Susi Nasehati Nelayan Jawa yang Melaut di Papua

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Rabu, 21 Maret 2018
Susi Nasehati Nelayan Jawa yang Melaut di Papua

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (Foto Antara/Joko Sulistyo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menginginkan agar pembangunan di sektor Kelautan dan Perikanan di Papua dinikmati juga oleh orang asli Papua (OAP).

"Saya tidak ingin kita membangun sesuatu di Papua misalnya, tetapi rakyatnya tidak bisa menikmati dan ternyata bukan untuk orang Papua," kata Menteri Susi kepada seratusan nelayan asli Papua yang berasal dari suku Kamoro ketika meninjau PPI Pomako di Timika, Rabu (21/3).

Ia mencontohkan pembangunan di Kalimantan harus dinikmati oleh masyarakat Kalimantan, begitu juga dengan pembangunan di Papua yaitu harus dinikmati oleh masyarakat Papua.

"Bahwa kita akan bersinergi dengan orang (nelayan) dari Jawa datang karena wilayah tangkap Papua yang luar biasa besar itu benar bahwa kita NKRI tetapi harus menghormati tuan rumah dan aturan-aturan yang sudah diatur oleh negara termasuk peraturan daerah yang ada," ujarnya.

"Semua ada aturannya dan yang pasti melibatkan para pemangku kepentingan setempat. Itu harus menjadikan prioritas utama. Jadi sekali lagi, bapak-bapak dari Jawa tolong hormati tata aturan orang di daerah," ujarnya dikutip dari Antara.

Ia mengatakan bahwa para nelayan dari luar Papua datang ke perairan Papua untuk mencari cari makan, rejeki, penghidupan sebagai saudara masyarakat Papua. Untuk itu dapat menaati aturan yang ada termasuk kearifan lokal misalnya tidak menangkap ikan dengan kapal berkapasitas 30 GT di area dibawa 12 mil.

Selain menasehati para nelayan yang telah banyak menangkap ikan di perairan Mimika, Menteri Susi juga meminta para pengusaha agar tidak tertutup.

"Ayomi dan rangkul para nelayan Papua. Hasil tangkapannya dibeli bila perlu dibantu jaringnya, dibantu alat tangkapnya. Jangan hanya datang, nangkap, pulang," ucapnya. (*)

Baca juga berita terkait di: Susi Pudjiastuti: Kita Enggak Boleh Kalah dengan Mafia

#Susi Pudjiastuti #Menteri Kelautan Dan Perikanan #Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Bagikan