Tak Berani Izinkan Pemakaman Teroris, Risma Tunggu Fatwa MUI

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Jumat, 18 Mei 2018
Tak Berani Izinkan Pemakaman Teroris, Risma Tunggu Fatwa MUI

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (MP/Budi Lentera)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan masih menunggu fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengizinkan pemakaman jenazah beberapa terduga teroris pelaku peledakan bom di Kota Pahlawan.

"Saya bilang ke Pak Kapolres, bahwa saya sudah buat surat ke MUI. Kami lagi menunggu fatwa MUI," kata Risma usai mengumpulkan guru agama se-Surabaya di Convention Hall Surabaya, Jumat (18/5).

Risma mengakui kemarin ditelepon Kapolrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan adanya penolakan warga saat jenazah Dita Suprianto, kepala keluarga pelaku bom di tiga gereja, hendak dimakamkan di pemakaman umum Putat Gedhe Surabaya. Menurut dia, saat ini pemkot belum berani menguburkan jenazah para terduga teroris.

risma
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (tengah) meninjau di lokasi ledakan di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Madya, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5). Korban meninggal dunia sebanyak 11 orang dan 41 orang korban luka-luka akibat ledakan di tiga lokasi gereja pada waktu yang hampir bersamaan di Surabaya. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

"Kemarin habis maghrib saya ditelepon Pak Kapolrestabes Surabaya. Dia menanyakan soal jenazah itu. Saya katakan tidak berani dimakamkan di Surabaya karena gesekannya besar, ada penolakan warga," tutur dia, dilansir Antara.

Wali Kota Surabaya itu memastikan jika MUI mempersilakan jenazah boleh dikuburkan, pemkot tidak bisa melarang. Namun, Risma akan mengajak kepolisian untuk membujuk warga Surabaya untuk bisa menerimanya dengan lapang dada. "Kalau fatwa MUI membolehkan, maka kami harus jelaskan kepada masyarakat," tandas kader PDIP itu.

Warga Putat Kompak Menolak

Liang lahat untuk terduga teroris
Liang lahat yang disediakan untuk terduga teroris (MP/Budi Lentera)

Aksi penolakan warga di sekitar Makam Putat Gede, Jarak, Sawahan, Surabaya terjadi kemarin sore. Padahal, saat itu tujuh lubang untuk terduga teroris sudah dipersiapkan. Namun, warga Putat Jaya berbondong-bondong datang ke makam dan kembali menutup lubang pemakaman yang sudah digali.

Awalnya masyarakat tak banyak yang tahu untuk siapa lubang tersebut. Warga sekitar juga cuek, mereka juga nampak bermain bola di sekitar 7 lubang. Kecurigaan warga mulai terlihat ketika adanya polisi yang tiba bersama camat Sawahan di lokasi.

Setelah dikonfirmasi, barulah warga tahu jika tujuh lubang tersebut untuk makam terduga teroris. Dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut, kabar tersebut akhirnya diterima telingah seluruh warga.

Pemakaman terduga teroris
Pemakaman untuk terduga teroris Surabaya (MP/Budi Lentera)

Satu per satu warga datang ke lokasi makam hingga menumpuk menjadi puluhan orang. Mereka datang ada yang membawa cangkul, sekrop, ada pula yang membawa botol minum untuk berbuka puasa. Tanpa dikomando, warga silih berganti mengutuk tujuh lubang tersebut hingga azan magrib terdengar.

"Kenapa harus dikubur di sini. Di tempatnya tinggalnya saja ditolak, apalagi di sini." kata ketua LPMK Putar Jaya, Hariono.

Harjono mewakili warga, menyesalkan rencana polisi yang akan memakamkan jenazah terduga teroris di pemakaman Putat Gedhe. Apalagi, salah satu korban ledakan gereja Pante Kosta, tinggal di belakang makam, dan korban yang meninggal juga dimakamkan di Makam Putat Gedhe.

"Gila itu polisi. Masak makam teroris dimakamkan di sini, satu area dengan korbannya. Apalagi, gereja yang dibom juga dekat sini juga. Gila," sahut warga yang lain.

jenazah
Penggalian makam untuk terduga teroris di Makam Putat Gedhe (MP/Budi Lentera)

Camat Sawahan, Yunus, juga tak bisa menghalang keinginan warga. Dia berharap agar polisi bisa memahami kemarahan warga. Sebab, jika dipaksakan, dikhawatirkan ada hal hal yang tidak diinginkan. "Kalau dipaksakan, warga mungkin tidak menggangu jalannya pemakaman. Tetapi, di luar hari itu, bisa saja warga menggali makamnnya secara diam-diam," tutur dia. (*)

#Teroris #Surabaya
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Korban Tewas Serangan di Gereja Hamoud Yordania Capai 7 Orang, Satu Orang Kritis
Serangan ini juga menyasar komunitas Kristen dan tatanan nasional Yordania yang selama ini menyatukan umat Muslim dan Kristen dalam semangat persatuan dan persaudaraan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 25 Oktober 2026
Korban Tewas Serangan di Gereja Hamoud Yordania Capai 7 Orang, Satu Orang Kritis
Indonesia
Yogyakarta, Bandung, Surabaya Masuk 10 Kota Pelajar Biaya Hidup Termurah Dunia
QS Best Student Cities 2027 menempatkan Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya dalam 10 kota dengan biaya studi termurah dunia. Jakarta juga masuk daftar kota pelajar terbaik global.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Yogyakarta, Bandung, Surabaya Masuk 10 Kota Pelajar Biaya Hidup Termurah Dunia
Olahraga
Jersey Anniversary Seabad Persebaya: 99 Tahun dalam Satu Cerita
Persebaya Surabaya merayakan 99 tahun dengan meluncurkan anniversary jersey bersama AZA. Simbol ikatan emosional Bonek–Bonita, desain elegan, dan tema “99 Alasan Mencintai Persebaya”.
Wisnu Cipto - Sabtu, 13 Juni 2026
Jersey Anniversary Seabad Persebaya: 99 Tahun dalam Satu Cerita
Indonesia
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Densus 88 Antiteror Polri masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap kedelapan tersangka tersebut
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
ShowBiz
Pelaku Penyerangan di Konser Taylor Swift Austria Disidang, Hadapi Dakwaan Terorisme
Dituduh menyatakan kesetiaan kepada Islamic State, membuat bahan peledak, dan mencoba membeli senjata secara ilegal.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
 Pelaku Penyerangan di Konser Taylor Swift Austria Disidang, Hadapi Dakwaan Terorisme
Indonesia
Pemkot Surabaya Sediakan Beasiswa Bagi 23 Mahasiwa, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Masalah sosial pendidikan di kalangan masyarakat juga bisa terselesaikan tanpa harus menunggu lama.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 April 2026
Pemkot Surabaya Sediakan Beasiswa Bagi 23 Mahasiwa, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Dunia
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris, Uni Eropa Beberkan Dampaknya
Nama-nama yang masuk dalam daftar tersebut mencakup komandan senior IRGC serta perwira tinggi kepolisian yang diduga bertanggung jawab atas tindakan kekerasan di lapangan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Januari 2026
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris, Uni Eropa Beberkan Dampaknya
Indonesia
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Pelaku menggunakan akun email milik mantan pacarnya dan mengaku sebagai dirinya. Hal ini dilakukan untuk mengelabui agar identitas aslinya tak terlacak.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Dunia
Presiden AS Trump Tetapkan Ikhwanul Muslimin Organisasi Teroris Global
AS juga menuding para pemimpin Ikhwanul Muslimin telah lama memberikan dukungan material kepada Hamas.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 November 2025
Presiden AS Trump Tetapkan Ikhwanul Muslimin Organisasi Teroris Global
Indonesia
Kecanduan dan Broken Home, Paket Kombo Anak Rawan Direkrut Jaringan Teroris
Densus 88 Anti Teror mengungkapkan fakta mengejutkan ada 110 anak yang diduga direkrut ke dalam jaringan teroris sepanjang 2025 lewat permainan game online.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 November 2025
Kecanduan dan Broken Home, Paket Kombo Anak Rawan Direkrut Jaringan Teroris
Bagikan