Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Survei: 75 Persen Responden Setuju Ada Pelarangan Mudik

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 18 April 2020
Survei: 75 Persen Responden Setuju Ada Pelarangan Mudik

Suasana kepadatan penumpang di Pelabuhan Sampit saat arus mudik lebaran, beberapa waktu lalu. (ANTARA/Norjani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Lembaga Media Survei Nasional (Median) merilis hasil survei tentang persepsi publik tentang mudik dalam penanganan wabah corona (COVID-19).

Hasil survei ini menunjukkan dinamika persepsi yang terjadi masa pengambilan data pada 6-13 April 2020. Responden dipilih secara acak dari survei nasional Median sebelumnya, yakni survei pada September 2018-Februari 2020. Saat itu ditemukan total 20.658 nomor telepon.

Baca Juga:

Kasus Positif Corona Melonjak Jadi 6.248 Orang

Dari total 20.658, diambil sampel 800 nomor telepon responden. Margin of error sebesar +/- 3,46 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasilnya, 75,4 persen responden setuju mudik dilarang.

Hasil survei menunjukkan 75,4 persen responden setuju pemerintahan Jokowi melarang mudik, 13,9 persen responden tidak setuju pemerintah Jokowi melarang mudik.

"Dan 10,7 persen responden mengatakan tidak tahu atau tidak menjawab," kata Median dalam keteranganya, Sabtu (18/4).

Petugas di perbatasan Cianjur, Jawa Barat, terus memperketat pemeriksaan terhadap pengendara dan pemudik yang hendak pulang ke kampung halamanya di sejumlah wilayah di Cianjur, terlebih setelah sejumlah wilayah di Jabodetabek melakukan PSBB (Ahmad Fikri)
Petugas di perbatasan Cianjur, Jawa Barat, terus memperketat pemeriksaan terhadap pengendara dan pemudik yang hendak pulang ke kampung halamanya di sejumlah wilayah di Cianjur, terlebih setelah sejumlah wilayah di Jabodetabek melakukan PSBB (Foto: Antara/Ahmad Fikri)

Dalam survei tersebut responden juga diminta menyebutkan alasan kenapa sebaiknya pemerintah Jokowi melarang mudik tahun ini.

Hasilnya, 45,4 persen responden menyebut alasannya agar wabah corona tidak menular ke daerah, 6,7 persen responden beralasan menghindari kerumunan, dan 3,5 persen responden beralasan demi kebaikan bersama.

"Alasan lain yang diutarakan responden yakni mengutamakan kesehatan, bisa membuat keresahan di daerah, masalah COVID-19 belum mereda, lebih baik diam di rumah saja, kita tidak tahu terkena virus, ikut pemerintah, PSBB sudah diterapkan, fasilitas kesehatan minim hingga agar keluarga aman," tulis Median.

Baca Juga:

Pemerintah Dinilai Tak Tepat Beri Kartu Pra Kerja untuk Korban Penanganan COVID-19

Sedangkan responden yang tidak setuju mudik dilarang mayoritas atau 30,8 persen responden beralasan masih ingin berkumpul dengan keluarga, 13,5 persen responden beralasan asal ada pemeriksaan kesehatan, 9,6 persen responden mengatakan larangan mudik harusnya khusus zona merah, 5,8 persen responden beralasan tidak perlu ada larangan mudik.

"Alasan publik yang tidak setuju mudik dilarang yakni meningkatkan ekonomi di kampung, kebutuhan pokok tidak terjamin hingga mudik adalah hak asasi manusia," jelas Median.

Berdasarkan hasil survei, 54 persen publik memilih PSBB dan 35,3 persen memilih karantina total (lockdown). Sedangkan 10,7 persen tidak tahu/tidak menjawab.

Sementara itu, 38,6 persen responden memilih PSBB untuk menjaga ekonomi dan masih bisa bekerja. Sebanyak 11,9 persen memilih PSBB karena anggaran pemerintah terbatas. (Knu)

Baca Juga:

BPIP Sebut Tanpa Kesadaran Warga untuk Disiplin, PSBB Sia-sia Belaka

#Virus Corona #Mudik Lebaran
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Berita
Bantu Pemudik Pulang Kampung, Diton Sukses Gelar Mudik Gratis 2026
Program Mudik Bareng Diton 2026 sukses memberangkatkan pemudik gratis dari Cikarang ke Surabaya dan Yogyakarta. Kuota meningkat karena antusiasme tinggi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 April 2026
Bantu Pemudik Pulang Kampung, Diton Sukses Gelar Mudik Gratis 2026
Indonesia
KAI Ungkap Dampak Positif Mudik Lebaran 2026, Emisi Lebih Rendah dari Kendaraan Pribadi
KAI ungkap perjalanan kereta api selama Lebaran 2026 lebih ramah lingkungan. Emisi karbon jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 April 2026
KAI Ungkap Dampak Positif Mudik Lebaran 2026, Emisi Lebih Rendah dari Kendaraan Pribadi
Indonesia
Korlantas Maksimalkan Teknologi Digital, Operasi Ketupat 2026 Lebih Terkendali
Korlantas Polri optimalkan Operasi Ketupat 2026 dengan teknologi real-time dan pendekatan humanis.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 April 2026
Korlantas Maksimalkan Teknologi Digital, Operasi Ketupat 2026 Lebih Terkendali
Indonesia
KPK Temukan Dugaan Mobil Dinas Dipakai Mudik, DPR Desak Penindakan
DPR RI menyoroti dugaan mobil dinas dipakai untuk mudik. KPK minta evaluasi, DPR dorong sanksi tegas bagi pelanggaran aturan.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 29 Maret 2026
KPK Temukan Dugaan Mobil Dinas Dipakai Mudik, DPR Desak Penindakan
Indonesia
42% Pemudik Belum Kembali, Mulai Bergerak Serbu Jakarta di Puncak Arus Balik Gelombang Dua
Korlantas Polri mencatat masih 42 persen kendaraan pemudik yang belum kembali ke Jakarta per Kamis (26/3) malam.
Wisnu Cipto - Jumat, 27 Maret 2026
42% Pemudik Belum Kembali, Mulai Bergerak Serbu Jakarta di Puncak Arus Balik Gelombang Dua
Indonesia
Iptu Nur Alim Ambruk Saat Istirahat Makan, Sudah 2 Polisi Gugur Saat Kawal Mudik Lebaran
Mendiang Iptu Nur Alim sempat pingsan sekitar pukul 11.40 WIB saat berada di sebuah warung makan di sela tugasnya.
Wisnu Cipto - Kamis, 26 Maret 2026
Iptu Nur Alim Ambruk Saat Istirahat Makan, Sudah 2 Polisi Gugur Saat Kawal Mudik Lebaran
Indonesia
Masih Ada Puncak Arus Balik Gelombang 2, Kakorlantas Tutup Operasi Ketupat 2026
Polri resmi mengakhir Operasi Ketupat 2026 seiring dengan berakhirnya fase puncak arus balik lebaran gelombang pertama tahun ini 23-24 Maret.
Wisnu Cipto - Kamis, 26 Maret 2026
Masih Ada Puncak Arus Balik Gelombang 2, Kakorlantas Tutup Operasi Ketupat 2026
Indonesia
Kemenhub Sidak 60 Ribu Bus Mudik Lebaran, Hanya 63% Laik Jalan
ementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan inspeksi keselamatan atau rampcheck sebanyak 60.946 armada bus pada periode angkutan mudik Lebaran 1447 Hijriah.
Wisnu Cipto - Kamis, 26 Maret 2026
Kemenhub Sidak 60 Ribu Bus Mudik Lebaran, Hanya 63% Laik Jalan
Indonesia
Lebaran 2026 Pecahkan Rekor Baru! Puncak Arus Mudik Tertinggi Sepanjang Sejarah Pulau Jawa
Jalan Tol Trans Jawa juga mencatat rekor tertinggi arus kendaraan melintas mencapai 175.754 kendaraan
Wisnu Cipto - Rabu, 25 Maret 2026
Lebaran 2026 Pecahkan Rekor Baru! Puncak Arus Mudik Tertinggi Sepanjang Sejarah Pulau Jawa
Indonesia
26 Maret 00.00 WIB Tol Arus Balik Jawa-Sumatra Mulai Diskon 30%, Catat Tarif Tiap Ruasnya!
Diskon tarif ini berlaku untuk sejumlah ruas tol di Pulau Jawa dan Sumatra. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk memecah konsentrasi kendaraan yang kembali menuju wilayah Jabodetabek.
Wisnu Cipto - Rabu, 25 Maret 2026
26 Maret 00.00 WIB Tol Arus Balik Jawa-Sumatra Mulai Diskon 30%, Catat Tarif Tiap Ruasnya!
Bagikan