sela-sela jari, dan di bawah kuku.
  4. Bilas sampai bersih di bawah air mengalir.
  5. Keringkan tangan dengan handuk bersih atau udara.

Bagaimana jika air mengalir dan sabun tak tersedia? Kamu bisa menggunakan pensteril tangan sebagai alternatif bila tidak mempunyai sabun dan air. Bentuknya bisa berupa cairan, tisu, semprotan, hingga handuk.

Hand Sanitizer berbasis alkohol menjadi alternatif yang diterima saat sabun dan air tak tersedia. Pastikan produk pembersih itu mengandung setidaknya 60 persen alkohol. Cek kandungan alkohol pada label yang terpasang pada produk itu.


Membuat Cuci Tangan sebuah Kebiasaan

mencuci tangan
Anak-anak bisa dibiasakan mencuci tangan. (foto Unsplash CDC)

Membiasakan mencuci tangan bisa menjadi sebuah tantangan, utamanya pada anak-anak. Membiasakan si kecil membersihkan tangan menggunakan air dan sabun membutuhkan panduan tertentu.

Anak-anak bisa diajak mencuci tangan bila mereka mengetahui alasannya. Oleh karena itu, orangtua harus bisa menjelaskan kepada si kecil bahwa kuman bisa mendatangkan penyakit. Oleh karena itu, mencuci tangan mampu membersihkan bakteri tersebut.

Seperti dilansir Sunkids, orangtua dapat mendorong anak-anak mencuci tangan baik dan benar dengan beberapa tips berikut.

  1. Basahi tangan anak dengan air lalu letakkan sabun di tangannya.
  2. Ajari mereka menggosok seluruh tangan bersama sabun. Mulai dari belakang, depan, dan di sela jari-jari. Lakukan hal itu selama 20 detik.
  3. Bilas tangan mereka di bawah air sampai terlihat bersih.
  4. Terakhir, ajak anak mengeringkan tangan dengan handuk kertas.


Saat anak sulit meraih keran air, orangtua bisa menyediakan kursi pendek sebagai bantuan. Ada berbagai tips menjadikan suasana ceria saat orangtua mencuci tangan bersama si kecil. Botol sabun dengan karakter berwarna salah satu contohnya. Selain itu, kamu bisa memutar lagu anak bertema mencuci tangan. Itu merupakan inisiasi terbaik.

Lagu-lagu seperti Wash, Wash, Wash Your Hands dan This Is The Way We Wash Our Hands ialah sedikit dari lagu anak bertema mencuci tangan yang bisa mengiringi aktivitas bersih diri itu.

Mengingat anak-anak belajar dengan mengikuti perilaku orang di rumah, orangtua wajib mencontohkan cara mencuci tangan secara tepat. Selain itu, orangtua dapat mengapresiasi anak setiap kali selesai membasuh. Hal itu akan memastikan si anak mengakui betapa penting kegiatan itu. Dengan begitu, ia mampu melakukan kembali dengan rutin tanpa dipaksa siapa pun.(Bed)

#Kesehatan #Tips Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan