Kesehatan

Kenali Waktu Wajib Cuci Tangan Pakai Sabun

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Kamis, 01 April 2021
Kenali Waktu Wajib Cuci Tangan Pakai Sabun

Kemenkes ingatkan masyarakat waktu wajib cuci tangan pakai sabun. (Foto: pixabay/slavoljubovski)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DIREKTUR Promosi Kesehatan serta Pemberdayaan Masyarakat Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, dr. Imran Agus Nurali, Sp. KO, menjelaskan tentang waktu yang tepat untuk mencuci tangan.

Menurut Imran, ada waktu-waktu wajib untuk mencuci tangan dengan sabun, yang harus diterapkan masyarakat, pada situasi pandemi saat ini.

Baca Juga:

Setahun Pandemi COVID-19, Kebiasaan di Kantor Berubah

Adapun waktu Cuci Tangan Pakai Sabun (CPTS) yang wajib dilakukan, yakni setelah beraktivitas, setelah buang air besar, sebelum mengolah makanan, sebelum makan, sebelum menyusui, dan setelah bersentuhan dengan hewan.

Meski tidak pandemi cuci tangan juga wajib dilakukan. (Foto: Unsplash/Rizal Hilman)

Menurut Imran, cuci tangan pakai sabun sendiri bukan hanya mesti dilakukan selama pandemi saja, tetapi di luar pandemi pun tetap harus dilakukan.

"Setiap orang perlu menjadikan CTPS sebagai perilaku yang mudah dan sederhana dikenalkan sejak dini serta bermanfaat mencegah berbagai penyakit termasuk COVID-19," tutur Imran seperti yang dikutip dari laman Antara.

Imran berharap bahwa informasi yang berulang serta berkelanjutan tentang CPTS, dapat membuat kebiasaan tersebut menjadi kebutuhan masyarakat. "CPTS kalau diajarkan sejak usia dini akan jadi kebutuhan, sampai dewasa dia akhirnya terbiasa," jelas Imran.

Baca Juga:

Restoran 'Dipaksa' Berubah Demi 'Tetap Hidup' Saat Pandemi

Dengan rajin mencuci tangan, maka kamu bisa mengurangi risiko terkena penyakit gangguan pencernaan, seperti halnya diare hingga hepatitis A.

Cuci tangan harus dilakukan dengan benar. (Foto: Unsplash/Anshu A)

Penting diketahui, selain menggunakan sabun, mencuci tangan pun harus dilakukan dengan benar. Dalam hal ini, ada beberapa tahapan mencuci tangan yang benar, dari mulai menggosok kedua telapak tangan dengan sabun, lalu menggosok punggung tangan dengan telapak tangan kiri dan sebaliknya.

Setelah itu, bersihkan sela-sela jari, lalu letakkan punggung jari kamu saling mengunci, kemudian gosok-gosokan dengan punggung tangan. Selanjutnya jempol tangan digosok memutar oleh tangan kiri, dan sebaliknya terakhir jari kiri menguncup. Lalu gosok mundur ke kanan dan kiri pada telapak kanan dan sebaliknya.

Sejumlah musisi tahun lalu juga ikut mempromosikan kebiasaan baik tersebut kepada masyarakat lewat lagu berdurasi 20 detik. (ryn)

Baca Juga:

Pandemi COVID-19 Mengubah Layanan Perawatan Mobil Serba dari Rumah

#Breaking #Kesehatan #Mencuci Tangan #COVID-19 #Kemenkes
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Dalam live tersebut, sang ‘Golden Maknae’ dengan santai memperlihatkan kepada penggemar berbagai produk yang biasa ia konsumsi.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Lifestyle
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Abu vulkanis itu bukan debu biasa. Ada campuran silica di dalamnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Indonesia
DPR Desak Penyidik PNS Kemenkes dan BPOM Aktif Usut Keracunan MBG
DPR RI mendesak PPNS Kemenkes dan BPOM proaktif mengusut kasus keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wisnu Cipto - Senin, 07 September 2026
DPR Desak Penyidik PNS Kemenkes dan BPOM Aktif Usut Keracunan MBG
Indonesia
Kemenkes Buka Beban Kesehatan Erupsi Anak Krakatau, 3,3 Juta Lansia Terancam Abu Vulkanik
Kemenkes ungkap 3,3 juta lansia rawan terdampak abu vulkanik Anak Krakatau. Abu silika tajam berbahaya bagi paru-paru, mata, kulit, dan memicu risiko ISPA, stroke, hingga depresi.
Wisnu Cipto - Senin, 07 September 2026
Kemenkes Buka Beban Kesehatan Erupsi Anak Krakatau, 3,3 Juta Lansia Terancam Abu Vulkanik
Indonesia
Ini Tipe Masker Yang Direkomendasikan Hindari Paparan Abu Vulkanik
PVMBG menetapkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap pada Level III (Siaga).
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Ini Tipe Masker Yang Direkomendasikan Hindari Paparan Abu Vulkanik
Indonesia
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Pemerintah memastikan masyarakat bisa dengan mudah mengecek status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) 2026 hanya lewat HP.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Indonesia
Pemerintah Genjot Pembangunan Puskesmas, 1.988 Unit Baru Mulai Dibangun 2027
Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan dasar sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan.
Yusuf Abdillah - Jumat, 04 September 2026
Pemerintah Genjot Pembangunan Puskesmas, 1.988 Unit Baru Mulai Dibangun 2027
Indonesia
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
. Di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, misalnya, ISPU sempat mencapai angka 1.919 pada 2 September 2026 atau masuk kategori berbahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
Indonesia
Info Gempa Terkini Jawa Tengah: Magnitudo 5,4 Berpusat di Tenggara Cilacap Siang Ini
Info gempa Cilacap hari ini dengan kekuatan magnitudo 5,4 baru saja mengguncang wilayah Jawa Tengah pada Jumat siang (4/9). Cek lokasi pusat gempa dan detail kedalamannya di sini
Angga Yudha Pratama - Jumat, 04 September 2026
Info Gempa Terkini Jawa Tengah: Magnitudo 5,4 Berpusat di Tenggara Cilacap Siang Ini
Indonesia
Pemerintah Buka 25 Prodi Dokter Spesialis Baru, bakal Disebar di Daerah Tertinggal
Program tersebut menjadi salah satu bentuk afirmasi bagi dokter, khususnya putra-putri daerah.
Dwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
Pemerintah Buka 25 Prodi Dokter Spesialis Baru, bakal Disebar di Daerah Tertinggal
Bagikan