Tak Menutup Kemungkinan bakal Ada Tersangka Baru Kasus Suap PAW Caleg PDIP

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 27 Februari 2020
Tak Menutup Kemungkinan bakal Ada Tersangka Baru Kasus Suap PAW Caleg PDIP

Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Rabu (26/2/2020). (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Praktisi hukum Petrus Selestinus menyebut upaya Komisi Pemberantasam Korupsi (KPK) menelisik rekaman pembicaraan sekjem PDIP Hasto Kristiyanto bisa membuka kemajuan pengusutan kasus dugaan suap PAW di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurut Petrus hubungan Hasto dalam dugaan suap sudah terlacak oleh KPK.

"Petunjuk lain yang memperkuat itu adalah ketika KPK gagal saat hendak melakukan OTT di markas PTIK dan ketika KPK akan menyegel ruangan namun ditolak Satgas PDIP," kata Petrus kepada MerahPutih.com di Jakarta, Kamis (27/2).

Baca Juga

Kasus Suap PAW Caleg PDIP, Hasto: Ada yang Framing Saya Terima Dana

Petrus melanjutkan, keterangan tersangka Wahyu Setiawan bahwa dirinya hanya mengenal Hasto Kristiyanto, sangat relevan dengan penjelasan Hasto Kristyanto usai diperiksa KPK kemarin bahwa PDIP memiliki legalistas mengajukan Harun Masiku melalui mekanisme PAW anggota DPR. Dengan mengacu pada UU, Putusan MA dan Fatwa MA.

"Hasto mempertegas peran aktifnya bahwa dirinya menjalankan itu sebagai bagian dari Keputusan Partai," sebut Petrus yang juha Advokat PERADI ini.

Petrus
Petrus Selestinus

Petrus menantang KPK untuk menetapkan adanya tersangka baru dalam perkara ini.

"Pertanyaannya akankah Hasto jadi tersangka dan akan menyeret partai ke dalam pusaran peristiwa tidak terpuji ini, kita lihat perkembangan dalam waktu dekat dari hasil penyidikan yang sedang berjalan.

Baca Juga

Suap PAW yang Seret Hasto Bisa Jadi Bola Liar Buat PDIP

Seperti diketahui, KPK telah memeriksa kembali untuk kedua kalinya Saksi Hasto Kristyanto dan Nurhasan untuk Tersangka Wahyu Setiawan. Pemeriksaan Penyidik KPK kali ini merupakan pemeriksaan yang kedua setelah sebelumnya pada yanggal 24 Januari 2020 Hasto diperiksa untuk tersangka Harun Masiku.

Pada pemeriksaan kedua tanggal 26 Februari 2020, Hasto mulai dikonfirmasi mengenai bukti percakapan Electronik dengan beberapa Tersangka (Harun Masiku, Saiful atau Wahyu Seiawan) yang sudah disita KPK.

Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut bahwa Penyidik mencecar Hasto Kristiyanto soal percakapannya dengan para tersangka kasus suap yang melibatkan Harun Masiku, disampaikan saat KPK memeriksa Hasto.

Baca Juga

KPK Garap Ketua KPU Hingga Advokat PDIP Terkait Kasus Suap PAW DPR

Penjelasan Jubir KPK Ali Fikri bahwa Penyidik mulai fokus mendalami peran aktif Hasto dalam dugaan Suap yang melibatkan Harun Masiku dan Wahyu Setiawan dapat diurai dari bukti percakapan electronik yang sudah disita KPK. (Knu)

#Hasto Kristiyanto #PDIP
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Indonesia
Dari AS hingga Asia, Forum CALD Soroti Gelombang Populisme dan Kemunduran Demokrasi
Demokrasi menghadapi tantangan serius ketika kekuasaan politik dan ekonomi semakin terkonsentrasi, kepercayaan publik terhadap institusi melemah, ketimpangan membesar, serta populisme mendapatkan ruang untuk berkembang.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Dari AS hingga Asia, Forum CALD Soroti Gelombang Populisme dan Kemunduran Demokrasi
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Olahraga
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Soekarno Cup 2026 resmi bergulir di Surabaya sebagai bagian peringatan HUT ke-81 RI, yang digagas Prananda Prabowo
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Bagikan