Kisah Syekh Yusuf al-Makassari: Ulama Bugis Panutan Nelson Mandela

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Rabu, 18 Juli 2018
Kisah Syekh Yusuf al-Makassari: Ulama Bugis Panutan Nelson Mandela

Syekh Yusuf al-Makassari. (Foto/nu.or.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

NELSON Mandela, tokoh pembebas apartheid di Afrika, pernah menaja nama seorang ulama asal Makassar sebagai inspiratornya saat berjuang.

Saat menjadi Presiden Afrika Selatan, Mandela menyebut Syekh Yusuf al-Makassari berperan besar membakar semangatnya saat berjuang menentang kolonialisme dan apartheid.

Apa hubungan ulama Makassar dengan Mandela?

Nama Syekh Yusuf tak bisa dipisahkan dari kehidupan spiritual masyarakat Afrika. Ulama asal Bugis tersebut bertandang meninggalkan Nusantara untuk berdakwah di Afrika pada 1693, setelah semula dibuang ke Sri Lanka. Beliau pun menghabiskan sisa umur di Capetown, kawasan Zandvliet. Tempat bermukim Syekh Yusuf lantas diabadikan dengan nama kampung Macassar.

Syekh Yusuf al-Makassari. (sumber: Afandri Adya)
Syekh Yusuf al-Makassari. (sumber: Afandri Adya)

Dalam berdakwah, beliau dibantu 12 orang santri dengan tugas khusus membantu pelyanan terhadap para eksil dan tahanan politik. Ilmu-ilmu tasawauf, khususnya tarekat Naqsabandiyah dan Khalwatiyah menjadi pedoman ajarannya sebagai seorang sufi.

Masa Kecil

Lahir di tanah Bugis, Syekh Yusuf mendapat tempaan pendidikan Islam dari keluarga dan ulama di kampungnya. Beliau mengaji Al-Qur'an kepada Daeng ri Tamassang. Setelah itu, berkelana ke pesantren Bontoala untuk mengaji ilmu-ilmu bahasa, semisal Nahwu, Sharaf, Balaghah, dan Mantiq.

Tak pernah selesai untuknya menuntut ilmu. Syekh Yusuf muda tetap mencari ilmu agama hingga bertemu dengan ulama asal Aceh, Syekh Jalaluddin Aidit. Dari Aidit jugalah Syekh Yusuf mendapat perintah untuk mendalami agama ke ke tanah Hijaz. Saat itu tanah Hijaz terkenal dengan ulama-ulama Haramainnya.

Pada 22 September 1644, Syekh Yusuf berangkat menuju Hijaz, dengan menggunakan kapal penumpang. Pada waktu itu, transportasi laut dari kawasan timur Nusantara melalui Banten untuk menyusuri selat Malaka, hingga menembus ke kawasan pesisir Arab.

Dalam perjalanannya, sempat pula singgah di Banten dan kenal dengan tokoh-tokoh terkemuka di sana. Perkenalan inilah kelak menjadi penyebab sang ulama tercampak hingga Afrika Selatan.

Setelah singgah sejenak, Syekh Yusuf melanjutkan perjalanannya menuju Hijaz.

Setelah perjalanan panjangnya memenuhi dahaga ilmu agama, akhirnya beliau kembali ke tanah air. Pada 1684, Syekh Yusuf mendapat masalah hukum di Banten. Ia terbukti membantu Sultan Ageng Tirtayasa untuk menentang Belanda.

Akibatnya, Syaikh Yusuf dibuang jauh ke Srilangka selama sembilan tahun, sebelum akhirnya dipindahkan ke Afrika Selatan. (*)

#Ulama
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Cuma Ada 5.000 Slot Parkir di Acara Haul Akbar Ulama Betawi 2026 Monas, Mending Naik Transum!
Dishub DKI Jakarta melarang parkir di bahu jalan saat Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi 2026 di Monas. Disediakan 1.840 slot mobil dan 3.180 motor, serta imbauan gunakan Transjakarta.
Wisnu Cipto - Rabu, 17 Juni 2026
Cuma Ada 5.000 Slot Parkir di Acara Haul Akbar Ulama Betawi 2026 Monas, Mending Naik Transum!
Lifestyle
Amalan Penting yang Dianjurkan saat Ramadan, Perbanyak Doa dan Istigfar
Dua amalan ini sangat dianjurkan saat menyambut Ramadan. Hal itu menjadi kesiapan spritiual yang matang.
Soffi Amira - Sabtu, 07 Maret 2026
Amalan Penting yang Dianjurkan saat Ramadan, Perbanyak Doa dan Istigfar
Lifestyle
Pakai Obat Tetes Mata Bisa Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Ulama
Apakah obat tetes mata membatalkan puasa? Simak penjelasan ulama fikih dan dalilnya. Mayoritas ulama sebut: tidak membatalkan puasa.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
Pakai Obat Tetes Mata Bisa Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Ulama
Indonesia
3 Norma Dilanggar, KPAI Tegaskan Aksi Dai Cium Anak di Ruang Publik Bisa Masuk Ranah Hukum
KPAI menilai tindakan pendakwah berinisial E tersebut telah melanggar prinsip perlindungan anak, norma sosial, dan norma agama.
Wisnu Cipto - Kamis, 13 November 2025
3 Norma Dilanggar, KPAI Tegaskan Aksi Dai Cium Anak di Ruang Publik Bisa Masuk Ranah Hukum
Indonesia
Ketua PBNU Ingatkan Umat Tak Beri Ruang untuk Pemecah Belah dan Penyebar Kebencian
Ketua PBNU Abdullah Latopada tekankan pentingnya menahan diri dan tidak terjebak dalam narasi yang dapat memecah belah umat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 14 April 2025
Ketua PBNU Ingatkan Umat Tak Beri Ruang untuk Pemecah Belah dan Penyebar Kebencian
Indonesia
Wacana Alokasi Dana Zakat untuk Program MBG, PAN: Perlu Kajian dan Pendapat Ulama
Saleh Partaonan Daulay menganggap wacana itu perlu kajian yang mendalam.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Januari 2025
Wacana Alokasi Dana Zakat untuk Program MBG, PAN: Perlu Kajian dan Pendapat Ulama
Indonesia
Gus Miftah Bilang Tukang Es Goblok, PKB: Tidak Sesuai dengan Karakter Pak Prabowo
Tindakan kurang terpuji Gus Miftah mendapat sorotan dari Wakil Ketua Umum PKB.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Desember 2024
Gus Miftah Bilang Tukang Es Goblok, PKB: Tidak Sesuai dengan Karakter Pak Prabowo
Indonesia
Habib Hasan Assegaf Dimakamkam Dekat Ibunya di Cilodong Depok
Dekat makam ibunya, Hubabah Fatmah Alathas di kompleks Masjid Nurul Musthofa Center, Jalan Kampung Sawah, Cilodong, Depok.
Wisnu Cipto - Kamis, 14 Maret 2024
Habib Hasan Assegaf Dimakamkam Dekat Ibunya di Cilodong Depok
Indonesia
14 Ormas Islam Tergabung Dalam LPOI Keluarkan 9 Petisi Jelang Pemilu 2024
Ulama-ulama LPOI akan mengawal petisi tersebut melalui “Gerakan Sosial Demokrasi Muslim (Gersosdem) Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Februari 2024
14 Ormas Islam Tergabung Dalam LPOI Keluarkan 9 Petisi Jelang Pemilu 2024
Indonesia
Ulama Sepuh NU dan Santri Situbondo Dukung Ganjar-Mahfud
Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD bersilaturahmi kepada ssejumlah ulama sepuh NU di Situbondo dan Probolinggo, Minggu (12/11).
Mula Akmal - Senin, 13 November 2023
Ulama Sepuh NU dan Santri Situbondo Dukung Ganjar-Mahfud
Bagikan