MerahPutih.com - Duka mendalam menyelimuti Kampung Ceger, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Nurlaela (37), guru SD Pejagan 11 Pulogebang Jakarta Timur, menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam tragedi tabrakan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) lalu.
Jenazah Nurlaela tiba di rumah duka sekitar pukul 03.00 WIB. Paman korban, Mulyadi, menuturkan kondisi jenazah masih utuh meski mengalami patah kaki dan diduga luka dalam.
“Kami sempat mencari sejak malam, baru sekitar pukul 23.00 mendapat kabar duka dari rumah sakit,” katanya, kepada awak media, dikutip Rabu (29/4).
Baca juga:
Pemerintah Ungkap Alasan Gerbong Khusus Perempuan Ada di Ujung Kereta
Dedikasi Guru SD Kelas 2
Nurlaela, akrab disapa Bu Guru Ela, dikenal sebagai sosok pendiam namun pekerja keras. Sejak 2019, dia tercatat sebagai PNS Pemprov DKI Jakarta.
Selain mengajar kelas 2, Nurlaela juga dipercaya sebagai bendahara sekaligus pengelola perpustakaan sekolah. Kepala sekolah dan rekan-rekan sejawat mengenangnya sebagai guru penuh tanggung jawab.
“Beliau ulet, tidak banyak bicara, tapi selalu serius dalam bekerja,” kenang salah satu koleganya, dilansir Antara, ditemui saat pemakaman almarhumah.
Baca juga:
Kisah Adelia Rifani Berakhir di Rel Bekasi, Lulusan Geofisika Unbraw Baru 4 Bulan Kerja
Baru 3 Bulan Lulus S2 UNJ
Tiga bulan lalu, Ela baru menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Dia dimakamkan di Kampung Ceger, RT 02/RW 02, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi,
Almarhumah meninggalkan seorang anak yang kini duduk di kelas enam SD. Kehilangan ini bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.
Perjalanan pulang sederhana dengan KRL yang rutin dia lakukan kini menjadi perjalanan terakhir. Selamat jalan Bu Guru Ela, semoga husnul khotimah. (*)